Tuntaskan kontrak senior, PSM fokus akademi junior
Selasa, 27 November 2012 - 23:50 WIB
Tuntaskan kontrak senior, PSM fokus akademi junior
A
A
A
Sindonews.com - PSM Makassar terus melakukan pembenahan untuk menuju klub profesional. Salah satunya adalah pendirian akademi. Rencana pendirian Akademi PSM, tampaknya bukan lagi wacana. Karena manajemen klub berusia 97 tahun ini, dipastikan akan merealisasikannya ditahun 2013 mendatang.
CEO PSM Makassar Rully Habibie mengatakan, dari total dana yang sudah disetuji pemegang saham, sebesar 60% untuk belanja pemain. ''Termasuk di dalamnnya adalah penderian Akademi PSM,” tuturnya.
Dia menjelaskan, pendirian Akademi PSM tidak bisa ditawar lagi karena menjadi regulasi wajib Asian Football Confederation (AFC) untuk klub profesional. ''Kami harus kerja keras untuk merealisasikannya,” jelasnya.
Rully mengatakan, berdasarkan rencana kerja perusahaan, pendirian Akademi PSM tidak bersamaan dengan persiapan tim senior. ''Kami rampungkan dulu kontrak pemain senior, kemudian beralih akademi,” tuturnya.
Dia menargetkan, kontrak pemain senior rampung Desember mendatang. Kemudian dilanjutkan dengan persiapan pendirian akademi. ''Kita lakukan secara bertahap karena keterbatasan tenaga,” jelasnya.
Menurut Rully, bukan hanya pemain yang akan disiapkan untuk akademi. Namun juga segala infrastrukturnya. ''Ini bukan pekerjaan muda dan butuh kerja keras,” sebutnya.
Dia meyakinkan kalau manajemen PSM akan terus bekerja untuk memenuhi semua aspek yang diwajibkan AFC. “Jangan sampai ada anggapan kami tidak bekerja,” tandasnya.
Rully mengakui, persiapan pembentukan tim dimusim ini cukup berat. Karena harus ditambah lagi dengan pendirian akademi. ''Jadwal sudah ada, namun jadwal pertandingannya juga harus diketahui. Kemudian kami memikirkan lagi akademi,” paparnya.
Pelatih PSM Petar Segrt mengakui, kendala utama pendirian akademi PSM cukup banyak. Mulai dari kesiapan infrastruktur hingga hal-hal lainnya. ''Kami bisa saja memanggil beberapa pemain untuk Akademi PSM. Namun persoalannya tidak ada mess,” jelasnya.
Kendala lainnya, anak-anak baru tersebut harus tinggal cukup lama di mess. Tentunya akan disiapkan biaya makannya. ''Kalau semuanya sudah pasti, program ini pasti bisa jalan,” tuturnya.
Petar menyebutkan, sudah memantau sekitar 100 talenta muda yang ada di Sulsel. Dari jumlah tersebut, sebanyak 22 orang akan dipanggil bergabung. “Tetap diseleksi agar diketahui kemampuannya,” sebutnya.
Menurutnya, jika diantara ke 22 pemain muda tersebut punya skill mumpuni, bisa jadi akan bergabung di PSM senior. “Tapi harus melalui mekanisme training dan uji coba,” ucapnya.
CEO PSM Makassar Rully Habibie mengatakan, dari total dana yang sudah disetuji pemegang saham, sebesar 60% untuk belanja pemain. ''Termasuk di dalamnnya adalah penderian Akademi PSM,” tuturnya.
Dia menjelaskan, pendirian Akademi PSM tidak bisa ditawar lagi karena menjadi regulasi wajib Asian Football Confederation (AFC) untuk klub profesional. ''Kami harus kerja keras untuk merealisasikannya,” jelasnya.
Rully mengatakan, berdasarkan rencana kerja perusahaan, pendirian Akademi PSM tidak bersamaan dengan persiapan tim senior. ''Kami rampungkan dulu kontrak pemain senior, kemudian beralih akademi,” tuturnya.
Dia menargetkan, kontrak pemain senior rampung Desember mendatang. Kemudian dilanjutkan dengan persiapan pendirian akademi. ''Kita lakukan secara bertahap karena keterbatasan tenaga,” jelasnya.
Menurut Rully, bukan hanya pemain yang akan disiapkan untuk akademi. Namun juga segala infrastrukturnya. ''Ini bukan pekerjaan muda dan butuh kerja keras,” sebutnya.
Dia meyakinkan kalau manajemen PSM akan terus bekerja untuk memenuhi semua aspek yang diwajibkan AFC. “Jangan sampai ada anggapan kami tidak bekerja,” tandasnya.
Rully mengakui, persiapan pembentukan tim dimusim ini cukup berat. Karena harus ditambah lagi dengan pendirian akademi. ''Jadwal sudah ada, namun jadwal pertandingannya juga harus diketahui. Kemudian kami memikirkan lagi akademi,” paparnya.
Pelatih PSM Petar Segrt mengakui, kendala utama pendirian akademi PSM cukup banyak. Mulai dari kesiapan infrastruktur hingga hal-hal lainnya. ''Kami bisa saja memanggil beberapa pemain untuk Akademi PSM. Namun persoalannya tidak ada mess,” jelasnya.
Kendala lainnya, anak-anak baru tersebut harus tinggal cukup lama di mess. Tentunya akan disiapkan biaya makannya. ''Kalau semuanya sudah pasti, program ini pasti bisa jalan,” tuturnya.
Petar menyebutkan, sudah memantau sekitar 100 talenta muda yang ada di Sulsel. Dari jumlah tersebut, sebanyak 22 orang akan dipanggil bergabung. “Tetap diseleksi agar diketahui kemampuannya,” sebutnya.
Menurutnya, jika diantara ke 22 pemain muda tersebut punya skill mumpuni, bisa jadi akan bergabung di PSM senior. “Tapi harus melalui mekanisme training dan uji coba,” ucapnya.
(aww)