Pemain impor kembali berulah
Senin, 10 Desember 2012 - 09:52 WIB
Pemain impor kembali berulah
A
A
A
Sindonews.com - Santi Cazorla memperburuk reputasi pemain asing di Liga Primer.Mereka makin dianggap sebagai sumber kecurangan yang kerap terjadi di lapangan.
Cazorla,pemain kelahiran Llanera, Spanyol,dituduh melakukan diving pada partai melawan West Bromwich Albion di Emirates,Sabtu (8/12).Gelandang Arsenal itu terjatuh ketika dihadang Steven Reid demi memenangkan penalti bagi timnya.Arsenal akhirnya menang 2-0. Ulahnya ini tidak pelak memicu perdebatan lama.
Pelatih Manchester United Sir Alex Ferguson pernah menyebut pemain impor merupakan biang keladi terciptanya budaya diving di Liga Primer.Arsitek West Brom Steve Clarke turut menyesalkan hal sama.Dia menilai simulasi sudah biasa di lapangan. “Inilah kultur sekarang.Jika ada kontak sedikit saja,pemain akan langsung terjatuh.Situasi tersebut tidak seperti beberapa dekade lalu,”kata Clarke,dilansir Telegraph. Statistik mendukung pertimbangan mereka.Sejak musim lalu,para penerima kartu kuning mayoritas berasal dari negara lain.
Mereka kemudian memberikan pengaruh bagi pesepak bola lokal untuk mengikuti.Sebab,meski terancam masuk catatan wasit,simulasi bisa membuahkan keuntungan,mulai diberikannya tendangan bebas, penalti,atau membuat pemain lawan menerima peringatan sang pengadil pertandingan. Gareth Bale,Ashley Young,atau Phil Neville adalah beberapa pesepak bola Inggris Raya yang pernah menjadi sumber kontroversi ini.
Beberapa di antara mereka dihukum, tapi tidak jarang pula bebas hukuman. Striker Manchester City Sergio Aguero menyesalkan kondisi ini. Bomber berkebangsaan Argentina tersebut menilai wasit menerapkan standar ganda dalam menyikapi permasalahan.Jika korps berbaju hitam tidak bertindak adil, Aguero yakin pemain impor bakal mengurungkan niat datang ke Inggris. “Tugas wasit memutuskan siapa yang mencoba menipunya dan mana yang tidak.Tapi,mereka lebih menganakemaskan pemain pribumi. Padahal,populasi pemain asing di Liga Primer hampir sama besar dengan pesepak bola lokal.Keadaan itu jelas tidak ideal,”kata Aguero.
Pembelaan para pemain divingselama ini adalah menghindari cedera.Tapi, Nakhoda Everton David Moyes tidak menganggapnya sebagai alasan kuat. Bergelut di olahraga yang kerap berbenturan fisik,dia menilai pemain semestinya sadar jika sewaktuwaktu dijegal lawan. Moyes merasa hanya ada satu cara untuk menyelesaikan polemik yang ada.Metode tersebut tidak lain larangan bermain bagi mereka yang terbukti bersalah.Lewat sanksi berat,Moyes yakin budaya diving akan perlahan menghilang sampai akhirnya punah.
“Wasit tidak mungkin bertindak sendirian. Mereka butuh bantuan pihak lain.FA bisa saja membentuk panel independen yang menganalisis insiden lewat rekaman pertandingan.Di sana mereka kemudian menentukan hukuman yang pantas,” tandas Moyes
Cazorla,pemain kelahiran Llanera, Spanyol,dituduh melakukan diving pada partai melawan West Bromwich Albion di Emirates,Sabtu (8/12).Gelandang Arsenal itu terjatuh ketika dihadang Steven Reid demi memenangkan penalti bagi timnya.Arsenal akhirnya menang 2-0. Ulahnya ini tidak pelak memicu perdebatan lama.
Pelatih Manchester United Sir Alex Ferguson pernah menyebut pemain impor merupakan biang keladi terciptanya budaya diving di Liga Primer.Arsitek West Brom Steve Clarke turut menyesalkan hal sama.Dia menilai simulasi sudah biasa di lapangan. “Inilah kultur sekarang.Jika ada kontak sedikit saja,pemain akan langsung terjatuh.Situasi tersebut tidak seperti beberapa dekade lalu,”kata Clarke,dilansir Telegraph. Statistik mendukung pertimbangan mereka.Sejak musim lalu,para penerima kartu kuning mayoritas berasal dari negara lain.
Mereka kemudian memberikan pengaruh bagi pesepak bola lokal untuk mengikuti.Sebab,meski terancam masuk catatan wasit,simulasi bisa membuahkan keuntungan,mulai diberikannya tendangan bebas, penalti,atau membuat pemain lawan menerima peringatan sang pengadil pertandingan. Gareth Bale,Ashley Young,atau Phil Neville adalah beberapa pesepak bola Inggris Raya yang pernah menjadi sumber kontroversi ini.
Beberapa di antara mereka dihukum, tapi tidak jarang pula bebas hukuman. Striker Manchester City Sergio Aguero menyesalkan kondisi ini. Bomber berkebangsaan Argentina tersebut menilai wasit menerapkan standar ganda dalam menyikapi permasalahan.Jika korps berbaju hitam tidak bertindak adil, Aguero yakin pemain impor bakal mengurungkan niat datang ke Inggris. “Tugas wasit memutuskan siapa yang mencoba menipunya dan mana yang tidak.Tapi,mereka lebih menganakemaskan pemain pribumi. Padahal,populasi pemain asing di Liga Primer hampir sama besar dengan pesepak bola lokal.Keadaan itu jelas tidak ideal,”kata Aguero.
Pembelaan para pemain divingselama ini adalah menghindari cedera.Tapi, Nakhoda Everton David Moyes tidak menganggapnya sebagai alasan kuat. Bergelut di olahraga yang kerap berbenturan fisik,dia menilai pemain semestinya sadar jika sewaktuwaktu dijegal lawan. Moyes merasa hanya ada satu cara untuk menyelesaikan polemik yang ada.Metode tersebut tidak lain larangan bermain bagi mereka yang terbukti bersalah.Lewat sanksi berat,Moyes yakin budaya diving akan perlahan menghilang sampai akhirnya punah.
“Wasit tidak mungkin bertindak sendirian. Mereka butuh bantuan pihak lain.FA bisa saja membentuk panel independen yang menganalisis insiden lewat rekaman pertandingan.Di sana mereka kemudian menentukan hukuman yang pantas,” tandas Moyes
(wbs)