Kocek cekak Persipur hanya mampu rekrut 15 Pemain
Selasa, 11 Desember 2012 - 14:36 WIB
Kocek cekak Persipur hanya mampu rekrut 15 Pemain
A
A
A
Sindonews.com – Berstatus tim promosi Divisi Utama PT Liga Indonesia, Persipur Purwodadi, tentu tidak ingin menjadi klub kuda hitam. Demi bisa menjadi klub yang mampu bersaing di liga professional, manajemen pun mulai berbenah.
Persipur mendapatkan tiket promosi ke Divisi Utama setelah keluar sebagai juara ketiga Divisi 1 nasional yang diselenggarakan oleh Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI).
Satu tahap, yakni verivikasi untuk mengetahui kesiapan klub berjuluk Laskar Petir ini telah dilalui dengan mulus. Persipur dinyatakan oleh PT Liga Indonesia lolos verifikasi, meski dengan sejumlah catatan.
“Verifikasi dilakukan oleh perwakilan PT LI tanggal 11 November lalu terhadap Stadion Krida Bakti yang akan menjadi markas Persipur. Hasilnya memang ada sejumlah catatan yang diberikan, namun secara umum layak untuk menggelar pertandingan level dua professional,” kata Sekretaris Persipur Budi Susilo.
Menurut Budi, catatan yang diberikan oleh PT Liga masih wajar seperti tempat duduk pemain yanag seharunya ada 14, namun Persipur baru ada 12 dan beberapa bagian stadion.”Catatannya, hanya sedikit dan dalam waktu dekat ini akan segera diperbaiki,” katanya.
Stadion Krida Bakti berkapasitas sekitar 12 ribu penonton dan sudah dilengkapi dengan tribun di setiap sisi. Perbaikan sesuai catatan PT LI akan dilakukan secepat mungkin.
Dijelaskannya, saat ini Manajemen yang baru Persipur dibawah General Manajer Mulyadi, sudah memulai untuk melakukan seleksi pemain untuk menyongsong Kick Off Divisi Utama.
Namun, karena keterbatasan anggaran manajemen hanya akan mencari pemain seperlunya.
Aggaran yang terbatas membuat persipur juga tidak mau memasang target muluk-muluk. Sebagai tim promosi, bisa bertahan di Divisi Utama sudah cukup. “Seleksi untuk sementara masih dipimpin oleh tim pelatih musim lalu sambil menunggu manajemen memutuskan pelatih Persipur yang baru. Saat ini sudah ada 15 pemain yang sudah menyatakan sepakat. Untuk pelatih sudah ada beberapa nama tapi belum kami putuskan,” katanya.
Dia mengaku, meski bertastus tim kuda hitam yang belum memiliki pengalaman berkompetisi di Divisi Utama, pelamar yang masuk cukup menarik minat pemain-pemain bola. Selain pemain lokal Persipur juga banyak pelamar dari tetangga seperti Blora dan Kudus.
“Sebenarnya kami memiliki banyak talenta berbakat. Seperti bek Herry Susilo yang musim lalu memperkuat Barito Putra. Namun karena persoalan dana, kami tentu tidak bisa menggunakan jasanya,” katanya.
Diakuinya meski, persiapan tim bisa dibilang terlambat, namun manajemen yakin sebelum kick off Divisi Utama Liga Indonesia dimulai tim sudah terbentuk.
Persipur mendapatkan tiket promosi ke Divisi Utama setelah keluar sebagai juara ketiga Divisi 1 nasional yang diselenggarakan oleh Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI).
Satu tahap, yakni verivikasi untuk mengetahui kesiapan klub berjuluk Laskar Petir ini telah dilalui dengan mulus. Persipur dinyatakan oleh PT Liga Indonesia lolos verifikasi, meski dengan sejumlah catatan.
“Verifikasi dilakukan oleh perwakilan PT LI tanggal 11 November lalu terhadap Stadion Krida Bakti yang akan menjadi markas Persipur. Hasilnya memang ada sejumlah catatan yang diberikan, namun secara umum layak untuk menggelar pertandingan level dua professional,” kata Sekretaris Persipur Budi Susilo.
Menurut Budi, catatan yang diberikan oleh PT Liga masih wajar seperti tempat duduk pemain yanag seharunya ada 14, namun Persipur baru ada 12 dan beberapa bagian stadion.”Catatannya, hanya sedikit dan dalam waktu dekat ini akan segera diperbaiki,” katanya.
Stadion Krida Bakti berkapasitas sekitar 12 ribu penonton dan sudah dilengkapi dengan tribun di setiap sisi. Perbaikan sesuai catatan PT LI akan dilakukan secepat mungkin.
Dijelaskannya, saat ini Manajemen yang baru Persipur dibawah General Manajer Mulyadi, sudah memulai untuk melakukan seleksi pemain untuk menyongsong Kick Off Divisi Utama.
Namun, karena keterbatasan anggaran manajemen hanya akan mencari pemain seperlunya.
Aggaran yang terbatas membuat persipur juga tidak mau memasang target muluk-muluk. Sebagai tim promosi, bisa bertahan di Divisi Utama sudah cukup. “Seleksi untuk sementara masih dipimpin oleh tim pelatih musim lalu sambil menunggu manajemen memutuskan pelatih Persipur yang baru. Saat ini sudah ada 15 pemain yang sudah menyatakan sepakat. Untuk pelatih sudah ada beberapa nama tapi belum kami putuskan,” katanya.
Dia mengaku, meski bertastus tim kuda hitam yang belum memiliki pengalaman berkompetisi di Divisi Utama, pelamar yang masuk cukup menarik minat pemain-pemain bola. Selain pemain lokal Persipur juga banyak pelamar dari tetangga seperti Blora dan Kudus.
“Sebenarnya kami memiliki banyak talenta berbakat. Seperti bek Herry Susilo yang musim lalu memperkuat Barito Putra. Namun karena persoalan dana, kami tentu tidak bisa menggunakan jasanya,” katanya.
Diakuinya meski, persiapan tim bisa dibilang terlambat, namun manajemen yakin sebelum kick off Divisi Utama Liga Indonesia dimulai tim sudah terbentuk.
(wbs)