Atlet anggar Sumsel siap bersaing di Pelatnas
Selasa, 27 November 2012 - 19:00 WIB
Atlet anggar Sumsel siap bersaing di Pelatnas
A
A
A
Sindonews.com - Empat atlet cabang olahraga anggar Sumatera Selatan masuk dalam program pelatihan nasional (Pelatnas) Prima Pratama. Mereka lolos seleksi yang digelar di Jakarta, 23-25 November 2012.
Keempat atlet itu yakni M Zulfahmi, Selly Puspa Indah, Maria, dan Patraqova terpilih setelah menembus babak semifinal (empat besar) untuk masing-masing nomor senjata (foil, epee, dan sabre). Mereka menyisihkan para peserta dari seluruh pengprov se Indonesia. Mereka nantinya akan bergabung dengan 20 atlet lainnya.
"Sumsel sendiri mengirimkan enam atlet untuk mengikuti seleksi tersebut. Tetapi hanya dua yang tidak lolos mereka adalah Sella Puspa Sari terhenti di babak 8 besar, dan Intan di babak 16 besar," kata Pelatih Anggar Sumsel Lucky Ramdhani.
Dia menjelaskan, program ini untuk kali pertama digelar Pengurus Besar Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) untuk pembinaan jangka panjang. Sementara atlet Sumsel lainnya sebagian lagi telah masuk program PPLP ( Pusat Pendidikan & Latihan Pelajar) dan Program Pembinaan Atlet Berprestasi KONI Sumsel khusus untuk menghadapi PON.
"Sedangkan untuk program Prima Pratama ini akan jalan hingga satu tahun ke depan, selama itu mereka (atlet) akan diberikan atlet uang saku serta kesempatan beruji coba atau mengikuti kejuaraan di dalam maupun luar negeri. Mengenai berapa lama keberlangsungan program ini belum diketahui," katanya.
Dia menambahkan, setiap atlet yang tergabung dalam program itu akan mendapatkan pengawasan langsung dari PB IKASI. Apalagi mereka menerapkan sistem degradasi dan promosi kepada para atlet yang mengikuti program tersebut.
"Pastinya akan ada evaluasi setiap periode tertentu, jadi bisa saja atlet yang lolos saat ini diganti jika prestasinya menurun. Begitupula dengan yang gagal, bisa saja pada saat evaluasi nanti mereka bisa mendapatkan kesempatan untuk masuk dalam program ini," ujar peraih medali emas PON tahun 2000 ini.
Lucky menjelaskan, keempat atlet itu nantinya akan menjalankan program latihan khusus berdasarkan arahan dari penanggungjawab program PB IKASI.
"Sejauh ini atlet prima dan non prima masih latihan bersama di hall di bawah tribun stadion Gelora Jakabaring, mengenai rencana ke depan akan dibicarakan lagi apakah ada perubahan jadwal dan tempat," kata pelatih yang membawa tim sabre putri meraih emas SEA Games tahun 2011 lalu.
Anggar sendiri merupakan cabang olahraga berprestasi di Sumsel setelah menjadi juara umum pada PON Riau tahun 2012. Program Prima Pratama itu diharapkan memuluskan rencana daerah mencetak atlet kelas dunia.
Keempat atlet itu yakni M Zulfahmi, Selly Puspa Indah, Maria, dan Patraqova terpilih setelah menembus babak semifinal (empat besar) untuk masing-masing nomor senjata (foil, epee, dan sabre). Mereka menyisihkan para peserta dari seluruh pengprov se Indonesia. Mereka nantinya akan bergabung dengan 20 atlet lainnya.
"Sumsel sendiri mengirimkan enam atlet untuk mengikuti seleksi tersebut. Tetapi hanya dua yang tidak lolos mereka adalah Sella Puspa Sari terhenti di babak 8 besar, dan Intan di babak 16 besar," kata Pelatih Anggar Sumsel Lucky Ramdhani.
Dia menjelaskan, program ini untuk kali pertama digelar Pengurus Besar Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) untuk pembinaan jangka panjang. Sementara atlet Sumsel lainnya sebagian lagi telah masuk program PPLP ( Pusat Pendidikan & Latihan Pelajar) dan Program Pembinaan Atlet Berprestasi KONI Sumsel khusus untuk menghadapi PON.
"Sedangkan untuk program Prima Pratama ini akan jalan hingga satu tahun ke depan, selama itu mereka (atlet) akan diberikan atlet uang saku serta kesempatan beruji coba atau mengikuti kejuaraan di dalam maupun luar negeri. Mengenai berapa lama keberlangsungan program ini belum diketahui," katanya.
Dia menambahkan, setiap atlet yang tergabung dalam program itu akan mendapatkan pengawasan langsung dari PB IKASI. Apalagi mereka menerapkan sistem degradasi dan promosi kepada para atlet yang mengikuti program tersebut.
"Pastinya akan ada evaluasi setiap periode tertentu, jadi bisa saja atlet yang lolos saat ini diganti jika prestasinya menurun. Begitupula dengan yang gagal, bisa saja pada saat evaluasi nanti mereka bisa mendapatkan kesempatan untuk masuk dalam program ini," ujar peraih medali emas PON tahun 2000 ini.
Lucky menjelaskan, keempat atlet itu nantinya akan menjalankan program latihan khusus berdasarkan arahan dari penanggungjawab program PB IKASI.
"Sejauh ini atlet prima dan non prima masih latihan bersama di hall di bawah tribun stadion Gelora Jakabaring, mengenai rencana ke depan akan dibicarakan lagi apakah ada perubahan jadwal dan tempat," kata pelatih yang membawa tim sabre putri meraih emas SEA Games tahun 2011 lalu.
Anggar sendiri merupakan cabang olahraga berprestasi di Sumsel setelah menjadi juara umum pada PON Riau tahun 2012. Program Prima Pratama itu diharapkan memuluskan rencana daerah mencetak atlet kelas dunia.
(aww)