PSM penuhi syarat klub profesional
Senin, 22 Oktober 2012 - 18:18 WIB
PSM penuhi syarat klub profesional
A
A
A
Sindonews.com - PSM Makassar sudah memenuhi sekitar 80% dari lima syarat yang diajukan Asian Football Confederation (AFC) untuk klub profesional. Persyaratan pertama yakni legal. Aspek ini sudah dipenuhi klub sepak bola yang berdiri tahun 1915 itu dengan mendirikan perusahaan berbadan hukum yakni PT Pagolana Sulawesi Mandiri.
CEO PSM Makassar Rully Habibie mengatakan, untuk urusan legal sudah 100% rampung dan tidak ada masalah. ''Kalaupun masih ada kekurangan hanya perlu pembenahan saja,”jelasnya.
Syarat finansial, menurutnya masih sekitar 50%. Dia mengatakan, saat ini sedang dilakukan penataan keuangan dengan mengundang auditor independen. ''Hasilnya akan diketahui setelah audit rampung,” kata dia.
Hal lain yang juga berhubungan dengan aspek finansial adalah, keuangan klub. ''Semua klub di Indonesia punya kasus yang sama dari sisi finansial. Namun kami akan berusaha memenuhinya” paparnya.
Syarat lainnya yakni infrastruktur. Menurut dia, aspek ini sudah rampung yakni bekerja sama dengan pengelola stadion Andi Matalatta sebagai markas klub. ''Setiap klub harus punya stadion dan PSM sudah memenuhinya,” ucap Rully.
Persyaratan organisasi juga sedang berjalan. PT Pagolana Sulawesi Mandiri sebagai induk klub, sedang dalam proses merekrut karyawan. ''Rencananya, total SDM yang dibutuhkan sekitar 20 orang,” jelas dia.
Khusus aspek organisasi, sudah berjalan sekitar 60% dan akan terus dilakukan penyempurnaan. ''Kami terus bekerja untuk mempersiapkan struktur organisasi sesuai aturan AFC,” ucapnya.
Regulasi yang belum bisa dipenuhi PSM adalah aspek pembinaan usia muda. Saat ini tim Juku Eja belum memilikinya. ''Dulu memang kita punya pembinaan usia muda, hanya tidak berjalan efektif,” jelasnya.
Rully mengatakan, manajemen sedang mencari formula ideal untuk pembentukan kembali. “Kami akan evaluasi dulu program sebelumnya, dan akan dicari model idealnya,” kata dia.
Manajer pengelola Stadion Andi Matalatta Mirdan Middin mengakui, saat ini pihaknya bekerja sama dengan PSM Makassar untuk pengelolaan stadion. ''Dari dari sisi kami, stadion ini sudah memenuhi syarat,” ucapnya.
Sebab di tahun 2001 lalu, stadion yang dulu bernama Mattoanging ini menjadi venue kualifikasi grup Piala Champions Asia. ''Mungkin saja masih ada kekurangan, namun tidak terlalu banyak,” jelas Mirdan.
Dia mencotohkan, stadion dengan kapasitas 18.000 penonton itu sudah dilengkapi ruang ganti pemain dan semua fasilitas pendukung lainnya. “Sebelumnya, kami sudah melakukan penambahan fasilitas,” sebutnya.
Mirdan menjelaskan, untuk kelengkapan lainnya, sedang menunggu surat dari AFC terkait verifikasi stadion. “Kalaupun ada penambahan kami tunggu surat resmi,” pungkasnya.
CEO PSM Makassar Rully Habibie mengatakan, untuk urusan legal sudah 100% rampung dan tidak ada masalah. ''Kalaupun masih ada kekurangan hanya perlu pembenahan saja,”jelasnya.
Syarat finansial, menurutnya masih sekitar 50%. Dia mengatakan, saat ini sedang dilakukan penataan keuangan dengan mengundang auditor independen. ''Hasilnya akan diketahui setelah audit rampung,” kata dia.
Hal lain yang juga berhubungan dengan aspek finansial adalah, keuangan klub. ''Semua klub di Indonesia punya kasus yang sama dari sisi finansial. Namun kami akan berusaha memenuhinya” paparnya.
Syarat lainnya yakni infrastruktur. Menurut dia, aspek ini sudah rampung yakni bekerja sama dengan pengelola stadion Andi Matalatta sebagai markas klub. ''Setiap klub harus punya stadion dan PSM sudah memenuhinya,” ucap Rully.
Persyaratan organisasi juga sedang berjalan. PT Pagolana Sulawesi Mandiri sebagai induk klub, sedang dalam proses merekrut karyawan. ''Rencananya, total SDM yang dibutuhkan sekitar 20 orang,” jelas dia.
Khusus aspek organisasi, sudah berjalan sekitar 60% dan akan terus dilakukan penyempurnaan. ''Kami terus bekerja untuk mempersiapkan struktur organisasi sesuai aturan AFC,” ucapnya.
Regulasi yang belum bisa dipenuhi PSM adalah aspek pembinaan usia muda. Saat ini tim Juku Eja belum memilikinya. ''Dulu memang kita punya pembinaan usia muda, hanya tidak berjalan efektif,” jelasnya.
Rully mengatakan, manajemen sedang mencari formula ideal untuk pembentukan kembali. “Kami akan evaluasi dulu program sebelumnya, dan akan dicari model idealnya,” kata dia.
Manajer pengelola Stadion Andi Matalatta Mirdan Middin mengakui, saat ini pihaknya bekerja sama dengan PSM Makassar untuk pengelolaan stadion. ''Dari dari sisi kami, stadion ini sudah memenuhi syarat,” ucapnya.
Sebab di tahun 2001 lalu, stadion yang dulu bernama Mattoanging ini menjadi venue kualifikasi grup Piala Champions Asia. ''Mungkin saja masih ada kekurangan, namun tidak terlalu banyak,” jelas Mirdan.
Dia mencotohkan, stadion dengan kapasitas 18.000 penonton itu sudah dilengkapi ruang ganti pemain dan semua fasilitas pendukung lainnya. “Sebelumnya, kami sudah melakukan penambahan fasilitas,” sebutnya.
Mirdan menjelaskan, untuk kelengkapan lainnya, sedang menunggu surat dari AFC terkait verifikasi stadion. “Kalaupun ada penambahan kami tunggu surat resmi,” pungkasnya.
(aww)