Kesulitan sponsor, Andra menanti bantuan Pemerintah
Rabu, 05 Desember 2012 - 20:51 WIB
Kesulitan sponsor, Andra menanti bantuan Pemerintah
A
A
A
Sindonews.com - Pembalap Alexandra Asmasoebrata terpaksa hanya mengikuti empat race di ajang Asian Formula Renault (AFR) Series 2012 Round 7-8. Seri terakhir salah satu gelaran balap mobil bergengsi di Asia Tenggara tersebut digelar di Internasional Cirkuit China, 7-9 Desember 2012.
Padahal, berdasarkan rekam jejak di ajang yang sama sebelumnya, pembalap wanita yang akrab disapa Andra itu terbukti bisa mengharumkan nama Indonesia. Manajer Andra yang juga ayah kandungnya, Alex Asmasoebrata mengatakan, kondisi ini terjadi akibat minimnya sponsor yang menopang pendanaan.
Dia pun berharap pemerintah bisa lebih menunjukkan kepeduliannya terhadap putra-putri bangsa yang berprestasi, apa lagi di ajang bergengsi antarnegara.
''Untuk seri terakhir AFR, Andra hanya akan mengikuti empat race. Memang kami akui kendala ini terjadi karena minimnya jumlah sponsor. Kami sangat berharap pemerintah peduli kepada atlet-atlet berprestasi seperti Andra ini. Terlebih dia bukan berkiprah di dalam negeri saja, melainkan membawa nama baik Indonesia di event yang digelar di negara lain,” kata Alex Asmasoebrata di Lintasan Pacuan Kuda Arcamanik, Kota Bandung.
Alex mengakui, mencari sponsor yang siap menopang pendanaan sangatlah sulit. Padahal di tahun ini Andra menorehkan prestasi memukau di ajang balap, khususnya di kawasan Asia Tenggara.
Beberapa gelar yang berhasil diraih antara lain empat kali juara pertama, dan mampu keluar sebagai juara dua tingkat Asia. Bahkan, sang pembalap wanita pernah dihadiahi bintang jasa Parama Krida Pratama dari Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono.
''Meski beberapa titel juara pernah disabet Andra, ternyata tidak membuat proses pencarian sponsor bisa lebih mudah. Bagi Andra, tampaknya mencari sponsor lebih sulit dibandingkan meraih gelar juara,” kata Alex setengah tertawa.
Dia menyebutkan, walaupun anaknya menghadapi berbagai kendala, di seri terakhir ini Andra optimistis meraih juara 1. Hal itu merupakan buah dari latihan dan pengalaman yang dimiliki Andra. Selain itu, pihaknya juga mendatangkan pelatih Pekka Saarinen asal Finlandia yang sudah menggodok kemampuan Andra dalam beberapa waktu terakhir.
''Andra sudah sangat mengenal sirkuit yang nantinya digunakan, karena pernah berlaga di lintasan itu sebanyak 15 kali sejak 2004. Sirkuit sepanjang 4,3 km dengan 14 titik tikungan ini sudah menyatu dengan Andra. Selain itu, latihan dan persiapan lainnya dilakukan dengan matang. Kami optimis bisa juara,” pungkas Alex.
Padahal, berdasarkan rekam jejak di ajang yang sama sebelumnya, pembalap wanita yang akrab disapa Andra itu terbukti bisa mengharumkan nama Indonesia. Manajer Andra yang juga ayah kandungnya, Alex Asmasoebrata mengatakan, kondisi ini terjadi akibat minimnya sponsor yang menopang pendanaan.
Dia pun berharap pemerintah bisa lebih menunjukkan kepeduliannya terhadap putra-putri bangsa yang berprestasi, apa lagi di ajang bergengsi antarnegara.
''Untuk seri terakhir AFR, Andra hanya akan mengikuti empat race. Memang kami akui kendala ini terjadi karena minimnya jumlah sponsor. Kami sangat berharap pemerintah peduli kepada atlet-atlet berprestasi seperti Andra ini. Terlebih dia bukan berkiprah di dalam negeri saja, melainkan membawa nama baik Indonesia di event yang digelar di negara lain,” kata Alex Asmasoebrata di Lintasan Pacuan Kuda Arcamanik, Kota Bandung.
Alex mengakui, mencari sponsor yang siap menopang pendanaan sangatlah sulit. Padahal di tahun ini Andra menorehkan prestasi memukau di ajang balap, khususnya di kawasan Asia Tenggara.
Beberapa gelar yang berhasil diraih antara lain empat kali juara pertama, dan mampu keluar sebagai juara dua tingkat Asia. Bahkan, sang pembalap wanita pernah dihadiahi bintang jasa Parama Krida Pratama dari Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono.
''Meski beberapa titel juara pernah disabet Andra, ternyata tidak membuat proses pencarian sponsor bisa lebih mudah. Bagi Andra, tampaknya mencari sponsor lebih sulit dibandingkan meraih gelar juara,” kata Alex setengah tertawa.
Dia menyebutkan, walaupun anaknya menghadapi berbagai kendala, di seri terakhir ini Andra optimistis meraih juara 1. Hal itu merupakan buah dari latihan dan pengalaman yang dimiliki Andra. Selain itu, pihaknya juga mendatangkan pelatih Pekka Saarinen asal Finlandia yang sudah menggodok kemampuan Andra dalam beberapa waktu terakhir.
''Andra sudah sangat mengenal sirkuit yang nantinya digunakan, karena pernah berlaga di lintasan itu sebanyak 15 kali sejak 2004. Sirkuit sepanjang 4,3 km dengan 14 titik tikungan ini sudah menyatu dengan Andra. Selain itu, latihan dan persiapan lainnya dilakukan dengan matang. Kami optimis bisa juara,” pungkas Alex.
(aww)