Bonus atlet masih belum jelas
Kamis, 08 November 2012 - 16:12 WIB
Bonus atlet masih belum jelas
A
A
A
Sindonews.com – Pemberian bonus untuk atlet peraih mendali pada event PON dan Peparnas Riau 2012 hingga saat ini belum ada kejelasan.
KONI Jateng masih berusaha untuk segera mencairkan anggaran. Diusahakan bonus tersebut cair sebelum pelaksanaan Musyawarah Provinsi (Musorprov) KONI Jateng yang bakal digelar 18-19 Desember mendatang.
Sebagaimana diketahui, pada ajang PON Riau kemarin, kontingen Jateng membawa pulang 47 emas, 52 perak dan juga 66 perunggu. Dengan perolehan tersebut Jateng bertengger di posisi empat.
Sementara di ajang Peparnas 2012, mampu mempertahankan juara umum pada Peparnas Kaltim 2008 lalu dengan menyabet 90 emas, 55 perak dan 42 perunggu.
Ketua KONI Jateng, Soediro Atmoprawiro mengungkapkan, masalah penganggaran bonus atlet saat ini sedang dalam pembicaraan baik dengan Pemprov Jateng maupun Komisi E DPRD Jateng dan masih menunggu hasil paripurna.
Dan kemungkinan baru akan terealisasi awal tahun 2013 mendatang. Namun meski begitu, pihaknya berusaha supaya bonus dapat cair pada bulan Desember.
”Pada prinsipnya kami tetap berupaya untuk segera menyelesaikan masalah tali asih ini secepatnya,” terang Soediro, Kamis (8/11).
Dia menjelaskan, untuk angaran bunus atlet mengalami penggengkakan hingga Rp 3 miliar dari yang dianggarkan sebelumnya. “Tahun 2011 lalu kita menganggarkan Rp23 miliar, dan membengkak menjadi Rp26 Miliar,”katanya.
Pembengkakan tersebut tak lepas karena hasil manis yang ditorehkan anak-anak Jateng ketika berhasil menyabet gelar juara umum Peparnas XIV.
Sementara Kabid Perencanaan dan Anggaran KONI Jateng, Harry Nuryanto menambahkan, meski terasa sulit untuk bisa mencairkan anggaran pada bulan Desember, namun pihaknya akan tetap berusaha mencairkan anggaran tersebut.
“Karena itu masih tanggung jawab pengurus yang sekarang jadi, sebisa mungkin sebelum Musorprov sudah bisa dicairkan,” tambahnya.
KONI Jateng masih berusaha untuk segera mencairkan anggaran. Diusahakan bonus tersebut cair sebelum pelaksanaan Musyawarah Provinsi (Musorprov) KONI Jateng yang bakal digelar 18-19 Desember mendatang.
Sebagaimana diketahui, pada ajang PON Riau kemarin, kontingen Jateng membawa pulang 47 emas, 52 perak dan juga 66 perunggu. Dengan perolehan tersebut Jateng bertengger di posisi empat.
Sementara di ajang Peparnas 2012, mampu mempertahankan juara umum pada Peparnas Kaltim 2008 lalu dengan menyabet 90 emas, 55 perak dan 42 perunggu.
Ketua KONI Jateng, Soediro Atmoprawiro mengungkapkan, masalah penganggaran bonus atlet saat ini sedang dalam pembicaraan baik dengan Pemprov Jateng maupun Komisi E DPRD Jateng dan masih menunggu hasil paripurna.
Dan kemungkinan baru akan terealisasi awal tahun 2013 mendatang. Namun meski begitu, pihaknya berusaha supaya bonus dapat cair pada bulan Desember.
”Pada prinsipnya kami tetap berupaya untuk segera menyelesaikan masalah tali asih ini secepatnya,” terang Soediro, Kamis (8/11).
Dia menjelaskan, untuk angaran bunus atlet mengalami penggengkakan hingga Rp 3 miliar dari yang dianggarkan sebelumnya. “Tahun 2011 lalu kita menganggarkan Rp23 miliar, dan membengkak menjadi Rp26 Miliar,”katanya.
Pembengkakan tersebut tak lepas karena hasil manis yang ditorehkan anak-anak Jateng ketika berhasil menyabet gelar juara umum Peparnas XIV.
Sementara Kabid Perencanaan dan Anggaran KONI Jateng, Harry Nuryanto menambahkan, meski terasa sulit untuk bisa mencairkan anggaran pada bulan Desember, namun pihaknya akan tetap berusaha mencairkan anggaran tersebut.
“Karena itu masih tanggung jawab pengurus yang sekarang jadi, sebisa mungkin sebelum Musorprov sudah bisa dicairkan,” tambahnya.
(wbs)