PSCS tolak 4 pemain asing
Rabu, 14 November 2012 - 16:33 WIB
PSCS tolak 4 pemain asing
A
A
A
Sindonews.com - PSCS Cilacap menolak 4 pemain asing yang ikut dalam seleksi tim berjuluk Laskar Nusakambangan. Keempat pemain impor itu dianggap tidak memenuhi syarat secara skil dan teknik memperkuat tim yang musim depan memastikan berlaga di Divisi Utama di bawah operator PT Liga Indonesia (Liga).
Pelatih PSCS Cilacap Gatot Barnowo mengatakan, saat beruji coba melawan Persisam Putra Samarinda yang berakhir dengan kekalahan 1-3 belum lama ini, tiga dari empat pemain asing ikut dimainkan. Dari laga persahabatan tersebut, ketiganya tidak bagus kualitasnya. Satu pemain tidak dimainkan karena kualitasnya sudah diketahui tidak bagus. "Akhirnya, keempatnya kita tolak karena kualitasnya tidak bagus," katanya, Rabu (14/11/2012).
Menurut dia, keempat pemain asing itu adalah Mohamad Camarra dari Guinea yang sebelumnya bermain di Liga Cina, Julio (Chili), Moris Power (Kamerun) dan Denilson (Paraguay). "Buat apa merekrut pemain asing yang kualitasnya ternyata di bawah pemain domestik. Kalau ingin pemain asing yang bagus, kualitasnya harus di atas pemain domestik. Karena ini berkaitan dengan kuota (3 pemain asing) yang diberikan PT Liga," jelasnya.
Dia mengakui, sampai saat ini klub yang juga berjuluk Hiu Selatan ini belum mendapatkan legiun asing untuk skuad musim depan. Sebenarnya, pelatih kesengsem dengan pemain impor asal Paraguay, Enrique Lokon. Namun, sudut pandang harga atau nilai kontrak yang diinginkan Lokon, di luar jangkauan managemen.
"Jujur, saya memang merekomendasikan Lokon untuk dikontrak karena kualitasnya memang bagus. Tapi Lokon meminta harga tinggi. Managamen mengaku tidak mampu dengan nilai kontrak yang diminta Lokon. Akhirnya negoisasi dengan Lokon mentok, kita tinggal mencari pemain asing lain," papar Mantan Pelatih Persibas Banyumas.
Gatot mengakui, untuk pemain asing tidak begitu getol memilikinya meski regulasi dari operator PT Liga memperbolehkan tim yang berkiprah di Divisi Utama memiliki 3 pemain asing. "Kalau ada pemain asing yang kualitasnya setara, tentu kita lebih memilih pemain domestik. Karena lebih memudahkan memberikan insruksi di pinggir lapangan saat bermain," ungkapnya
Pelatih PSCS Cilacap Gatot Barnowo mengatakan, saat beruji coba melawan Persisam Putra Samarinda yang berakhir dengan kekalahan 1-3 belum lama ini, tiga dari empat pemain asing ikut dimainkan. Dari laga persahabatan tersebut, ketiganya tidak bagus kualitasnya. Satu pemain tidak dimainkan karena kualitasnya sudah diketahui tidak bagus. "Akhirnya, keempatnya kita tolak karena kualitasnya tidak bagus," katanya, Rabu (14/11/2012).
Menurut dia, keempat pemain asing itu adalah Mohamad Camarra dari Guinea yang sebelumnya bermain di Liga Cina, Julio (Chili), Moris Power (Kamerun) dan Denilson (Paraguay). "Buat apa merekrut pemain asing yang kualitasnya ternyata di bawah pemain domestik. Kalau ingin pemain asing yang bagus, kualitasnya harus di atas pemain domestik. Karena ini berkaitan dengan kuota (3 pemain asing) yang diberikan PT Liga," jelasnya.
Dia mengakui, sampai saat ini klub yang juga berjuluk Hiu Selatan ini belum mendapatkan legiun asing untuk skuad musim depan. Sebenarnya, pelatih kesengsem dengan pemain impor asal Paraguay, Enrique Lokon. Namun, sudut pandang harga atau nilai kontrak yang diinginkan Lokon, di luar jangkauan managemen.
"Jujur, saya memang merekomendasikan Lokon untuk dikontrak karena kualitasnya memang bagus. Tapi Lokon meminta harga tinggi. Managamen mengaku tidak mampu dengan nilai kontrak yang diminta Lokon. Akhirnya negoisasi dengan Lokon mentok, kita tinggal mencari pemain asing lain," papar Mantan Pelatih Persibas Banyumas.
Gatot mengakui, untuk pemain asing tidak begitu getol memilikinya meski regulasi dari operator PT Liga memperbolehkan tim yang berkiprah di Divisi Utama memiliki 3 pemain asing. "Kalau ada pemain asing yang kualitasnya setara, tentu kita lebih memilih pemain domestik. Karena lebih memudahkan memberikan insruksi di pinggir lapangan saat bermain," ungkapnya
(wbs)