UEFA larang kepemilikan pemain dari pihak ketiga
Jum'at, 07 Desember 2012 - 03:15 WIB
UEFA larang kepemilikan pemain dari pihak ketiga
A
A
A
Sindonews.com - Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) berencana melarang kepemilikan pemain dari pihak ketiga. Pasalnya, hal tersebut dinilai sangat kontroversial.
"Kami semua tahu bahwa kepemilikan pihak ketiga pemain banyak menuai ancaman dan terdapat banyak isu terkait dengan integritas kompetisi dan itu benar-benar membutuhkan waktu untuk mengaturnya dan menyikapinya," kata Sekjen UEFA, Gianni Infantino, seperti dikutip Super Sport, Kamis waktu setempat (6/12).
Infantino mengatakan bahwa UEFA akan meminta badan dunia yang mengatur sepak bola yakni FIFA, untuk mengeluarkan peraturan yang melarang praktik tersebut. "Pengatur sepak bola dunia, FIFA, akan kami minta untuk mengeluarkan peraturan yang relevan di seluruh dunia untuk melarang kepemilikan pemain dari pihak ketiga," tegasnya.
"UEFA... juga siap menerapkan kerangka peraturan untuk melarang kepemilikan pihak ketiga dalam kompetisi UEFA, mewaspadai FIFA tidak mengambil langkah yang dinilai tepat," tegas Infantina yang menambahkan bahwa dalam masalah ini, akan diberlakukan masa transisi sekitar tiga sampai empat tahun.
Yang dimaksud pihak ketiga oleh UEFA adalah ketika kepemilikan hak transfer pemain yang seluruhnya atau sebagian dimiliki oleh sang pemain itu sendiri atau perusahaan, bukan hanya klub pemain tersebut. Praktik ini dilarang di Inggris, Prancis dan Polandia, tetapi masih diperbolehkan di banyak negara lain. Hal ini banyak terjadi di Brasil.
Klub Inggris, West Ham United, pernah didenda karena melanggar aturan mengenai perjanjian dengan pihak ketiga dalam transfer pemain, ketika mereka mendatangkan pemain depan asal Argentina, Carlos Tevez, dari klub Brasil, Corinthians, pada awal musim 2006.
Ketika pemain gelandang asal Brasil, Oscar, bergabung dengan Chelsea tahun ini, biayanya, yang diperkirakan media sekitar 25 juta poundsterling, dibagi antara dua tim Brasil, pemain itu sendiri dan pengusaha yang memilikinya, yang itu disebutnya sebagai "hak ekonomi".
"Kami semua tahu bahwa kepemilikan pihak ketiga pemain banyak menuai ancaman dan terdapat banyak isu terkait dengan integritas kompetisi dan itu benar-benar membutuhkan waktu untuk mengaturnya dan menyikapinya," kata Sekjen UEFA, Gianni Infantino, seperti dikutip Super Sport, Kamis waktu setempat (6/12).
Infantino mengatakan bahwa UEFA akan meminta badan dunia yang mengatur sepak bola yakni FIFA, untuk mengeluarkan peraturan yang melarang praktik tersebut. "Pengatur sepak bola dunia, FIFA, akan kami minta untuk mengeluarkan peraturan yang relevan di seluruh dunia untuk melarang kepemilikan pemain dari pihak ketiga," tegasnya.
"UEFA... juga siap menerapkan kerangka peraturan untuk melarang kepemilikan pihak ketiga dalam kompetisi UEFA, mewaspadai FIFA tidak mengambil langkah yang dinilai tepat," tegas Infantina yang menambahkan bahwa dalam masalah ini, akan diberlakukan masa transisi sekitar tiga sampai empat tahun.
Yang dimaksud pihak ketiga oleh UEFA adalah ketika kepemilikan hak transfer pemain yang seluruhnya atau sebagian dimiliki oleh sang pemain itu sendiri atau perusahaan, bukan hanya klub pemain tersebut. Praktik ini dilarang di Inggris, Prancis dan Polandia, tetapi masih diperbolehkan di banyak negara lain. Hal ini banyak terjadi di Brasil.
Klub Inggris, West Ham United, pernah didenda karena melanggar aturan mengenai perjanjian dengan pihak ketiga dalam transfer pemain, ketika mereka mendatangkan pemain depan asal Argentina, Carlos Tevez, dari klub Brasil, Corinthians, pada awal musim 2006.
Ketika pemain gelandang asal Brasil, Oscar, bergabung dengan Chelsea tahun ini, biayanya, yang diperkirakan media sekitar 25 juta poundsterling, dibagi antara dua tim Brasil, pemain itu sendiri dan pengusaha yang memilikinya, yang itu disebutnya sebagai "hak ekonomi".
(nug)