Solo kirim 10 atlet taekwondo muda
Minggu, 09 Desember 2012 - 23:05 WIB
Solo kirim 10 atlet taekwondo muda
A
A
A
Sindonews.com - Kota Solo atau Surakarta, mengirimkan 10 taekwondoin muda yang akan turun di dua nomor lengkap yakni kyuruki dan poomsae (gerak), dalam kejuaraan taekwondo junior Indonesia Open, yang mulai digelar Selasa-Jumat (11-14/12) di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta.
Untuk nomor kyuruki, Surakarta mengirimkan M Arifin (-48 kg), William Alexander (-55 kg), Ade Kumara S (-63 kg), Kevin Grescia (-73 kg), Almaida Nur (-46 kg), Hugo Leonardo (-68 kg). Sedangkan nomor seni gerak masing-masing Talita Indria, Roya Sukma Adam dan Zidjian Muhammad.
Kabid Pembinaan dan Prestasi Pengkot Taekwondo Indonesia (TI) Surakarta, Ali Solichin mengakui, persaingan di kejuaraan tersebut dipastikan ketat. Apalagi dalam kejuaraan ini panitia mengujicobakan peralatan baru berupa sensor body protect atlet yang berfungsi mengetahui tendangan atau pukulan mengenai lawan atau tidak. "Anak-anak bisa menembus lima besar saja sudah sangat bagus," imbuh Ali.
Pelatih Taekwondo Solo ini mengakui, taekwondoin muda Surakarta belum terbiasa dengan alat sensor tersebut. Namun, hal ini justru menjadi kesempatan bagus bagi atlet muda untuk membiasakannya, terlebih di kejuaraan resmi tingkat internasional, alat tersebut sudah dipakai. "Nantinya para atlet diberi waktu oleh panitia untuk mencobanya sebelum pertandingan dimulai, seperti pada PON Riau lalu," kata dia.
Untuk nomor kyuruki, Surakarta mengirimkan M Arifin (-48 kg), William Alexander (-55 kg), Ade Kumara S (-63 kg), Kevin Grescia (-73 kg), Almaida Nur (-46 kg), Hugo Leonardo (-68 kg). Sedangkan nomor seni gerak masing-masing Talita Indria, Roya Sukma Adam dan Zidjian Muhammad.
Kabid Pembinaan dan Prestasi Pengkot Taekwondo Indonesia (TI) Surakarta, Ali Solichin mengakui, persaingan di kejuaraan tersebut dipastikan ketat. Apalagi dalam kejuaraan ini panitia mengujicobakan peralatan baru berupa sensor body protect atlet yang berfungsi mengetahui tendangan atau pukulan mengenai lawan atau tidak. "Anak-anak bisa menembus lima besar saja sudah sangat bagus," imbuh Ali.
Pelatih Taekwondo Solo ini mengakui, taekwondoin muda Surakarta belum terbiasa dengan alat sensor tersebut. Namun, hal ini justru menjadi kesempatan bagus bagi atlet muda untuk membiasakannya, terlebih di kejuaraan resmi tingkat internasional, alat tersebut sudah dipakai. "Nantinya para atlet diberi waktu oleh panitia untuk mencobanya sebelum pertandingan dimulai, seperti pada PON Riau lalu," kata dia.
(nug)