Zenit enggan bertanggung jawab
Minggu, 18 November 2012 - 04:11 WIB
Zenit enggan bertanggung jawab
A
A
A
Sindonews.com - Pertandingan yang mempertemukan tuan rumah Dynamo Moskow dengan Zenit St-Petersburg, kemarin (17/11), terpaksa dihentikan oleh wasit Alexey Nikolaev. Keputusan itu dilakukan Nikolaev setelah kiper Dynamo, Anton Shunin, tergeletak di lapangan akibat lemparan kembang api dari penonton mencederai matanya.
Meskipun lemparan kembang api diketahui berasal dari tribun yang dihuni oleh tim tamu, namun manajemen Zenit menolak untuk bertanggung jawab atas insiden tersebut. "Perlu dicatat bahwa penyelenggara pertandingan ini adalah Dynamo," tegas Direktur Umum Zenit, Maksim Mitrofanov, dengan perasaan kesal, sebagaimana dikutip Russia Today, Sabtu.
"Mereka adalah klub yang menjual tiket dan bertanggung jawab atas organisasi pertandingan, termasuk pemeriksaan terhadap penonton yang masuk ke stadion. Tidak ada bukti bahwa yang melemparkan kembang api ke arah Anton Shunin adalah pendukung Zenit," tuturnya dengan menyampaikan ancaman bahwa Zenit bisa mengundurkan diri dari kejuaraan jika otoritas sepakbola memutuskan keputusan yang tidak adil pada insiden tersebut.
Sementara itu, secara terpisah, Presiden Dynamo, Gennady Soloviev, mengecam tindakan pelemparan kembang api ke dalam lapangan itu. "Jika pecinta sepakbola ingin menghindari hal-hal seperti itu di masa mendatang, maka Komisi Disiplin dan Pengendalian benar-benar akan mengeluarkan memberikan hukuman yang berat, tapi tidak terbatas pada hukuman denda biasa," ungkap Presiden Dynamo, Gennady Soloviev, kepada sportbox.ru, Sabtu.
Meskipun lemparan kembang api diketahui berasal dari tribun yang dihuni oleh tim tamu, namun manajemen Zenit menolak untuk bertanggung jawab atas insiden tersebut. "Perlu dicatat bahwa penyelenggara pertandingan ini adalah Dynamo," tegas Direktur Umum Zenit, Maksim Mitrofanov, dengan perasaan kesal, sebagaimana dikutip Russia Today, Sabtu.
"Mereka adalah klub yang menjual tiket dan bertanggung jawab atas organisasi pertandingan, termasuk pemeriksaan terhadap penonton yang masuk ke stadion. Tidak ada bukti bahwa yang melemparkan kembang api ke arah Anton Shunin adalah pendukung Zenit," tuturnya dengan menyampaikan ancaman bahwa Zenit bisa mengundurkan diri dari kejuaraan jika otoritas sepakbola memutuskan keputusan yang tidak adil pada insiden tersebut.
Sementara itu, secara terpisah, Presiden Dynamo, Gennady Soloviev, mengecam tindakan pelemparan kembang api ke dalam lapangan itu. "Jika pecinta sepakbola ingin menghindari hal-hal seperti itu di masa mendatang, maka Komisi Disiplin dan Pengendalian benar-benar akan mengeluarkan memberikan hukuman yang berat, tapi tidak terbatas pada hukuman denda biasa," ungkap Presiden Dynamo, Gennady Soloviev, kepada sportbox.ru, Sabtu.
(nug)