Berharap golfer muda menjamur
Rabu, 24 Oktober 2012 - 22:03 WIB
Berharap golfer muda menjamur
A
A
A
Sindonews.com - Bagi penggemar golf tanah air, nama Rory Hie tidak asing lagi. Dia merupakan pegolf profesional Indonesia yang cukup diperhitungkan. Ditemui di sela-sela turnamen golf Palembang Musi Championship 2012 di lapangan golf Kenten, Palembang, Rory bercerita mengenai karier dan mimpinya ke depan.
Menurutnya, bermain golf sama halnya cabang olahraga lainnya. Ada menang dan ada kalah. Untuk meraih kemenangan, seorang golfer harus banyak berlatih sehingga menguasai teknik pukulan yang baik dan pas dengan kondisi lapangan.
''Selain itu harus berani ikut kompetisi. Mulai dari kejuaraan di daerah, nasional, setelah itu lanjut ke jenjang profesional. Kalau sudah masuk pro, persaingan lebih terbuka dan kejuaraan yang berlangsung juga lebih banyak, sehingga banyak kesempatan untuk meraih kesuksesan sebenarnya,” ujar Rory.
Diakuinya, golf memang bukan cabang olahraga populer di Indonesia. Bahkan golf terlanjur dicap masyarakat luas sebagai olahraga jet set atau orang kaya saja. Sehingga peluang untuk menjadi golfer tidak semudah ketika seseorang ingin menjadi atlet bulutangkis, sepak bola, atau karate.
''Untuk menjadi golfer yang sukses dibutuhkan kesabaran, fokus tingkat tinggi dan keberuntungan. Kalau masalah alat, hal itu sebenarnya bisa diatasi dengan bergabung di klub-klub golf yang seharusnya sih menyediakan fasilitas sewa atau bahkan gratis untuk atlet-atlet pemula. Saya sendiri sangat ingin melihat muncul banyak pegolf muda Indonesia yang tampil di jenjang profesional dan menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia juga punya kok golfer bagus,” tutur golfer kelahiran Balikpapan, 1 September 1988 itu.
Selanjutnya, pada gelaran Palembang Musi Championship 2012 ini, Rory membidik posisi tiga besar di akhir turnamen. Bukan hanya memperbaiki posisinya di tahun lalu yang hanya mampu menempati T-12 bersama Marvin Dumandan (Filipina) dan Ekalak Waisayakul (Thailand), namun pegolf pro nomor satu Indonesia ini memendam hasrat yang lebih tinggi.
''Jika menempati peringkat 1-3 di turnamen ini, maka mendapatkan tiket tampil di Barclays Singapore Open 2012, 8-11 November mendatang. Bagi golfer pro, turnamen Singapore Open merupakan magnet tersendiri karena hadiah yang diperebutkan USD 6 juta dan menjadikan turnamen tersebut merupakan yang terbesar di Asia. Saya juga ingin membuktikan, faktor usia bukan halangan untuk berprestasi. Sebab, sekarang banyak kok golfer profesional yang muncul dari Asia dan masih berusia di rentang 18 sampai 25 tahun,” ujar anak ketiga pasangan Tommy Hidayat dan Rita Hie ini.
Menurutnya, bermain golf sama halnya cabang olahraga lainnya. Ada menang dan ada kalah. Untuk meraih kemenangan, seorang golfer harus banyak berlatih sehingga menguasai teknik pukulan yang baik dan pas dengan kondisi lapangan.
''Selain itu harus berani ikut kompetisi. Mulai dari kejuaraan di daerah, nasional, setelah itu lanjut ke jenjang profesional. Kalau sudah masuk pro, persaingan lebih terbuka dan kejuaraan yang berlangsung juga lebih banyak, sehingga banyak kesempatan untuk meraih kesuksesan sebenarnya,” ujar Rory.
Diakuinya, golf memang bukan cabang olahraga populer di Indonesia. Bahkan golf terlanjur dicap masyarakat luas sebagai olahraga jet set atau orang kaya saja. Sehingga peluang untuk menjadi golfer tidak semudah ketika seseorang ingin menjadi atlet bulutangkis, sepak bola, atau karate.
''Untuk menjadi golfer yang sukses dibutuhkan kesabaran, fokus tingkat tinggi dan keberuntungan. Kalau masalah alat, hal itu sebenarnya bisa diatasi dengan bergabung di klub-klub golf yang seharusnya sih menyediakan fasilitas sewa atau bahkan gratis untuk atlet-atlet pemula. Saya sendiri sangat ingin melihat muncul banyak pegolf muda Indonesia yang tampil di jenjang profesional dan menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia juga punya kok golfer bagus,” tutur golfer kelahiran Balikpapan, 1 September 1988 itu.
Selanjutnya, pada gelaran Palembang Musi Championship 2012 ini, Rory membidik posisi tiga besar di akhir turnamen. Bukan hanya memperbaiki posisinya di tahun lalu yang hanya mampu menempati T-12 bersama Marvin Dumandan (Filipina) dan Ekalak Waisayakul (Thailand), namun pegolf pro nomor satu Indonesia ini memendam hasrat yang lebih tinggi.
''Jika menempati peringkat 1-3 di turnamen ini, maka mendapatkan tiket tampil di Barclays Singapore Open 2012, 8-11 November mendatang. Bagi golfer pro, turnamen Singapore Open merupakan magnet tersendiri karena hadiah yang diperebutkan USD 6 juta dan menjadikan turnamen tersebut merupakan yang terbesar di Asia. Saya juga ingin membuktikan, faktor usia bukan halangan untuk berprestasi. Sebab, sekarang banyak kok golfer profesional yang muncul dari Asia dan masih berusia di rentang 18 sampai 25 tahun,” ujar anak ketiga pasangan Tommy Hidayat dan Rita Hie ini.
(aww)