Nggak sabaran, Isinbayeva emoh jadi pelatih
Kamis, 01 November 2012 - 22:47 WIB
Nggak sabaran, Isinbayeva emoh jadi pelatih
A
A
A
Sindonews.com - Kepiawaian Yelena Isinbayeva memang tak perlu diragukan lagi. Namun, saat ditantang untuk melatih seorang pelompat galah terbaik dunia, atlet cantik Rusia secara tegas menolak.
Penyebabnya dia tak mau melatih adalah dirinya mengaku sangat egoistis serta tak sabaran. Karakter seperti demikian, kata atlet berusia 30 tahun ini, jelas tak cocok untuk menjadi pelatih.
Seniornya, pemegang rekor dunia lompat galah putra, Sergei Bubka, setelah pensiun juga mengabdikan dirinya dengan menjadi pelatih. Bahkan, beberapa kali sempat menjadi pelatih lepas Yelena.
Tetapi, fakta itu tak mendorong Isinbayeva untuk mengikuti jejak idolanya tersebut. "Saya sebenarnya ingin sekali menjadi pelatih. Bagiku itu profesi yang sangat mulia. Namun, menurutku hanya orang-orang terpilih yang bisa jadi pelatih," katanya seperti dilansir espnfc.com Kamis (1/11/2012).
Karena karakternya yang tak sabaran, kata Yelena, ia sulit untuk bisa mendidik para atlet lain. Terlebih mendidik para atlet anak-anak di mana mereka membutuhkan perhatian dan kesabaran ekstra.
"Saya tak akan jadi pelatih hebat karena saya tak punya kesabaran mengoreksi setiap kesalahan murid-muridku. Lagi pula saya tergolong orang yang gampang naik darah," katanya.
Padahal, kalau dari segi intelektualitas, Yelena sebenarnya sangat memenuhi syarat. Ia lulusan jurusan olahraga dan menguasai tiga bahasa, yaitu Inggris, Italia, dan Rusia.
Karena itu pula, Yelena melontarkan pujian setinggi langit kepada pelatihnya, Evgeny Trofimov. Di matanya, sang pelatih yang telah bersama-sama dengannya hampir 15 tahun itu adalah pelatih yang memiliki kesabaran ekstra luar biasa. "Terutama karena ia punya murid yang gampang marah seperti aku," tutur Yelena.
"Pelatih hebat harus memiliki kesabaran cadangan, dan selama 24 jam terus memikirkan muridnya, bukan dirinya, bukan juga keluarganya. Dan, itulah yang dilakukan pelatih hebat itu," katanya.
Bakat istimewa ditambah pelatih hebat akhirnya menghasilkan sosok Yelena yang fenomenal. Sebutan ratu lompat galah bukan sekadar ungkapan kosong. Ia pernah tak terkalahkan di sembilan kali kejuaraan utama—sejak Kejuaraan Dunia Indoor 2004 sampai Kejuaraan Dunia 2009 di Berlin. Prestasi yang belum pernah disamai atlet mana pun.
Penyebabnya dia tak mau melatih adalah dirinya mengaku sangat egoistis serta tak sabaran. Karakter seperti demikian, kata atlet berusia 30 tahun ini, jelas tak cocok untuk menjadi pelatih.
Seniornya, pemegang rekor dunia lompat galah putra, Sergei Bubka, setelah pensiun juga mengabdikan dirinya dengan menjadi pelatih. Bahkan, beberapa kali sempat menjadi pelatih lepas Yelena.
Tetapi, fakta itu tak mendorong Isinbayeva untuk mengikuti jejak idolanya tersebut. "Saya sebenarnya ingin sekali menjadi pelatih. Bagiku itu profesi yang sangat mulia. Namun, menurutku hanya orang-orang terpilih yang bisa jadi pelatih," katanya seperti dilansir espnfc.com Kamis (1/11/2012).
Karena karakternya yang tak sabaran, kata Yelena, ia sulit untuk bisa mendidik para atlet lain. Terlebih mendidik para atlet anak-anak di mana mereka membutuhkan perhatian dan kesabaran ekstra.
"Saya tak akan jadi pelatih hebat karena saya tak punya kesabaran mengoreksi setiap kesalahan murid-muridku. Lagi pula saya tergolong orang yang gampang naik darah," katanya.
Padahal, kalau dari segi intelektualitas, Yelena sebenarnya sangat memenuhi syarat. Ia lulusan jurusan olahraga dan menguasai tiga bahasa, yaitu Inggris, Italia, dan Rusia.
Karena itu pula, Yelena melontarkan pujian setinggi langit kepada pelatihnya, Evgeny Trofimov. Di matanya, sang pelatih yang telah bersama-sama dengannya hampir 15 tahun itu adalah pelatih yang memiliki kesabaran ekstra luar biasa. "Terutama karena ia punya murid yang gampang marah seperti aku," tutur Yelena.
"Pelatih hebat harus memiliki kesabaran cadangan, dan selama 24 jam terus memikirkan muridnya, bukan dirinya, bukan juga keluarganya. Dan, itulah yang dilakukan pelatih hebat itu," katanya.
Bakat istimewa ditambah pelatih hebat akhirnya menghasilkan sosok Yelena yang fenomenal. Sebutan ratu lompat galah bukan sekadar ungkapan kosong. Ia pernah tak terkalahkan di sembilan kali kejuaraan utama—sejak Kejuaraan Dunia Indoor 2004 sampai Kejuaraan Dunia 2009 di Berlin. Prestasi yang belum pernah disamai atlet mana pun.
(wbs)