Juku Eja tersandera manual liga
Rabu, 28 November 2012 - 20:19 WIB
Juku Eja tersandera manual liga
A
A
A
Sindonews.com - PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) didesak agar secepatnya mengeluarkan manual liga untuk kompetisi Indonesian Premier League (IPL) musim 2012/2013.
CEO PSM Makassar Rully Habibie mengatakan, hingga kemarin, pihaknya belum menerima informasi lisan apalagi tertulis, soal kepastian waktu keluarnya manual liga.
Padahal menurut dia, manual liga sangat dibutuhkan sebagai petunjuk dalam menyusun program kerja satu tahun. “Bagaimana kita mau kerja dan susun program kalau jadwal liga saja belum jelas,” tuturnya.
Dia mencontohkan, anggaran klub harus disusun terukur dan tidak bisa hanya perkiraan. “PSSI memberikan batasan kontestan IPL, hanya 16 klub untuk kompetisi musim mendatang,” jelasnya.
Jika jumlahnya sebanyak itu, manajemen klub harus mengetahui bagaimana mekanisme pertemuannya. ''Apakah dengan format lama ataukah per wilayah atau ada bentuk lain,” tuturnya.
Jika pemilik klub mengasumsikan liga yang akan berlangsung nanti dengan format lama, maka dikhawatirkan ada aturan baru. ''Ini yang membuat kami sulit dalam menentukan sikap,” jelasnya.
Rully mengatakan, saat ini pemilik klub dalam posisi dilematis karena tersandera ketidakjelasan jadwal kompetisi. ''Jika kami gunakan perencanaan anggaran lama, dikhawatirkan regulasinya berubah,” jelasnya.
Kalaupun menggunakan format baru, bentuk dan rupanyapun belum diketahui. Akibatnya, usulan permintaan dana ke pemilik saham dipastikan ditolak. ''Pemilik saham pastinya akan bertanya-tanya dengan ketidajelasan ini,” tandasnya.
Rully berharap, PT LPIS selaku operator liga, secepatnya mengeluarkan regulasi agar semuanya jelas. Dia mengatakan, prioritas saat ini adalah menuntaskan kontrak pemain termasuk pencairan sponsor. ''Kami terus berkomunikasi dengan pemain soal kontrak mereka,” tuturnya.
Menurutnya, sudah ada titik terang soal kepastian kontrak pemain. Karena beberapa punggawa Juku Eja sudah bersedia meneriwa tawaran manajemen. “Kalaupun ada kendala akan kami bahas dan dicarikan titik temunya,” sebutnya.
Targetnya kerangka tim PSM sudah diketahui pada Desember mendatang. Kemudian pada Januari sudah diharapkan rampung 100%. ''Karena Februari kompetisi sudah mulai berjalan,” ucapnya.
Sementara itu, Asisten Pelatih PSM Imran Amirullah mengaku belum mendapatkan perintah dari Pelatih Kepala Petar Segrt untuk memulai latihan. “Saya belum dapat perintah untuk mengundang pemain datang berlatih,” jelasnya.
Bukan hanya itu, materi latihan untuk kompetisi mendatang juga belum dibicarakan antara dia dan Petar. ''Saya belum berkomunikasi dengan pelatih. Dan untuk sementara saya hanya menunggu saja,” tuturnya.
CEO PSM Makassar Rully Habibie mengatakan, hingga kemarin, pihaknya belum menerima informasi lisan apalagi tertulis, soal kepastian waktu keluarnya manual liga.
Padahal menurut dia, manual liga sangat dibutuhkan sebagai petunjuk dalam menyusun program kerja satu tahun. “Bagaimana kita mau kerja dan susun program kalau jadwal liga saja belum jelas,” tuturnya.
Dia mencontohkan, anggaran klub harus disusun terukur dan tidak bisa hanya perkiraan. “PSSI memberikan batasan kontestan IPL, hanya 16 klub untuk kompetisi musim mendatang,” jelasnya.
Jika jumlahnya sebanyak itu, manajemen klub harus mengetahui bagaimana mekanisme pertemuannya. ''Apakah dengan format lama ataukah per wilayah atau ada bentuk lain,” tuturnya.
Jika pemilik klub mengasumsikan liga yang akan berlangsung nanti dengan format lama, maka dikhawatirkan ada aturan baru. ''Ini yang membuat kami sulit dalam menentukan sikap,” jelasnya.
Rully mengatakan, saat ini pemilik klub dalam posisi dilematis karena tersandera ketidakjelasan jadwal kompetisi. ''Jika kami gunakan perencanaan anggaran lama, dikhawatirkan regulasinya berubah,” jelasnya.
Kalaupun menggunakan format baru, bentuk dan rupanyapun belum diketahui. Akibatnya, usulan permintaan dana ke pemilik saham dipastikan ditolak. ''Pemilik saham pastinya akan bertanya-tanya dengan ketidajelasan ini,” tandasnya.
Rully berharap, PT LPIS selaku operator liga, secepatnya mengeluarkan regulasi agar semuanya jelas. Dia mengatakan, prioritas saat ini adalah menuntaskan kontrak pemain termasuk pencairan sponsor. ''Kami terus berkomunikasi dengan pemain soal kontrak mereka,” tuturnya.
Menurutnya, sudah ada titik terang soal kepastian kontrak pemain. Karena beberapa punggawa Juku Eja sudah bersedia meneriwa tawaran manajemen. “Kalaupun ada kendala akan kami bahas dan dicarikan titik temunya,” sebutnya.
Targetnya kerangka tim PSM sudah diketahui pada Desember mendatang. Kemudian pada Januari sudah diharapkan rampung 100%. ''Karena Februari kompetisi sudah mulai berjalan,” ucapnya.
Sementara itu, Asisten Pelatih PSM Imran Amirullah mengaku belum mendapatkan perintah dari Pelatih Kepala Petar Segrt untuk memulai latihan. “Saya belum dapat perintah untuk mengundang pemain datang berlatih,” jelasnya.
Bukan hanya itu, materi latihan untuk kompetisi mendatang juga belum dibicarakan antara dia dan Petar. ''Saya belum berkomunikasi dengan pelatih. Dan untuk sementara saya hanya menunggu saja,” tuturnya.
(aww)