Pemain Liga JK proyeksi Akademi PSM
Kamis, 01 November 2012 - 20:57 WIB
Pemain Liga JK proyeksi Akademi PSM
A
A
A
Sindonews.com - Sejumlah wajah baru yang dipanggil untuk latihan bersama penggawa Juku Eja pada Jumat (2/11), nantinya akan diproyeksikan untuk Akademi PSM. Hingga sekarang nama-nama wajah baru yang bakal mengikuti latihan perdana besok, masih gelap.
Namun peluangnya untuk bergabung dalam tim senior maupun junior sangat besar. Asisten pelatih PSM Makassar Imran Amirullah mengatakan, jika wajah-wajah baru tersebut berkualitas, besar kemungkinan akan masuk tim senior. ''Namun harus melalui proses seleksi yang ketat,” jelasnya.
Menurutnya, jika kualitas dan skillnya belum begitu menjanjikan, bisa jadi hanya akan dimasukkan ke Akademi PSM. ''Mereka nantinya diproyeksikan untuk PSM junior,” paparnya.
Hanya saja, dia belum tahu pasti format rekrutmennya, kriteria, serta persyaratan teknisnya seperti apa. ''Yang baru kami bicarakan soal akademi saja dan belum sampai jauh,” jelasnya.
Imran meyakini, blue print soal Akademi PSM yang akan dibentuk nanti, sudah disusun pelatih kepala Petar Segrt. ''Saya yakin sudah ada formatnya hanya belum disampaikan secara terbuka,” kata dia.
Menurutnya, kepastian format Akademi PSM tersebut, masih harus dibicarakan dengan manajemen. ''Prosesnya masih cukup panjang. Karena harus konek dengan program PSSI,” katanya.
Imran mencotohkan, program pembinaan usia muda, harus sinergi dengan kompetisi klub profesional. ''Jadwalnya harus cocok dan itu yang masih belum jelas. Harus ada regulasinya,” ucapnya.
Berdasarkan data awal, sejumlah pemain dari klub lokal yang tampil di Liga Jusuf Kalla (JK), sudah dipanggil bergabung. ''Ada beberapa nama yang sudah dihubungi,” ucapnya.
Seperti pemain dari klub asal Kabupaten Gowa, Bulukumba, dan Maros. Besar kemungkinan, akan ada lagi wajah-wajah baru yang bergabung. ''Teknisnya ada pada pelatih,” jelas dia.
Mantan Manajer Teknik PSM Makassar era Liga Super Indonesia (LSI) Yopie Lumeindong mengaku, konsep pembinaan usia muda sudah dimiliki tim Juku Eja. “Sayangnya, program itu tidak berjalan saat PSM pindah ke Indonesian Premier Laegue (IPL),” paparnya.
Menurutnya, jika program ini tidak dihentikan, PSM tidak begitu kesulitan memenuhi aspek suporting seperti yang dipersyaratkan Asian Football Confederation (AFC). ''Karena memang kita sudah punya konsep dan berjalan,” jelas Yopie.
Dia mencotohkan, PSM sudah memiliki tim Under-15, dan Under 18. ''Untuk dua kelompok umur itu, pemainnya direkrut dari sejumlah Sekolah Sepak Bola (SSB) yang ada di Makassar,” katanya.
Kompetisinya juga sudah berjalan dengan skala regional/wilayah. Sedangkan usia 21, selalu berbarengan dengan tim senior saat bertanding. “Pemain yang ada sekarang, rata-rata dari PSM Pra Ligina,” tandasnya.
Yopie menjelaskan, konsep berjenjang tersebut tidak dibuat-buat. Namun sesuai dengan standar yang diberlakukan AFC. ''Formatnya diberikan AFC dan sudah komplet,” jelasnya.
Dia mengaku siap jika pelatih PSM Makassar Petar Segrt memintanya untuk shering program. ''Kalau dibutuhkan, saya siap bantu mereka sesuai dengan apa yang sudah saya buat dulu,” kata Yopie.
Menurutnya, blue print pembinaan usia dini PSM masih tersimpan rapi dalam filenya. Kalaupun ada perubahan, tidak banyak. ''Mungkin hanya penyesuaiannya saja,”pungkasnya.
Namun peluangnya untuk bergabung dalam tim senior maupun junior sangat besar. Asisten pelatih PSM Makassar Imran Amirullah mengatakan, jika wajah-wajah baru tersebut berkualitas, besar kemungkinan akan masuk tim senior. ''Namun harus melalui proses seleksi yang ketat,” jelasnya.
Menurutnya, jika kualitas dan skillnya belum begitu menjanjikan, bisa jadi hanya akan dimasukkan ke Akademi PSM. ''Mereka nantinya diproyeksikan untuk PSM junior,” paparnya.
Hanya saja, dia belum tahu pasti format rekrutmennya, kriteria, serta persyaratan teknisnya seperti apa. ''Yang baru kami bicarakan soal akademi saja dan belum sampai jauh,” jelasnya.
Imran meyakini, blue print soal Akademi PSM yang akan dibentuk nanti, sudah disusun pelatih kepala Petar Segrt. ''Saya yakin sudah ada formatnya hanya belum disampaikan secara terbuka,” kata dia.
Menurutnya, kepastian format Akademi PSM tersebut, masih harus dibicarakan dengan manajemen. ''Prosesnya masih cukup panjang. Karena harus konek dengan program PSSI,” katanya.
Imran mencotohkan, program pembinaan usia muda, harus sinergi dengan kompetisi klub profesional. ''Jadwalnya harus cocok dan itu yang masih belum jelas. Harus ada regulasinya,” ucapnya.
Berdasarkan data awal, sejumlah pemain dari klub lokal yang tampil di Liga Jusuf Kalla (JK), sudah dipanggil bergabung. ''Ada beberapa nama yang sudah dihubungi,” ucapnya.
Seperti pemain dari klub asal Kabupaten Gowa, Bulukumba, dan Maros. Besar kemungkinan, akan ada lagi wajah-wajah baru yang bergabung. ''Teknisnya ada pada pelatih,” jelas dia.
Mantan Manajer Teknik PSM Makassar era Liga Super Indonesia (LSI) Yopie Lumeindong mengaku, konsep pembinaan usia muda sudah dimiliki tim Juku Eja. “Sayangnya, program itu tidak berjalan saat PSM pindah ke Indonesian Premier Laegue (IPL),” paparnya.
Menurutnya, jika program ini tidak dihentikan, PSM tidak begitu kesulitan memenuhi aspek suporting seperti yang dipersyaratkan Asian Football Confederation (AFC). ''Karena memang kita sudah punya konsep dan berjalan,” jelas Yopie.
Dia mencotohkan, PSM sudah memiliki tim Under-15, dan Under 18. ''Untuk dua kelompok umur itu, pemainnya direkrut dari sejumlah Sekolah Sepak Bola (SSB) yang ada di Makassar,” katanya.
Kompetisinya juga sudah berjalan dengan skala regional/wilayah. Sedangkan usia 21, selalu berbarengan dengan tim senior saat bertanding. “Pemain yang ada sekarang, rata-rata dari PSM Pra Ligina,” tandasnya.
Yopie menjelaskan, konsep berjenjang tersebut tidak dibuat-buat. Namun sesuai dengan standar yang diberlakukan AFC. ''Formatnya diberikan AFC dan sudah komplet,” jelasnya.
Dia mengaku siap jika pelatih PSM Makassar Petar Segrt memintanya untuk shering program. ''Kalau dibutuhkan, saya siap bantu mereka sesuai dengan apa yang sudah saya buat dulu,” kata Yopie.
Menurutnya, blue print pembinaan usia dini PSM masih tersimpan rapi dalam filenya. Kalaupun ada perubahan, tidak banyak. ''Mungkin hanya penyesuaiannya saja,”pungkasnya.
(aww)