Sakit hati, alasan Harden tinggalkan Thunder
Kamis, 08 November 2012 - 18:55 WIB
Sakit hati, alasan Harden tinggalkan Thunder
A
A
A
Sindonews.com - Kendati mendapat sambutan hangat dan menampilkan permainan spektakuler dalam dua pertandingan awalnya bersama Houston Rockets, James Harden masih belum bisa menyembunyikan kekesalannya terhadap keputusan Oklahoma City Thunder untuk mendepaknya.
Pemain yang biasa menempati posisi shooting guard itu mengaku kecewa dengan cara Thunder dalam melakukan negosiasi kontrak dengannya di hari-hari akhir kebersamaannya. Menurutnya, dia hanya diberi tenggat waktu satu jam untuk memutuskan bersedia menerima atau tidak dengan kontrak berdurasi empat tahun sebesar USD54 juta (sekitar Rp518,78 miliar), tawaran itu USD6 juta lebih rendah dari yang diharapkannya.
"Setelah segala sesuatu yang telah kita lakukan bersama. Anda hanya memberi saya waktu satu jam? Ini adalah salah satu keputusan terbesar dalam hidup saya. Padahal saya ingin pulang dan berdoa terkait hal tersebut," jelas pemilik tinggi badan 196 cm tersebut ketika diwawancarai Yahoo Sports, Rabu (7/11). "Itu menyakiti saya. Itu benar-benar menyakitkan. Siapa yang tahu? Di hari lain, siapa yang tahu apa yang akan dilakukan di hari lain?"
Harden sangat menghargai kesempatan yang diberikan tim barunya saat kali pertama bergabung. Dia mengakui tidak akan mendapatkan perhatian yang sama jika tetap tinggal di Thunder. Sebab, di sana ia masih berada di bawah bayang-bayang mega bintang Kevin Durant dan Russell Westbrook. Namun, pemain berusia 23 tahun itu juga menjelaskan tidak ada masalah dengan perannya di Thunder.
"Saya berada di sana bersama orang-orang berbakat di Oklahoma City, beberapa pemain All-Star, dan saya akan tetap berada di kursi belakang di sana -saya tidak ada masalah dengan itu- tapi saya tidak akan mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan betapa benar-benar berbakatnya diriku. Itu adalah kesempatan yang berbeda bagi saya di sini."
Pemain yang biasa menempati posisi shooting guard itu mengaku kecewa dengan cara Thunder dalam melakukan negosiasi kontrak dengannya di hari-hari akhir kebersamaannya. Menurutnya, dia hanya diberi tenggat waktu satu jam untuk memutuskan bersedia menerima atau tidak dengan kontrak berdurasi empat tahun sebesar USD54 juta (sekitar Rp518,78 miliar), tawaran itu USD6 juta lebih rendah dari yang diharapkannya.
"Setelah segala sesuatu yang telah kita lakukan bersama. Anda hanya memberi saya waktu satu jam? Ini adalah salah satu keputusan terbesar dalam hidup saya. Padahal saya ingin pulang dan berdoa terkait hal tersebut," jelas pemilik tinggi badan 196 cm tersebut ketika diwawancarai Yahoo Sports, Rabu (7/11). "Itu menyakiti saya. Itu benar-benar menyakitkan. Siapa yang tahu? Di hari lain, siapa yang tahu apa yang akan dilakukan di hari lain?"
Harden sangat menghargai kesempatan yang diberikan tim barunya saat kali pertama bergabung. Dia mengakui tidak akan mendapatkan perhatian yang sama jika tetap tinggal di Thunder. Sebab, di sana ia masih berada di bawah bayang-bayang mega bintang Kevin Durant dan Russell Westbrook. Namun, pemain berusia 23 tahun itu juga menjelaskan tidak ada masalah dengan perannya di Thunder.
"Saya berada di sana bersama orang-orang berbakat di Oklahoma City, beberapa pemain All-Star, dan saya akan tetap berada di kursi belakang di sana -saya tidak ada masalah dengan itu- tapi saya tidak akan mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan betapa benar-benar berbakatnya diriku. Itu adalah kesempatan yang berbeda bagi saya di sini."
(nug)