Pelatih PSM protes lapangan latihan tidak steril
Jum'at, 09 November 2012 - 20:26 WIB
Pelatih PSM protes lapangan latihan tidak steril
A
A
A
Sindonews.com - PSM Makassar sudah menjalani beberapa kali latihan rutin di lapangan Karebosi. Namun, kondisi lapangan yang tidak steril mengganggu konsentrasi pemain. Pelatih PSM Petar Segrt menjelaskan, sesuai janji manajamen, lapangan yang digunakan oleh anak-anak asuhnya untuk berlatih saat ini, tidak bisa dipakai tim lain.
Namun, kenyataannya, dari beberapa kali latihan di lapangan tersebut, masih saja bercampur dengan tim lain. ''Kondisi ini sangat buruk untuk pemain yang sedang latihan,” jelasnya.
Menurutnya, lapangan tersebut harus steril dan tidak bisa bercampur dengan tim mana pun. Dia berharap, persoalan tersebut segera diatasi. ''Manajemen harus tahu masalah ini dan tidak bisa dibiarkan,” katanya.
Dia mengatakan, dampak buruk jika terus menerus bertukar tempat dengan tim lain, anak-anak asuhnya sulit. ''Ini masalah yang serius untuk tim. Harus dicarikan solusinya,” ucap Petar.
Pria asal Kroasia ini menjelaskan, anak-anak asuhnya terus memperlihatkan tren peningkatan. Baik dari kecepatan maupun pressing. ''Mereka sudah lebih kuat dibanding latihan minggu lalu,”paparnya.
Eks arsitek klub Bali Devata ini mengatakan, untuk sesi game, dia membagi 22 pemain menjadi dua tim. ''Saya meminta mereka bermain dengan mengandalkan sisi sayap kanan dan kiri,” sebutnya.
Pola ini digunakan untuk memaksimalkan pemain sayap PSM dalam memberikan crossing ke lini depan. ''Selain itu, lapangan tengah saat ini sudah cukup baik,” ucapnya.
Petar masih membutuhkan pemain belakang dengan tinggi badan di atas rata-rata orang Indonesia. ''Saya butuh pemain belakang yang jangkung untuk menghalau bola-bola crossing,” jelasnya.
Media Officer (MO) PSM, Andi Widya Syadzwina mengatakan, berapa jumlah pemain termasuk darimana asalnya, menjadi tanggung jawab manajemen. ''Pelatih merokomendasikan, kemudian diputuskan manajemen,” pungkasnya.
Namun, kenyataannya, dari beberapa kali latihan di lapangan tersebut, masih saja bercampur dengan tim lain. ''Kondisi ini sangat buruk untuk pemain yang sedang latihan,” jelasnya.
Menurutnya, lapangan tersebut harus steril dan tidak bisa bercampur dengan tim mana pun. Dia berharap, persoalan tersebut segera diatasi. ''Manajemen harus tahu masalah ini dan tidak bisa dibiarkan,” katanya.
Dia mengatakan, dampak buruk jika terus menerus bertukar tempat dengan tim lain, anak-anak asuhnya sulit. ''Ini masalah yang serius untuk tim. Harus dicarikan solusinya,” ucap Petar.
Pria asal Kroasia ini menjelaskan, anak-anak asuhnya terus memperlihatkan tren peningkatan. Baik dari kecepatan maupun pressing. ''Mereka sudah lebih kuat dibanding latihan minggu lalu,”paparnya.
Eks arsitek klub Bali Devata ini mengatakan, untuk sesi game, dia membagi 22 pemain menjadi dua tim. ''Saya meminta mereka bermain dengan mengandalkan sisi sayap kanan dan kiri,” sebutnya.
Pola ini digunakan untuk memaksimalkan pemain sayap PSM dalam memberikan crossing ke lini depan. ''Selain itu, lapangan tengah saat ini sudah cukup baik,” ucapnya.
Petar masih membutuhkan pemain belakang dengan tinggi badan di atas rata-rata orang Indonesia. ''Saya butuh pemain belakang yang jangkung untuk menghalau bola-bola crossing,” jelasnya.
Media Officer (MO) PSM, Andi Widya Syadzwina mengatakan, berapa jumlah pemain termasuk darimana asalnya, menjadi tanggung jawab manajemen. ''Pelatih merokomendasikan, kemudian diputuskan manajemen,” pungkasnya.
(aww)