PSM Makassar minim pemain asing
Senin, 12 November 2012 - 20:25 WIB
PSM Makassar minim pemain asing
A
A
A
Sindonews.com - PSM Makassar kemungkinan besar hanya diperkuat satu atau dua pemain asing di Indonesian Premier League (IPL) musim 2012/2013. Pelatih PSM Makassar Petar Segrt mengatakan, saat ini masih ada satu pemain asing yang bertahan dan akan tetap memperkuat tim Juku Eja di musim mendatang yakni Ilija Spasojevic.
Mungkin saja jumlah tersebut tidak akan bertambah jika Velentino Telaubun serta Raphael Maitimo mau bergabung di PSM. "Saya tertarik dengan dua pemain itu. Mereka pemain yang cukup berkualitas. Raphael pernah bersama saya di Bali Devata," tuturnya.
Menurutnya, jika Velentino dan Raphael mau ke PSM, maka posisi kosong yang ditinggalkan dua pilar asing, sudah terisi. "Velentino bisa mengisi posisi yang ditinggalkan Febre," jelas dia.
Sedangkan Raphael yang saat ini sudah berpaspor Indonesia, bisa mengisi pos yang ditinggalkan Kwon Jun. "Untuk tambahan satu pemain lagi, bisa dari Indonesia bisa juga dari luar asing," kata dia.
Karena yang paling utama menurut dia adalah kualitas. Petar mengatakan, jika pemain lokal penampilannya jauh lebih baik dari pemain asing, maka pilihannya adalah lokal. "Tidak harus pemain asing. Paling penting adalah kualitasnya," ucapnya.
Petar memberikan contoh, untuk dua pemain lokal incaran tersebut. Valentino berpostur cukup tinggi dan tangguh di lini belakang. "Dia pemain dengan postur tinggi dan disiplin dilini belakang," sebutnya.
Sedangkan Raphael adalah pemain bertahan yang juga punya kualitas dan pribadinya juga cukup baik. "Walaupun lama tidak menjalin kontak dengan Raphael, tapi saya tahu dia pemain yang cukup bagus," tuturnya.
Petar mengaku, kepastian diboyongnya dua pemain tersebut ke Makassar ada di tangan manajemen PSM. "Manajemen yang memutuskan berapa jumlah pemain yang dibutuhkan musim mendatang," katanya.
Karena menurut dia, hak budget bukan di tangan pelatih. Namun ada di Ketua Umum PSM yakni Sadikin Aksa dan CEO Rully Habibie. "Berapa budget untuk pemain yang dibutuhkan, jangan tanya pada saya. Itu tanggung jawab manajemen," ucapnya.
CEO PSM Makassar Rully masih enggan bicara soal jatah pemain asing yang akan memperkuat tim termasuk jumlah armada Petar dimusim mendatang. "Jangan berandai-andai soal jumlah pemain termasuk quota pemain asing musim mendatang," tuturnya.
Alasannya, klub bisa mengambil langkah serius, jika sudah ada jadwal liga. Termasuk regulasi yang pasti soal pemain dari operator liga." Bagaimana mungkin kita kontrak pemain kalau regulasinya belum jelas," papar dia.
Contoh sederhananya menurut Rully, dimusim depan PSM merencanakan mengontrak sejumlah pemain senior." Tiba-tiba keluar regulasi baru, kalau kriteria pemain untuk IPL, hanya yang berusia 22 tahun," tuturnya.
Menurut dia, yang paling menanggung kerugian akibat kontrak tersebut adalah manajemen. Apalagi di tengahnya terbatasnya keuangan klub. "Alasan-alasan itulah yang membuat kami enggan berspekulasi," ucapnya.
Rully menjelaskan, program tim dan manajemen bisa berjalan normal jika manual liga, sudah resmi dikeluarkan operator liga yakni PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS). "Jangan berandai-andai, tunggu saja kepastiannya," pungkasnya.
Mungkin saja jumlah tersebut tidak akan bertambah jika Velentino Telaubun serta Raphael Maitimo mau bergabung di PSM. "Saya tertarik dengan dua pemain itu. Mereka pemain yang cukup berkualitas. Raphael pernah bersama saya di Bali Devata," tuturnya.
Menurutnya, jika Velentino dan Raphael mau ke PSM, maka posisi kosong yang ditinggalkan dua pilar asing, sudah terisi. "Velentino bisa mengisi posisi yang ditinggalkan Febre," jelas dia.
Sedangkan Raphael yang saat ini sudah berpaspor Indonesia, bisa mengisi pos yang ditinggalkan Kwon Jun. "Untuk tambahan satu pemain lagi, bisa dari Indonesia bisa juga dari luar asing," kata dia.
Karena yang paling utama menurut dia adalah kualitas. Petar mengatakan, jika pemain lokal penampilannya jauh lebih baik dari pemain asing, maka pilihannya adalah lokal. "Tidak harus pemain asing. Paling penting adalah kualitasnya," ucapnya.
Petar memberikan contoh, untuk dua pemain lokal incaran tersebut. Valentino berpostur cukup tinggi dan tangguh di lini belakang. "Dia pemain dengan postur tinggi dan disiplin dilini belakang," sebutnya.
Sedangkan Raphael adalah pemain bertahan yang juga punya kualitas dan pribadinya juga cukup baik. "Walaupun lama tidak menjalin kontak dengan Raphael, tapi saya tahu dia pemain yang cukup bagus," tuturnya.
Petar mengaku, kepastian diboyongnya dua pemain tersebut ke Makassar ada di tangan manajemen PSM. "Manajemen yang memutuskan berapa jumlah pemain yang dibutuhkan musim mendatang," katanya.
Karena menurut dia, hak budget bukan di tangan pelatih. Namun ada di Ketua Umum PSM yakni Sadikin Aksa dan CEO Rully Habibie. "Berapa budget untuk pemain yang dibutuhkan, jangan tanya pada saya. Itu tanggung jawab manajemen," ucapnya.
CEO PSM Makassar Rully masih enggan bicara soal jatah pemain asing yang akan memperkuat tim termasuk jumlah armada Petar dimusim mendatang. "Jangan berandai-andai soal jumlah pemain termasuk quota pemain asing musim mendatang," tuturnya.
Alasannya, klub bisa mengambil langkah serius, jika sudah ada jadwal liga. Termasuk regulasi yang pasti soal pemain dari operator liga." Bagaimana mungkin kita kontrak pemain kalau regulasinya belum jelas," papar dia.
Contoh sederhananya menurut Rully, dimusim depan PSM merencanakan mengontrak sejumlah pemain senior." Tiba-tiba keluar regulasi baru, kalau kriteria pemain untuk IPL, hanya yang berusia 22 tahun," tuturnya.
Menurut dia, yang paling menanggung kerugian akibat kontrak tersebut adalah manajemen. Apalagi di tengahnya terbatasnya keuangan klub. "Alasan-alasan itulah yang membuat kami enggan berspekulasi," ucapnya.
Rully menjelaskan, program tim dan manajemen bisa berjalan normal jika manual liga, sudah resmi dikeluarkan operator liga yakni PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS). "Jangan berandai-andai, tunggu saja kepastiannya," pungkasnya.
(aww)