Penggawa Arsenal ogah mainkan Tiki-Taka
Kamis, 13 Desember 2012 - 18:58 WIB
Penggawa Arsenal ogah mainkan Tiki-Taka
A
A
A
Sindonews.com – Permainan Tiki-Taka ala Barcelona membuat sebagian klub ingin ikuti jejak klub berjuluk El Barca itu, termasuk Arsenal. Pelatih Arsenal Arsene Wenger mencoba menerapkan permainan passing pendek yang menjadi ciri khas gaya Tiki-Taka.
Gaya tersebut diusung oleh Josep “Pep” Guardiola saat masih menangani Barca. Alhasil Tiki-Taka mampu membawa Barca meraih 13 trofi dalam empat musim selama ditangani Guardiola.
Namun, kesuksesan gaya permainan tersebut tak membuat para punggawa Arsenal tertarik. Lukas Podolski dkk tak ingin Wenger menerapkan gaya permainan Tiki-Taka. Mereka lebih senang bermain seimbang antara menyerang dan bertahan. Apalagi gaya bertahan yang dikenalkan asisten pelatih Wenger, Steve Bould sangat menarik perhatian skuad Meriam London.
"Arsenal telah memainkan gaya sepak bola yang fantastis, tetapi tidak selalu bisa Tiki-Taka seperti Barcelona. Beberapa pemain ingin gaya langsung menyerang dan mereka juga ingin lebih bertahan seperti yang diajarkan Steve Bould, tapi ini tidak terjadi di sini,” ungkap seorang sumber seperti dikutip The Sun, Kamis (13/12/2012)
Para penggawa Arsenal turut mempertanyakan strategi yang diterapkan Wenger pada saat menghadapi, Bradford di ajang Capital One Cup pada Minggu (13/12/2012). Akibatnya The Gunners secara mengejutkan dihabisi klub asal League Two itu melalui adu penalti.
"Mereka menggaruk-garuk kepala mereka mengenai keputusan Wenger. Mereka tidak bisa mengerti mengapa Gervinho diperbolehkan untuk bermain di depan sementara yang lain begitu banyak dipaksa keluar dari posisi mereka, " ucap sumber yang tak ingin disebutkan namanya itu.
Gaya tersebut diusung oleh Josep “Pep” Guardiola saat masih menangani Barca. Alhasil Tiki-Taka mampu membawa Barca meraih 13 trofi dalam empat musim selama ditangani Guardiola.
Namun, kesuksesan gaya permainan tersebut tak membuat para punggawa Arsenal tertarik. Lukas Podolski dkk tak ingin Wenger menerapkan gaya permainan Tiki-Taka. Mereka lebih senang bermain seimbang antara menyerang dan bertahan. Apalagi gaya bertahan yang dikenalkan asisten pelatih Wenger, Steve Bould sangat menarik perhatian skuad Meriam London.
"Arsenal telah memainkan gaya sepak bola yang fantastis, tetapi tidak selalu bisa Tiki-Taka seperti Barcelona. Beberapa pemain ingin gaya langsung menyerang dan mereka juga ingin lebih bertahan seperti yang diajarkan Steve Bould, tapi ini tidak terjadi di sini,” ungkap seorang sumber seperti dikutip The Sun, Kamis (13/12/2012)
Para penggawa Arsenal turut mempertanyakan strategi yang diterapkan Wenger pada saat menghadapi, Bradford di ajang Capital One Cup pada Minggu (13/12/2012). Akibatnya The Gunners secara mengejutkan dihabisi klub asal League Two itu melalui adu penalti.
"Mereka menggaruk-garuk kepala mereka mengenai keputusan Wenger. Mereka tidak bisa mengerti mengapa Gervinho diperbolehkan untuk bermain di depan sementara yang lain begitu banyak dipaksa keluar dari posisi mereka, " ucap sumber yang tak ingin disebutkan namanya itu.
(aww)