Kemenangan Persija ISL tampar kredibilitas PSSI
Selasa, 23 Oktober 2012 - 22:53 WIB
Kemenangan Persija ISL tampar kredibilitas PSSI
A
A
A
Sindonews.com - Kisruh dualisme di tubuh Persija Jakarta, akhirnya mendapat titik terang. Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, pada akhirnya memutuskan untuk memenangkan gugatan Persija Jakarta di bawah komando Fery Paulus.
Dari putusan yang diambil, majelis hakim pun menetapkan tiga pokok utama keputusan. Pertama, PT Persija Jaya yang selama ini dipimpin Hadi Basalamah bukanlah administrator Persija Jakarta. Kedua, PT Persija Jaya tidak berhak menggunakan nama Persija Jakarta di kompetisi manapun.
Adapun keputusan ketiga yang dikeluarkan oleh hakim adalah, PT Persija Jaya harus membatalkan pendaftaran atas nama Persija Jakarta di kompetisi Indonesia Premier League (IPL) musim 2011/2012. Dengan adanya keputusan ini, Persija di bawah pimpinan Hadi pun diwajibkan untuk mengubah nama Persija yang musim lalu diperkuat Diego Michiels dkk.
"Kami sangat bersyukur atas keputusan yang telah diputuskan ini. Kebenaran itu tidak bisa diselewengkan. Dan kini semuanya sudah terbukti dengan adanya keputusan hakim memenangkan Persija Jakarta," ungkap Fery, ketua umum (ketum) Persija yang saat ini berkompetisi di Indonesia Super League (ISL).
Konflik dualisme yang dialami Persija sendiri terjadi saat PSSI memutuskan jika Persija di bawah pimpinan Hadi yang berhak berkompetisi di level tertinggi. Namun, yang jadi terasa janggal saat itu, poin Persija di bawah komando Fery jauh lebih tinggi saat AFC datang untuk memberikan penilaian jelang diputarnya musim kompetisi 2011/2012.
Dengan adanya kejanggalan tersebut, Persija di bawah Fery membawa masalah tersebut ke pengadilan negara. Proses yang masuk ke pengadilan sendiri berjalan cukup berliku. Sidang sendiri pertama kali di gelar pada 7 Desember 2011 dengan agenda mediasi antara kedua pihak. Putusan pun akhirnya dijatuhkan dengan kemenangan Persija pimpinan Fery.
Dengan adanya putusan tersebut, Fery yang juga mantan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI di masa kepemimpinan Nurdin Halid menegaskan, jika hal ini sebagai tamparan bagi PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin. PSSI pun diminta lebih introspeksi lagi dalam mengambil setiap keputusan.
"Ada pesan moral untuk PSSI yang telah mengkloning Persija. Saat ini, hal itu telah terbukti jika dari awal mereka telah melakukan banyak sekali kesalahan. PSSI sendiri harus instrospeksi dalam mengambil segala keputusan," tandas Fery.
Dari putusan yang diambil, majelis hakim pun menetapkan tiga pokok utama keputusan. Pertama, PT Persija Jaya yang selama ini dipimpin Hadi Basalamah bukanlah administrator Persija Jakarta. Kedua, PT Persija Jaya tidak berhak menggunakan nama Persija Jakarta di kompetisi manapun.
Adapun keputusan ketiga yang dikeluarkan oleh hakim adalah, PT Persija Jaya harus membatalkan pendaftaran atas nama Persija Jakarta di kompetisi Indonesia Premier League (IPL) musim 2011/2012. Dengan adanya keputusan ini, Persija di bawah pimpinan Hadi pun diwajibkan untuk mengubah nama Persija yang musim lalu diperkuat Diego Michiels dkk.
"Kami sangat bersyukur atas keputusan yang telah diputuskan ini. Kebenaran itu tidak bisa diselewengkan. Dan kini semuanya sudah terbukti dengan adanya keputusan hakim memenangkan Persija Jakarta," ungkap Fery, ketua umum (ketum) Persija yang saat ini berkompetisi di Indonesia Super League (ISL).
Konflik dualisme yang dialami Persija sendiri terjadi saat PSSI memutuskan jika Persija di bawah pimpinan Hadi yang berhak berkompetisi di level tertinggi. Namun, yang jadi terasa janggal saat itu, poin Persija di bawah komando Fery jauh lebih tinggi saat AFC datang untuk memberikan penilaian jelang diputarnya musim kompetisi 2011/2012.
Dengan adanya kejanggalan tersebut, Persija di bawah Fery membawa masalah tersebut ke pengadilan negara. Proses yang masuk ke pengadilan sendiri berjalan cukup berliku. Sidang sendiri pertama kali di gelar pada 7 Desember 2011 dengan agenda mediasi antara kedua pihak. Putusan pun akhirnya dijatuhkan dengan kemenangan Persija pimpinan Fery.
Dengan adanya putusan tersebut, Fery yang juga mantan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI di masa kepemimpinan Nurdin Halid menegaskan, jika hal ini sebagai tamparan bagi PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin. PSSI pun diminta lebih introspeksi lagi dalam mengambil setiap keputusan.
"Ada pesan moral untuk PSSI yang telah mengkloning Persija. Saat ini, hal itu telah terbukti jika dari awal mereka telah melakukan banyak sekali kesalahan. PSSI sendiri harus instrospeksi dalam mengambil segala keputusan," tandas Fery.
(aww)