UEFA rilis 16 klub bermasalah
Sabtu, 01 Desember 2012 - 16:51 WIB
UEFA rilis 16 klub bermasalah
A
A
A
Sindonews.com - Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) akhirnya secara resmi mengumumkan 16 klub dinyatakan bersalah setelah badan olahraga tersebut melakukan penyelidikan terhadap 23 klub yang memiliki masalah keuangan.
Sebelumnya, UEFA melakukan penyelidikan terhadap 23 klub terkait pelanggaran yang dilakukan mengenai masalah Financial Fair Play (FFP) keuangan di musim panas 2012/2013. Klub tersebut diberikan waktu hingga 30 September 2012 kemarin, untuk memberikan keterangan kepada UEFA terkait masalah hutang serta pembayaran gaji pemain.
FFP (Financial Fair Play) adalah rencana besar Presiden UEFA, Michel Platini di mana klub-klub Eropa harus mengurangi utang mereka selama periode waktu yang diaudit antara 2011 dan 2014. Klub tidak diperbolehkan mengeluarkan dana lebih dari 39,5 juta euro dan pada 2014 hingga 2017 akan diredusi menjadi 26,3 juta euro.
Namun, kini sebagian klub berhasil melunasi hutang mereka sebelum batas waktu yang telah ditentukan. "Investigasi atau penyelidikan telah dihentikan," pernyataan situs resmi UEFA seperti dilansir Goal.com, Sabtu (1/12/2012).
"Berdasarkan batas waktu yang diberikan kepada klub untuk memenuhi hasil laporan, hanya sebagian yang mampu menyelesaikannya tepat waktu (tujuh klub) dan 16 klub dinyatakan bersalah," sambungnya.
Berikut 16 tim yang dinyatakan bersalah oleh UEFA :
Borac Banja Luka (Serbia), CSKA Sofia (Bulgaria), Atletico Madrid (Spanyol), Maccabi Netanya (Israel), Shkendija 79 (Macedonia), Floriana (Malta), Buducnost Podgorica (Serbia), Rudar Pjevlja (Serbia), Ruch Chorzow (Polandia), Sporting Clube de Portugal (Portugal), Vaslui (Rumania), Rubin Kazan (Rusia), Eskisehirspor (Turki), Fenerbahce (Turki), Sarajevo (Bosnia), dan Zeljeznicar (Bosnia),
Tujuh tim yang telah memberikan laporan :
Hajduk Split (Kroasia), Osijek (Kroasia), Malaga (Spanyol), Rapid Bucharest (Rumania), Dinamo Bucharest (Rumania), Partizan Belgrade (Serbia), dan Vojvodina (Serbia).
Sebelumnya, UEFA melakukan penyelidikan terhadap 23 klub terkait pelanggaran yang dilakukan mengenai masalah Financial Fair Play (FFP) keuangan di musim panas 2012/2013. Klub tersebut diberikan waktu hingga 30 September 2012 kemarin, untuk memberikan keterangan kepada UEFA terkait masalah hutang serta pembayaran gaji pemain.
FFP (Financial Fair Play) adalah rencana besar Presiden UEFA, Michel Platini di mana klub-klub Eropa harus mengurangi utang mereka selama periode waktu yang diaudit antara 2011 dan 2014. Klub tidak diperbolehkan mengeluarkan dana lebih dari 39,5 juta euro dan pada 2014 hingga 2017 akan diredusi menjadi 26,3 juta euro.
Namun, kini sebagian klub berhasil melunasi hutang mereka sebelum batas waktu yang telah ditentukan. "Investigasi atau penyelidikan telah dihentikan," pernyataan situs resmi UEFA seperti dilansir Goal.com, Sabtu (1/12/2012).
"Berdasarkan batas waktu yang diberikan kepada klub untuk memenuhi hasil laporan, hanya sebagian yang mampu menyelesaikannya tepat waktu (tujuh klub) dan 16 klub dinyatakan bersalah," sambungnya.
Berikut 16 tim yang dinyatakan bersalah oleh UEFA :
Borac Banja Luka (Serbia), CSKA Sofia (Bulgaria), Atletico Madrid (Spanyol), Maccabi Netanya (Israel), Shkendija 79 (Macedonia), Floriana (Malta), Buducnost Podgorica (Serbia), Rudar Pjevlja (Serbia), Ruch Chorzow (Polandia), Sporting Clube de Portugal (Portugal), Vaslui (Rumania), Rubin Kazan (Rusia), Eskisehirspor (Turki), Fenerbahce (Turki), Sarajevo (Bosnia), dan Zeljeznicar (Bosnia),
Tujuh tim yang telah memberikan laporan :
Hajduk Split (Kroasia), Osijek (Kroasia), Malaga (Spanyol), Rapid Bucharest (Rumania), Dinamo Bucharest (Rumania), Partizan Belgrade (Serbia), dan Vojvodina (Serbia).
(aww)