Atlet anggar Jabar yakin tembus Pelatnas Prima
Jum'at, 23 November 2012 - 19:14 WIB
Atlet anggar Jabar yakin tembus Pelatnas Prima
A
A
A
Sindonews.com - Sebagai hasil kerja keras latihan para atletnya, Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Jawa Barat, mengirimkan sebanyak 26 atlet anggar junior untuk mengikuti seleksi Pelatnas Prima di Jakarta, Jumat (23/11).
Sekretaris Umum IKASI Jabar, Cristin Timisela mengatakan, mereka yang mengikuti seleksi Pelatnas Prima adalah atlet anggar di bawah binaan IKASI Jabar, kategori umur (KU) 15 tahun.
"Mereka atlet-atlet junior, sementara ini kami mengikutsertakan sebanyak 26 atlet. Mungkin ke depan masih ada tambahan atlet lagi,” katanya kepada SINDO.
Menurutnya, 26 atlet itu akan diseleksi hingga memenuhi kuota atlet Pelatnas Prima dari seluruh provinsi di Indonesia, yakni 25 atlet anggar nasional. Jadi dengan kuota itu, pastinya para atlet Jabar ini akan menempuh proses seleksi yang sangat ketat. "Memang saingannya banyak dan otomatis lebih ketat. Tapi bila melihat dari kemampuan atlet kita, kesempatan untuk masuk Pelatnas Prima sangat terbuka," ungkapnya.
Kristin menilai, Pelatnas Prima ini merupakan program dari pemerintah yang dipercayakan pada KONI Pusat dan Pengurus Besar (PB) IKASI, dalam program pembinaan. Sehingga ke depan, atlet potensial yang bisa meraih medali emas di setiap event untuk Indonesia tidak terputus.
"Memang ini untuk even junior tingkat Asia, kalo nggak salah Youth Asian Games, tapi kata PB, pihaknya akan lebih mengutamakan program pembinaan," kata mantan atlet anggar Nasional ini.
Berbicara masalah pembinaan atlet, Kristin mengaku, dalam waktu dekat ini IKASI Kabupaten Bandung, akan menggelar even junior. Bahkan, dalam persiapan even ini, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan KONI Kabupaten Bandung.
"Saya sudah bikin proposal dan sudah dikomunikasikan langsung dengan Ketua dan Sekum KONI Kabupaten Bandung, hasilnya mereka mendukung," jelasnya.
Kristin juga menilai, di Kabupaten Bandung sendiri sudah lama tidak menggelar even anggar. sehingga kejuaraan ini merupakan program tepat untuk mencari bibit atlet anggar. "Cara pembinaan kita, salah satunya menggelar even dari daerah, lalu lanjut ke provinsi, hingga menggelar kejuaraan untuk tingkat nasional," ujarnya.
Sebelumnya, cabang olahraga (cabor) anggar memang sedang menunjukan gairah prestasi yang meningkat. Apalagi, KONI Jabar selalu memberikan perhatian terhadap kemajuan cabor anggar, seperti dibangunnya venue latihan anggar di Komplek Pajajaran dan diberikan pelatih asing asal Gyongsanbuk-Do, Korea Selatan.
Alhasil, IKASI Jabar bisa memperlihatkan perbaikan prestasi di PON XVIII lalu dengan menyumbang satu medali emas. Berbeda dengan PON sebelumnya di Kaltim, tim anggar Jabar tidak meraih medali emas.
''Kami akan terus konsen untuk pembinaan, terutama atlet-atlet junior yang potensial dan ke depannya bisa dipersiapkan untuk mengikuti kejuaraan-kejuaraan baik tingkat nasional maupun internasional,”pungkasnya.
Sekretaris Umum IKASI Jabar, Cristin Timisela mengatakan, mereka yang mengikuti seleksi Pelatnas Prima adalah atlet anggar di bawah binaan IKASI Jabar, kategori umur (KU) 15 tahun.
"Mereka atlet-atlet junior, sementara ini kami mengikutsertakan sebanyak 26 atlet. Mungkin ke depan masih ada tambahan atlet lagi,” katanya kepada SINDO.
Menurutnya, 26 atlet itu akan diseleksi hingga memenuhi kuota atlet Pelatnas Prima dari seluruh provinsi di Indonesia, yakni 25 atlet anggar nasional. Jadi dengan kuota itu, pastinya para atlet Jabar ini akan menempuh proses seleksi yang sangat ketat. "Memang saingannya banyak dan otomatis lebih ketat. Tapi bila melihat dari kemampuan atlet kita, kesempatan untuk masuk Pelatnas Prima sangat terbuka," ungkapnya.
Kristin menilai, Pelatnas Prima ini merupakan program dari pemerintah yang dipercayakan pada KONI Pusat dan Pengurus Besar (PB) IKASI, dalam program pembinaan. Sehingga ke depan, atlet potensial yang bisa meraih medali emas di setiap event untuk Indonesia tidak terputus.
"Memang ini untuk even junior tingkat Asia, kalo nggak salah Youth Asian Games, tapi kata PB, pihaknya akan lebih mengutamakan program pembinaan," kata mantan atlet anggar Nasional ini.
Berbicara masalah pembinaan atlet, Kristin mengaku, dalam waktu dekat ini IKASI Kabupaten Bandung, akan menggelar even junior. Bahkan, dalam persiapan even ini, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan KONI Kabupaten Bandung.
"Saya sudah bikin proposal dan sudah dikomunikasikan langsung dengan Ketua dan Sekum KONI Kabupaten Bandung, hasilnya mereka mendukung," jelasnya.
Kristin juga menilai, di Kabupaten Bandung sendiri sudah lama tidak menggelar even anggar. sehingga kejuaraan ini merupakan program tepat untuk mencari bibit atlet anggar. "Cara pembinaan kita, salah satunya menggelar even dari daerah, lalu lanjut ke provinsi, hingga menggelar kejuaraan untuk tingkat nasional," ujarnya.
Sebelumnya, cabang olahraga (cabor) anggar memang sedang menunjukan gairah prestasi yang meningkat. Apalagi, KONI Jabar selalu memberikan perhatian terhadap kemajuan cabor anggar, seperti dibangunnya venue latihan anggar di Komplek Pajajaran dan diberikan pelatih asing asal Gyongsanbuk-Do, Korea Selatan.
Alhasil, IKASI Jabar bisa memperlihatkan perbaikan prestasi di PON XVIII lalu dengan menyumbang satu medali emas. Berbeda dengan PON sebelumnya di Kaltim, tim anggar Jabar tidak meraih medali emas.
''Kami akan terus konsen untuk pembinaan, terutama atlet-atlet junior yang potensial dan ke depannya bisa dipersiapkan untuk mengikuti kejuaraan-kejuaraan baik tingkat nasional maupun internasional,”pungkasnya.
(aww)