Fokus pertarungan, Froch berlatih spartan
Jum'at, 02 November 2012 - 21:09 WIB
Fokus pertarungan, Froch berlatih spartan
A
A
A
Sindonews.com - Jelang menghadapi petinju Amerika, Yusaf Mack, di Notingham pada 17 November mendatang, petinju veteran Inggris, Carl Froch, melakukan banyak latihan. Petinju kelahiran Nottingham 35 tahun yang lalu itu benar-benar mencintai latihan. "Bahkan ketika saya sedang berlibur masih ada saja dorongan untuk terus berlatih," terangnya, dilansir Boxing Scene, Jumat (2/11).
"Saya suka melakukan dan menjalankan aktivitas. Saya tidak suka perasaan malas atau keluar dari kebiasaan. Itu bukan sesuatu yang aku suka."
Pemilik rekor 29 menang (21KO) dan 2 kali kalah itu mengungkapkan bahwa ia menikmati dirinya berada di antara pertarungan, namun itu bukanlah sesuatu hal yang lebih baik untuk berlatih dan berkompetisi baginya. "Saya benar-benar mencintai apa yang saya lakukan. Saya tidak suka pergi keluar dan minum. Saya berhenti minum sehari setelah mabuk berat saat saya masih berusia 21 tahun," tutur juara kelas menengah super IBF itu.
"Sekarang saya fokus untuk duel berikutnya. Usia semakin tua tidak membuat saya khawatir. Sebab, itu bukanlah alasan yang membuat saya lebih lemah dan lebih lambat."
"Saya menikmati setiap menit dari karir tinju saya dan telah bertarung dengan semua petinju kelas atas. Selama saya merasa saya bisa melakukannya, saya berniat untuk terus melanjutkan karir tinju saya," pungkas Froch, yang berharap bisa menjalani empat pertarungan dengan petinju kelas atas sebelum ia pensiun.
"Saya suka melakukan dan menjalankan aktivitas. Saya tidak suka perasaan malas atau keluar dari kebiasaan. Itu bukan sesuatu yang aku suka."
Pemilik rekor 29 menang (21KO) dan 2 kali kalah itu mengungkapkan bahwa ia menikmati dirinya berada di antara pertarungan, namun itu bukanlah sesuatu hal yang lebih baik untuk berlatih dan berkompetisi baginya. "Saya benar-benar mencintai apa yang saya lakukan. Saya tidak suka pergi keluar dan minum. Saya berhenti minum sehari setelah mabuk berat saat saya masih berusia 21 tahun," tutur juara kelas menengah super IBF itu.
"Sekarang saya fokus untuk duel berikutnya. Usia semakin tua tidak membuat saya khawatir. Sebab, itu bukanlah alasan yang membuat saya lebih lemah dan lebih lambat."
"Saya menikmati setiap menit dari karir tinju saya dan telah bertarung dengan semua petinju kelas atas. Selama saya merasa saya bisa melakukannya, saya berniat untuk terus melanjutkan karir tinju saya," pungkas Froch, yang berharap bisa menjalani empat pertarungan dengan petinju kelas atas sebelum ia pensiun.
(nug)