Lepas Evan Dimas, Persebaya dilamar gelandang timnas
Senin, 12 November 2012 - 20:59 WIB
Lepas Evan Dimas, Persebaya dilamar gelandang timnas
A
A
A
Sindonews.com - Sinyal Persebaya IPL bakal melepas pemain Timnas-23 Evan Dimas semakin menguat. Selain belum menampakkan diri dalam latihan, Persebaya juga sudah mendatangkan pemain Timnas lainnya, yaitu Syahroni.
Awalnya Persebaya sudah berniat akan merekut Evan Dimas dengan status pemain magang karena merupakan pemain anggota klub internal PSSI Surabaya. Namun,sayang, meski berstatus "keluarga" sendiri, namun klub Mitra Surabaya mempersulit dengan tidak mengizinkan Dimas mengikuti latihan. Saat itu, Mitra Surabaya beralasan manajemen Persebaya belum jelas.
Anehnya Mitra Surabaya tetap tidak mengizinkan Dimas berlatih bersama Persebaya IPL, meski Gede Widiade sudah resmi menjabar sebagai CEO. Kabar berkembang, Mitra Surabaya mematok uang kompensasi terlalu tinggi kepada manajemen IPL.
Padahal, selama ini, manajemen Persebaya IPL memberikan uang kompensasi kepada klub anggota sebesar Rp 10 sampai Rp 15 juta setiap pemain yang akan direkrut, "Mintanya di atas rata-rata, klub internal biasa kita berikan 50 bola ini minta terlalu banyak 100 bola,"ujar sumber di Persebaya memberikan perumpaman. "Memang masih ada kendala, " timpal Pelatih Persebaya Ibnu Grahan.
Akibat permintaan tidak logis, nasib Evan Dimas sampai sekarang masih mengambang. Padahal, mantan pemain tim PON Jatim ini cukup punya potensi menjadi pemain andal. Termasuk hampir lolos dalam seleksi pemandu bakat Barcelona beberapa waktu lalu. "Tidak ada aktifitas lainnya, selain kuliah, " ujar Evan Dimas pasrah.
Sinyal Persebaya melepas Evan Dimas semakin terlihat dengan kehadiran pemain Timnas U 23 lainnya, Syahroni dalam latihan di Lapangan Karangayam, Senin pagi (12/11). Selain sama-sama berstatus punggawa Garuda Muda, posisi Syahroni juga hampir sama dengan Evan Dimas, yaitu gelandang serang.
Syahroni mengaku memilih ikut seleksi di Persebaya meski di satu sisi ia mendapat tawaran dari tim Indonesia Super League (ISL). "Saya datang sendiri karena ingin bergabung dengan Persebaya dan diberikan kesempatan berlatih di sini, ujarnya.
Tidak menutup kemungkinan Persebaya akan mengaet Syahroni, meski kebutuhan utama ada di sektor belakang dan depan. Sebab, status Syahroni free transfer setelah tidak diperpanjang klub lamanya, Persibo Bojonegoro. "Status saya bebas transfer tidak terikat di mana-mana, " ucapnya.
Sementara Pelatih Persebaya Ibnu Grahan juga memberikan kesempatan kepada Syahroni unjuk kemampuan. Meski di lini tengah, Persebaya sudah menumpuk banyak pemain. "Masak kita harus menolak. Tetap kita beri kesempatan, apalagi dia juga cukup punya pengalaman di Timnas ," ujar Ibnu
Rekam jejak Syahroni memang belum terlalu banyak. Pemain kelahiran Tangerang, 10 Agustus 1992, itu mengawali karier profesional bersama Tangerang Wolves. Pada musim 2011-2012, bersama pelatihnya, Paulo Camargo, Syahroni diboyong ke Persibo dan akhirnya membela Timnas U-23.
Bersama Laskar Angling Dharma, bakarnya mulai tercium dan mendapat kesempatan untuk bergabung bersama Timnas U-22 di ajang kualifikasi Piala Asia Grup E. Bersama Hendra Adi Bayau dan Rasyid Bakrie, dia menjadi pemain sentral di lini tengah tim yang diarsiteki Aji Santoso.
Awalnya Persebaya sudah berniat akan merekut Evan Dimas dengan status pemain magang karena merupakan pemain anggota klub internal PSSI Surabaya. Namun,sayang, meski berstatus "keluarga" sendiri, namun klub Mitra Surabaya mempersulit dengan tidak mengizinkan Dimas mengikuti latihan. Saat itu, Mitra Surabaya beralasan manajemen Persebaya belum jelas.
Anehnya Mitra Surabaya tetap tidak mengizinkan Dimas berlatih bersama Persebaya IPL, meski Gede Widiade sudah resmi menjabar sebagai CEO. Kabar berkembang, Mitra Surabaya mematok uang kompensasi terlalu tinggi kepada manajemen IPL.
Padahal, selama ini, manajemen Persebaya IPL memberikan uang kompensasi kepada klub anggota sebesar Rp 10 sampai Rp 15 juta setiap pemain yang akan direkrut, "Mintanya di atas rata-rata, klub internal biasa kita berikan 50 bola ini minta terlalu banyak 100 bola,"ujar sumber di Persebaya memberikan perumpaman. "Memang masih ada kendala, " timpal Pelatih Persebaya Ibnu Grahan.
Akibat permintaan tidak logis, nasib Evan Dimas sampai sekarang masih mengambang. Padahal, mantan pemain tim PON Jatim ini cukup punya potensi menjadi pemain andal. Termasuk hampir lolos dalam seleksi pemandu bakat Barcelona beberapa waktu lalu. "Tidak ada aktifitas lainnya, selain kuliah, " ujar Evan Dimas pasrah.
Sinyal Persebaya melepas Evan Dimas semakin terlihat dengan kehadiran pemain Timnas U 23 lainnya, Syahroni dalam latihan di Lapangan Karangayam, Senin pagi (12/11). Selain sama-sama berstatus punggawa Garuda Muda, posisi Syahroni juga hampir sama dengan Evan Dimas, yaitu gelandang serang.
Syahroni mengaku memilih ikut seleksi di Persebaya meski di satu sisi ia mendapat tawaran dari tim Indonesia Super League (ISL). "Saya datang sendiri karena ingin bergabung dengan Persebaya dan diberikan kesempatan berlatih di sini, ujarnya.
Tidak menutup kemungkinan Persebaya akan mengaet Syahroni, meski kebutuhan utama ada di sektor belakang dan depan. Sebab, status Syahroni free transfer setelah tidak diperpanjang klub lamanya, Persibo Bojonegoro. "Status saya bebas transfer tidak terikat di mana-mana, " ucapnya.
Sementara Pelatih Persebaya Ibnu Grahan juga memberikan kesempatan kepada Syahroni unjuk kemampuan. Meski di lini tengah, Persebaya sudah menumpuk banyak pemain. "Masak kita harus menolak. Tetap kita beri kesempatan, apalagi dia juga cukup punya pengalaman di Timnas ," ujar Ibnu
Rekam jejak Syahroni memang belum terlalu banyak. Pemain kelahiran Tangerang, 10 Agustus 1992, itu mengawali karier profesional bersama Tangerang Wolves. Pada musim 2011-2012, bersama pelatihnya, Paulo Camargo, Syahroni diboyong ke Persibo dan akhirnya membela Timnas U-23.
Bersama Laskar Angling Dharma, bakarnya mulai tercium dan mendapat kesempatan untuk bergabung bersama Timnas U-22 di ajang kualifikasi Piala Asia Grup E. Bersama Hendra Adi Bayau dan Rasyid Bakrie, dia menjadi pemain sentral di lini tengah tim yang diarsiteki Aji Santoso.
(aww)