Depak Bayemi, Persebaya kejar Fabiano
Jum'at, 09 November 2012 - 22:22 WIB
Depak Bayemi, Persebaya kejar Fabiano
A
A
A
Sindonews.com - Teka-teki calon pengganti Otavio Dutra di lini belakang Persebaya mulai menemukan titik terang. Setelah mendepak Erick Bayemi, kini muncul tiga kandidat. Salah satunya, Fabiano Beltrame.
Nama Fabiano sudah tidak asing lagi di kancah sepak bola Indonesia. Maklum, sudah enam tahun pemain asal Brasil itu malang melintang di Indonesia. Mulai dari membela Persiter Ternate, Persela Lamongan dan terakhir memperkuat Persija Jakarta di ajang Indonesia Primer League (IPL) musim lalu. Fabiano bisa dibilang salah satu pemain belakang asing terbaik di Indonesia.
Minat Persebaya IPL memboyong Fabiano tidak hanya isapan jempol. Terbukti, Pelatih Persebaya Ibnu Grahan mengaku sudah melakukan negosiasi langsung. "Saya sudah menghubungi langsung, termasuk bicara harga yang diminta Fabiono. Memang masih belum ada kesepakatan, " ucap Ibnu, usai memimpin latihan di Lapangan Karangayam, Jumat pagi (9/11).
Meski enggan menyebut harga yang diminta Fabiano, namun dari sumber terpercaya mengatakan jika mantan kapten Persela itu mematok harga Rp1,5 miliar. Konon, harga tinggi ini yang membuat Ibnu masih berpikir dua. Sebab, plafon harga pemain asing Persebaya berkisar antara Rp800 juta sampai dengan Rp900 juta. "Kita juga akan berikan fasilitas tambahan di Surabaya, " ujar Ibnu.
Yang jelas, lanjut Ibnu, jika ada kecocokan harga, Fabiano akan langsung menjadi pemain Persebaya tanpa menjalani seleksi seperti pemain asing maupun lokal lainnya. "Kalau cocok harganya, tidak usah seleksi. Dia pemain bagus, mungkin hanya perlu menjalani tes medis saja, " ucap suksesor Divaldo Alves ini.
Jika gagal mendapatkan Fabiano, Persebaya sudah menyiapkan alternatif lain, yaitu mengundang pemain asing asal Kroasia Mijo Dadic dan pemain asal Macedonia Goran Gancev. "Dadic sudah kita undang untuk ikut seleksi kalau Goran memang melamar dan kita berikan kesempatan, " ucapnya.
Sebelumnya, Dadic memang sudah diundang Persebaya dalam seleksi tahap pertama. Namun mantan pemain Deltras Sidoarjo dan Persiba itu mengaku masih bermain di Liga Singapura. Sedangkan Goran rencananya akan tiba di Surabaya, tadi malam. "Pemain-pemain yang sudah punya nama seperti Dadic, biasanya minta deal harga dulu, baru mau datang, " ucapnya.
Kualitas Dadic sebenarnya juga hampir sama dengan Fabiano. Namun Ibnu mengaku lebih gembira jika berhasil mengaet Fabiano. Bisa jadi karena Fabiano berasal dari Brasil sama dengan Otavio Dutra. "Memang lebih memilih Fabiano, tapi saya tidak bisa seperti itu karena kita punya batasan anggaran," ucap Ibnu.
Sementara Goran Gancev memang masih belum diketahui betul kualitasnya karena baru satu musim di Indonesia. Musim lalu, pemain asal Makedonia itu membela PSMS Medan. "Kita akan lihat dulu di lapangan nanti. Hari ini (kemarin) katanya sudah bisa datang, mungkin besok atau lusa sudah ikut latihan, " ujarnya.
Sejak kemarin, Persebaya sudah memulangkan Erick Bayemi. Mantan pemain Persidafon itu dinyatakan tidak lolos seleksi. Sejak awal, nama Bayemi memang tidak termasuk dalam daftar rekomendasi Ketua Tim Seleksi Persebaya, Danurwindo. "Kebutuhan mendesak Persebaya sekarang ada di posisi belakang dan tambahan satu striker lagi, " ujarnya.
Terpisah, CEO Persebaya Gede Widiade mengatakan jika ingin mencoba pemain belakang asal Eropa Timur karena selain unggul postur dan punya displin tinggi, "Pemain Eropa Timur punya displin dan daya juang tinggi, cocok untuk pemain belakang. Kita perlu mencobanya, " tandasnya.
Nama Fabiano sudah tidak asing lagi di kancah sepak bola Indonesia. Maklum, sudah enam tahun pemain asal Brasil itu malang melintang di Indonesia. Mulai dari membela Persiter Ternate, Persela Lamongan dan terakhir memperkuat Persija Jakarta di ajang Indonesia Primer League (IPL) musim lalu. Fabiano bisa dibilang salah satu pemain belakang asing terbaik di Indonesia.
Minat Persebaya IPL memboyong Fabiano tidak hanya isapan jempol. Terbukti, Pelatih Persebaya Ibnu Grahan mengaku sudah melakukan negosiasi langsung. "Saya sudah menghubungi langsung, termasuk bicara harga yang diminta Fabiono. Memang masih belum ada kesepakatan, " ucap Ibnu, usai memimpin latihan di Lapangan Karangayam, Jumat pagi (9/11).
Meski enggan menyebut harga yang diminta Fabiano, namun dari sumber terpercaya mengatakan jika mantan kapten Persela itu mematok harga Rp1,5 miliar. Konon, harga tinggi ini yang membuat Ibnu masih berpikir dua. Sebab, plafon harga pemain asing Persebaya berkisar antara Rp800 juta sampai dengan Rp900 juta. "Kita juga akan berikan fasilitas tambahan di Surabaya, " ujar Ibnu.
Yang jelas, lanjut Ibnu, jika ada kecocokan harga, Fabiano akan langsung menjadi pemain Persebaya tanpa menjalani seleksi seperti pemain asing maupun lokal lainnya. "Kalau cocok harganya, tidak usah seleksi. Dia pemain bagus, mungkin hanya perlu menjalani tes medis saja, " ucap suksesor Divaldo Alves ini.
Jika gagal mendapatkan Fabiano, Persebaya sudah menyiapkan alternatif lain, yaitu mengundang pemain asing asal Kroasia Mijo Dadic dan pemain asal Macedonia Goran Gancev. "Dadic sudah kita undang untuk ikut seleksi kalau Goran memang melamar dan kita berikan kesempatan, " ucapnya.
Sebelumnya, Dadic memang sudah diundang Persebaya dalam seleksi tahap pertama. Namun mantan pemain Deltras Sidoarjo dan Persiba itu mengaku masih bermain di Liga Singapura. Sedangkan Goran rencananya akan tiba di Surabaya, tadi malam. "Pemain-pemain yang sudah punya nama seperti Dadic, biasanya minta deal harga dulu, baru mau datang, " ucapnya.
Kualitas Dadic sebenarnya juga hampir sama dengan Fabiano. Namun Ibnu mengaku lebih gembira jika berhasil mengaet Fabiano. Bisa jadi karena Fabiano berasal dari Brasil sama dengan Otavio Dutra. "Memang lebih memilih Fabiano, tapi saya tidak bisa seperti itu karena kita punya batasan anggaran," ucap Ibnu.
Sementara Goran Gancev memang masih belum diketahui betul kualitasnya karena baru satu musim di Indonesia. Musim lalu, pemain asal Makedonia itu membela PSMS Medan. "Kita akan lihat dulu di lapangan nanti. Hari ini (kemarin) katanya sudah bisa datang, mungkin besok atau lusa sudah ikut latihan, " ujarnya.
Sejak kemarin, Persebaya sudah memulangkan Erick Bayemi. Mantan pemain Persidafon itu dinyatakan tidak lolos seleksi. Sejak awal, nama Bayemi memang tidak termasuk dalam daftar rekomendasi Ketua Tim Seleksi Persebaya, Danurwindo. "Kebutuhan mendesak Persebaya sekarang ada di posisi belakang dan tambahan satu striker lagi, " ujarnya.
Terpisah, CEO Persebaya Gede Widiade mengatakan jika ingin mencoba pemain belakang asal Eropa Timur karena selain unggul postur dan punya displin tinggi, "Pemain Eropa Timur punya displin dan daya juang tinggi, cocok untuk pemain belakang. Kita perlu mencobanya, " tandasnya.
(aww)