Chelsea dan Manchester United siapa kuat?
Minggu, 28 Oktober 2012 - 08:08 WIB
Chelsea dan Manchester United siapa kuat?
A
A
A
Sindonews.com - Laga paling panas pada pekan ke-9 Liga Primer mempertemukan pemuncak klasemen Chelsea yang menjamu Manchester United (MU). Pertandingan nanti merupakan laga paling sulit bagi MU di pertengahan paruh musim ini karena mereka tidak pernah menang sejak 2002 di Stamford Bridge.
Apalagi kali ini tim asuhan SirAlex Ferguson menjadi salah satu perhatian besar karena kerap melakukan kesalahan mendasar yang berujung blunder. Badai cedera juga datang dari bintang Jepang Shinji Kagawa yang absen empat pekan karena cedera seusai laga melawan SC Braga di Liga Champions. Hal serupa juga dialami tuan rumah yang kehilangan jenderal la pangan tengah Frank Lampard. Dia dihantam cedera pada duel kontra Shakhtar Donetsk.
Namun cedera ini tidak berarti karena Chelsea memiliki segudang pemain tengah andal yang siap memorakporandakan MU. Apalagi Chelsea juga sudah melupakan kekalahan di Liga Champions. Yang tak kalah penting, makin padunya Eden Hazard dan Fernando Torres tentu menjadi perhatian khusus Ferguson.
Perang terbuka akan terjadi di lini tengah. Jika Michael Carrick dapat melakukan tugasnya dengan baik, maka beban duet bek Rio Ferdinand dan Jonny Evans sedikit berkurang. Namun, jika MU terjungkal, tidak mustahil mereka akan disalip Manchester City yang bertemu Swansea City, dini hari tadi. Selain bertekad menghadang laju The Blues, MU menghadapi rekor buruk saat tampil di stadion berkapasitas 41.837 penonton itu di ajang Liga Primer.
Aura Stamford Bridge berpengaruh negatif bagi pasukan Sir Alex Ferguson di kompetisi kasta tertinggi di Inggris. Dalam 10 pertemuan terakhir, The Red Devils menelan enam kekalahan dan empat kali imbang. Terakhir kali MU meraih hasil positif di Stamford Bridge saat menang 3-0 pada Liga Primer 2002/2003. Kemenangan telak itu merupakan yang terakhir di kandang Chelsea di ajang Liga Primer.
Namun, di Kompetisi Liga Champions, performa The Red Devils di depan publik Stamford Bridge lebih baik. Wayne Rooney dkk menang 1-0 saat dijamu The Blues pada Liga Champions 2010/2011. Ferguson paham situasi itu. Apalagi, penampilan pasukan Roberto di Matteo sangat prima di Liga Primer musim ini. Mereka belum terkalahkan dalam delapan laga.
“Chelsea belum pernah kalah di Liga Primer. Itu menjadi penanda betapa konsistennya penampilan mereka. Menghadapi mereka akan selalu menjadi laga sulit. Mereka menguasai klasemen dan menjalani musim ini dengan impresif,” kata Ferguson.
Chelsea masih tetap bertahan di puncak dengan 22 poin, sedangkan MU berada di bawah mereka dengan 18 poin. Jika The Red Devils sukses mencuri pion penuh, jarak mereka dengan Chelsea hanya terpaut satu poin. Ferguson berharap tim besutannya bisa mencuri tiga poin di Stamford Bridge. Ferguson mengingatkan pasukannya bahwa laga melawan Chelsea merupakan pertaruhan gelar musim ini.
Jika MU ingin gelar liga, yang harus mereka lakukan adalah mengalahkan Chelsea. Ini akan menjadi jalan pembuka yang luar biasa bagi MU meraih gelar ke-20. “Masalah musim ini lebih besar dari musim lalu. Kami sekarang bukan hanya bersaing dengan Manchester City, tapi juga Chelsea yang selalu sukses mengemas poin dalam delapan laga yang sudah mereka mainkan. Ini menjadi perburuan yang sangat sulit,” tutur Ferguson.
“Peluang kami akan terbuka lebar jika kami bisa menga la h kan Chelsea. Kami tidak boleh membiarkan mereka mengamankan pertandingan ini,” lanjut manajer asal Skotlandia itu. Pertandingan ini tentu akan menimbulkan banyak tekanan untuk MU. Mereka akan disorot habis-habisan. Jika sampai gagal, media tentu akan menyudutkan mereka.
Tapi, bagi SirAlex, ini bukan masalah. Bagi dia, itu semua tidak penting. “Liga Primer memang selalu seperti itu, seluruh pertandingan bahkan pertandingan terakhir saja sangat menentukan. Hal seperti ini bukan sesuatu yang baru bagi saya. Yang paling penting adalah saya harus menyiapkan tim ini sebaik mungkin. Untuk menghadapi Chelsea, kami harus bermain total. Itulah yang saya persiapkan,” papar arsitek berusia 70 tahun itu.
Sementara Di Matteo berharap timnya konsentrasi penuh menghadapi runner-up Liga Primer 2011/2012 tersebut. Dia mengungkapkan timnya harus bermain maksimal untuk bisa menaklukkan MU. Dia pun yakin timnya bisa melakukan itu, apalagi mengingat lini belakang MU belakangan ini sangat lemah.
Dalam beberapa pertandingan terakhir di liga, MU selalu kebobolan. Terakhir mereka kemasukan dua gol kala menjamu Stoke City di Old Trafford, pekan lalu. Inilah yang harus dimanfaatkan Chelsea. “Kami dan mereka tahu pertandingan ini sangat penting. Kami harus menang agar jarak kami dengan tim lain semakin jauh. Namun, MU juga menginginkan kemenangan ini agar kesempatan meraih gelar musim ini tetap terbuka,” papar Di Matteo.
“Kami harus bisa mencari strategi terbaik. Pada pertandingan terakhir saya melihat pemain belakang MU tidak bekerja terlalu baik. Inilah yang akan kami maksimalkan. Kami harus menyerang mereka dan membuat mereka kerepotan,” sambungnya.
Suksesor Andre Villas-Boas itu berharap timnya bisa tetap menjaga rekor sempurna di liga. Jika sebelumnya rekor tak terkalahkan musim ini sudah terputus lantaran kalah 1-2 dari Shakhtar Donetsk pada lanjutan penyisih an Grup E Liga Champions 2012/2013, dia tidak mau hal serupa terjadi di liga.
“Kami harus menjaga catatan positif kami. Untuk bisa menaklukkan MU memang tidak mudah. Namun, jika kami bisa mencetak gol lebih awal, saya pikir kami akan mendapatkan tiga poin. Kami harus melakukan itu. Soal kekalahan dari Shak htar, kami sudah melupakan. Sekarang yang kami pikirkan hanya MU,” tandas Di Matteo.
Apalagi kali ini tim asuhan SirAlex Ferguson menjadi salah satu perhatian besar karena kerap melakukan kesalahan mendasar yang berujung blunder. Badai cedera juga datang dari bintang Jepang Shinji Kagawa yang absen empat pekan karena cedera seusai laga melawan SC Braga di Liga Champions. Hal serupa juga dialami tuan rumah yang kehilangan jenderal la pangan tengah Frank Lampard. Dia dihantam cedera pada duel kontra Shakhtar Donetsk.
Namun cedera ini tidak berarti karena Chelsea memiliki segudang pemain tengah andal yang siap memorakporandakan MU. Apalagi Chelsea juga sudah melupakan kekalahan di Liga Champions. Yang tak kalah penting, makin padunya Eden Hazard dan Fernando Torres tentu menjadi perhatian khusus Ferguson.
Perang terbuka akan terjadi di lini tengah. Jika Michael Carrick dapat melakukan tugasnya dengan baik, maka beban duet bek Rio Ferdinand dan Jonny Evans sedikit berkurang. Namun, jika MU terjungkal, tidak mustahil mereka akan disalip Manchester City yang bertemu Swansea City, dini hari tadi. Selain bertekad menghadang laju The Blues, MU menghadapi rekor buruk saat tampil di stadion berkapasitas 41.837 penonton itu di ajang Liga Primer.
Aura Stamford Bridge berpengaruh negatif bagi pasukan Sir Alex Ferguson di kompetisi kasta tertinggi di Inggris. Dalam 10 pertemuan terakhir, The Red Devils menelan enam kekalahan dan empat kali imbang. Terakhir kali MU meraih hasil positif di Stamford Bridge saat menang 3-0 pada Liga Primer 2002/2003. Kemenangan telak itu merupakan yang terakhir di kandang Chelsea di ajang Liga Primer.
Namun, di Kompetisi Liga Champions, performa The Red Devils di depan publik Stamford Bridge lebih baik. Wayne Rooney dkk menang 1-0 saat dijamu The Blues pada Liga Champions 2010/2011. Ferguson paham situasi itu. Apalagi, penampilan pasukan Roberto di Matteo sangat prima di Liga Primer musim ini. Mereka belum terkalahkan dalam delapan laga.
“Chelsea belum pernah kalah di Liga Primer. Itu menjadi penanda betapa konsistennya penampilan mereka. Menghadapi mereka akan selalu menjadi laga sulit. Mereka menguasai klasemen dan menjalani musim ini dengan impresif,” kata Ferguson.
Chelsea masih tetap bertahan di puncak dengan 22 poin, sedangkan MU berada di bawah mereka dengan 18 poin. Jika The Red Devils sukses mencuri pion penuh, jarak mereka dengan Chelsea hanya terpaut satu poin. Ferguson berharap tim besutannya bisa mencuri tiga poin di Stamford Bridge. Ferguson mengingatkan pasukannya bahwa laga melawan Chelsea merupakan pertaruhan gelar musim ini.
Jika MU ingin gelar liga, yang harus mereka lakukan adalah mengalahkan Chelsea. Ini akan menjadi jalan pembuka yang luar biasa bagi MU meraih gelar ke-20. “Masalah musim ini lebih besar dari musim lalu. Kami sekarang bukan hanya bersaing dengan Manchester City, tapi juga Chelsea yang selalu sukses mengemas poin dalam delapan laga yang sudah mereka mainkan. Ini menjadi perburuan yang sangat sulit,” tutur Ferguson.
“Peluang kami akan terbuka lebar jika kami bisa menga la h kan Chelsea. Kami tidak boleh membiarkan mereka mengamankan pertandingan ini,” lanjut manajer asal Skotlandia itu. Pertandingan ini tentu akan menimbulkan banyak tekanan untuk MU. Mereka akan disorot habis-habisan. Jika sampai gagal, media tentu akan menyudutkan mereka.
Tapi, bagi SirAlex, ini bukan masalah. Bagi dia, itu semua tidak penting. “Liga Primer memang selalu seperti itu, seluruh pertandingan bahkan pertandingan terakhir saja sangat menentukan. Hal seperti ini bukan sesuatu yang baru bagi saya. Yang paling penting adalah saya harus menyiapkan tim ini sebaik mungkin. Untuk menghadapi Chelsea, kami harus bermain total. Itulah yang saya persiapkan,” papar arsitek berusia 70 tahun itu.
Sementara Di Matteo berharap timnya konsentrasi penuh menghadapi runner-up Liga Primer 2011/2012 tersebut. Dia mengungkapkan timnya harus bermain maksimal untuk bisa menaklukkan MU. Dia pun yakin timnya bisa melakukan itu, apalagi mengingat lini belakang MU belakangan ini sangat lemah.
Dalam beberapa pertandingan terakhir di liga, MU selalu kebobolan. Terakhir mereka kemasukan dua gol kala menjamu Stoke City di Old Trafford, pekan lalu. Inilah yang harus dimanfaatkan Chelsea. “Kami dan mereka tahu pertandingan ini sangat penting. Kami harus menang agar jarak kami dengan tim lain semakin jauh. Namun, MU juga menginginkan kemenangan ini agar kesempatan meraih gelar musim ini tetap terbuka,” papar Di Matteo.
“Kami harus bisa mencari strategi terbaik. Pada pertandingan terakhir saya melihat pemain belakang MU tidak bekerja terlalu baik. Inilah yang akan kami maksimalkan. Kami harus menyerang mereka dan membuat mereka kerepotan,” sambungnya.
Suksesor Andre Villas-Boas itu berharap timnya bisa tetap menjaga rekor sempurna di liga. Jika sebelumnya rekor tak terkalahkan musim ini sudah terputus lantaran kalah 1-2 dari Shakhtar Donetsk pada lanjutan penyisih an Grup E Liga Champions 2012/2013, dia tidak mau hal serupa terjadi di liga.
“Kami harus menjaga catatan positif kami. Untuk bisa menaklukkan MU memang tidak mudah. Namun, jika kami bisa mencetak gol lebih awal, saya pikir kami akan mendapatkan tiga poin. Kami harus melakukan itu. Soal kekalahan dari Shak htar, kami sudah melupakan. Sekarang yang kami pikirkan hanya MU,” tandas Di Matteo.
(wbs)