Adebayor, sejenak pahlawan kemudian pecundang
Minggu, 18 November 2012 - 16:55 WIB
Adebayor, sejenak pahlawan kemudian pecundang
A
A
A
Sindonews.com - Striker Tottenham Hotspur, Emmanuel Adebayor meminta maaf kepada seluruh pihak atas kartu merah yang dia dapat dalam laga melawan Arsenal, Sabtu (17/11). Adebayor pantas minta maaf karena kartu merah dirinya, Tottenham akhirnya kalah telak 2-5 dalam derbi London tersebut.
Adebayor sebenarnya berpeluang untuk jadi bintang dalam laga tersebut. Penyerang asal Togo itu mencetak gol pembuka pada menit ke-10. Namun, delapan menit kemudian Adebayor yang berpeluang jadi pahlawan berbalik menjadi pecundang. Tekel kerasnya terhadap Santi Carzola berbuah kartu merah.
Tottenham yang kalah jumlah pemain akhirnya harus menelan malu. Lima gol bersarang ke gawang Hugo Lloris.
"Saya sepenuhnya mengerti kartu merah yang saya terima dan saya meminta maag kepada rekan saya, manajer dan semua fans Tottenham karena membuat kami kalah,"ujar Adebayor kepada The Sun, Minggu (18/11).
"Tapi perlu saya jelaskan bahwa tekel saya tak berbahaya. Itu murni hanya ingin merebut bola dan mungkin kaki saya agak sedikit terbentang saat itu."
"Tak ada yang lebih hancur dari saya ketika saya harus keluar lapagan. Saya sangat ingin membantu Tottenham menang dan untuk sesaat saya melakukan itu ketika saya mencetak gol, tapi dalam sepak bola semua berubah dengan cepat. Satu menit menjadi pahlawan, kemudian menjadi pencundang,"ia mengakhiri.
Adebayor sebenarnya berpeluang untuk jadi bintang dalam laga tersebut. Penyerang asal Togo itu mencetak gol pembuka pada menit ke-10. Namun, delapan menit kemudian Adebayor yang berpeluang jadi pahlawan berbalik menjadi pecundang. Tekel kerasnya terhadap Santi Carzola berbuah kartu merah.
Tottenham yang kalah jumlah pemain akhirnya harus menelan malu. Lima gol bersarang ke gawang Hugo Lloris.
"Saya sepenuhnya mengerti kartu merah yang saya terima dan saya meminta maag kepada rekan saya, manajer dan semua fans Tottenham karena membuat kami kalah,"ujar Adebayor kepada The Sun, Minggu (18/11).
"Tapi perlu saya jelaskan bahwa tekel saya tak berbahaya. Itu murni hanya ingin merebut bola dan mungkin kaki saya agak sedikit terbentang saat itu."
"Tak ada yang lebih hancur dari saya ketika saya harus keluar lapagan. Saya sangat ingin membantu Tottenham menang dan untuk sesaat saya melakukan itu ketika saya mencetak gol, tapi dalam sepak bola semua berubah dengan cepat. Satu menit menjadi pahlawan, kemudian menjadi pencundang,"ia mengakhiri.
(aww)