Kapten Spanyol: Saya tidak salah pilih pemain
Selasa, 20 November 2012 - 04:01 WIB
Kapten Spanyol: Saya tidak salah pilih pemain
A
A
A
Sindonews.com - Kapten Spanyol, Alex Corretja, menegaskan bahwa keputusannya memilih Nicolas Almagro untuk turun di pertandingan penentuan Piala Davis melawan Republik Ceko di Praha, kemarin (19/11), bukanlah suatu blunder.Almagro, yang menjadi pemain penentu, dikalahkan di atas lapangan keras oleh Radek Stepanek. Akibatnya, Spanyol kalah 3-2 setelah sebelumnya sempat unggul 1-0. Petenis peringkat 11 dunia itu bermain empat set dengan Stepanek.Corretja pun panen kritik, karena Almagro merupakan pemain spesialis tanah liat, seharusnya ia memilih Feliciano Lopez yang dinilai lebih cocok dengan lapangan indoor di O2 Arena Praha.Lopez sendiri mengaku terkejut ketika tidak diberi kesempatan untuk turun ke lapangan. Sementara, Corretja tetap bersikukuh jika ia melakukan pilihan yang tepat dan akan tetap memilih Almagro dibanding Lopez. "Saya tidak berpikir saya membuat kesalahan dan saya tidak berpikir kami mengalami kekalahan karena Nico Almagro yang dimainkan," kata Corretja kepada radio Spanyol Cadena Ser, dan dikutip Sky Sports, Senin malam (19/11)."Setelah melihat cara Almagro bermain pada hari pertama, saya masih percaya bahwa ia adalah orang yang tepat untuk memainkan laga terakhir. Siapa yang tahu bahwa pemain yang berbeda akan membuat menjadi lebih baik? Saya menyukai Feliciano Lopez dalam arti bahwa ia telah memberikan kontribusi besar untuk tim Piala Davis.""Dia adalah rekan setim dan seorang teman baik, dan seorang pemain Piala Davis yang sangat baik dan pemain yang sangat baik di lapangan, tapi saya memiliki sejumlah besar alasan mengapa saya berpikir Almagro harus bermain. Jika kami bermain Republik Ceko lagi besok saya akan memilih empat pemain yang sama."Sementara itu, Lopez juga tidak menyalahkan keputusan kapten timnya itu, dan ia tetap menghormati keputusan tersebut. Menurutnya, Corretja pasti memiliki strategi tersendiri dalam mengambil keputusan, dan itu tentunya tidaklah mudah. "Tapi dengan kemampuanku, saya tidak memahami (keputusan) itu. Saya pikir saya akan bermain karena permukaan ini cocok dan sangat baik untuk saya."
(nug)