ISL terus berkompetisi, kickoff tetap 5 Januari
Jum'at, 14 Desember 2012 - 21:18 WIB
ISL terus berkompetisi, kickoff tetap 5 Januari
A
A
A
Sindonews.com - Kondisi sepak bola Indonesia memang belum juga kondusif. Tapi hal itu seolah tidak menyurutkan niat PT Liga Indonesia (Liga), untuk tetepa memutar kompetisi Indonesia Super League (ISL) muism 2012/2013.
PT Liga menetapkan 5 Januari 2013 sebagai waktu yang tepat untuk memutar roda kompetisi. Dan laga antara tuan rumah Sriwijaya FC (SFC) kontra Persiba Balikpapan, dijadikan partai pembuka. Laga tersebut dipilih Liga, sekaligus sebagai bentuk penghormatan terhadap Laskar Wong Kito, julukan SFC, yang musim lalu keluar sebagai kampiun ISL.
''Klub telah bersepakat dan semua hadir dalam manager meeting. ISL tetap bergulir walau dinamika organisasi federasi masih tak menentu. Dan pertandingan di Palembang, menjadi penanda kickoff ISL mulai secara resmi digelar,'' ungkap Joko.
Jumlah peserta ISL pun akhirnya diputuskan tetap dengan jumlah awal yaitu 18 klub. Jumlah ini awalnya disebut-sebut akan bertambah setelah manajemen Persijap Jepara dan Semen Padang menyatakan keinginannya untuk bergabung dan pindah dari kompetisi Indonesia Premier Leagua (ISL). Tapi sampai dengan proses launching ISL beberapa waktu lalu, kedua klub tersebut tidak diperkenalkan.
Keinginan keras agar kompetisi tetap berputar walau kondisi persepak bolaan Indonesia sedang tidak menentu, seolah dikedepankan Joko. Pria yang juga menjabat sebagai anggota tim Joint Commitee (JC) perwakilan Komite Penyelamat Sepak bola Indonesia (KPSI) ini menegaskan, jika kompetisi harus tetap bergulir agar tak hanya fokus kepada hiruk-pikuk organisasi.
Dan dirinya pun berkeinginan apa yang terjadi di organisasi bisa dibawa ke arah yang positif, di mana pembinaan dan kompetisi masih bisa terus berjalan walau sepak bola Indonesia tidak henti-hentinya bermasalah. Selain itu, dirinya juga menyatakan jika anggota sebagai pemilik organisasi, sehingga tidak terpaku dengan pengurus yang bisa berganti-ganti.
"Esensinya adalah federasi itu miliknya anggota, karena itu kompetisi harus terus berjalan. Pengurus bisa saja datang dan pergi, tapi wadahnya tidak," tegas Joko.
Joko setidaknya bisa sedikit tenang dengan usahanya terus memutar jalannya roda kompetisi. Karena Task Force (TF) bentukan pelaksana tugas sementara (Plt) Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Agung Laksono, juga sangat memperhatikan kondisi klub-klub sepak bola di Tanah Air yang ingin sebuah kompetisi yang teratur dan baik.
Perhatian khusus pada kelangsungan sebuah kompetisi, disampaikan langsung oleh sekretaris TF, Agum Gumelar. Pria yang juga mantan ketua umum (ketum) PSSI periode 1999 - 2003 ini menegaskan, jika semua pihak harus menghargai kerja keras klub. Semua permasalahan yang selama ini membelit persepak bolaan Indonesia, klub bisa dibilang menjadi pihak yang paling dirugikan.
"Kita harus menghargai klub, karena mereka yang memiliki suara. Mereka juga sebenarnya sudah jenuh dan mereka ingin bersatu. Mereka ingin adanya kompetisi yang baik. Untuk itu, yang harus kita perjuangkan adalah nasib mereka. Bagaimana mereka bisa berkompetisi dengan baik tanpa ada masalah," jelas Agum.
PT Liga menetapkan 5 Januari 2013 sebagai waktu yang tepat untuk memutar roda kompetisi. Dan laga antara tuan rumah Sriwijaya FC (SFC) kontra Persiba Balikpapan, dijadikan partai pembuka. Laga tersebut dipilih Liga, sekaligus sebagai bentuk penghormatan terhadap Laskar Wong Kito, julukan SFC, yang musim lalu keluar sebagai kampiun ISL.
''Klub telah bersepakat dan semua hadir dalam manager meeting. ISL tetap bergulir walau dinamika organisasi federasi masih tak menentu. Dan pertandingan di Palembang, menjadi penanda kickoff ISL mulai secara resmi digelar,'' ungkap Joko.
Jumlah peserta ISL pun akhirnya diputuskan tetap dengan jumlah awal yaitu 18 klub. Jumlah ini awalnya disebut-sebut akan bertambah setelah manajemen Persijap Jepara dan Semen Padang menyatakan keinginannya untuk bergabung dan pindah dari kompetisi Indonesia Premier Leagua (ISL). Tapi sampai dengan proses launching ISL beberapa waktu lalu, kedua klub tersebut tidak diperkenalkan.
Keinginan keras agar kompetisi tetap berputar walau kondisi persepak bolaan Indonesia sedang tidak menentu, seolah dikedepankan Joko. Pria yang juga menjabat sebagai anggota tim Joint Commitee (JC) perwakilan Komite Penyelamat Sepak bola Indonesia (KPSI) ini menegaskan, jika kompetisi harus tetap bergulir agar tak hanya fokus kepada hiruk-pikuk organisasi.
Dan dirinya pun berkeinginan apa yang terjadi di organisasi bisa dibawa ke arah yang positif, di mana pembinaan dan kompetisi masih bisa terus berjalan walau sepak bola Indonesia tidak henti-hentinya bermasalah. Selain itu, dirinya juga menyatakan jika anggota sebagai pemilik organisasi, sehingga tidak terpaku dengan pengurus yang bisa berganti-ganti.
"Esensinya adalah federasi itu miliknya anggota, karena itu kompetisi harus terus berjalan. Pengurus bisa saja datang dan pergi, tapi wadahnya tidak," tegas Joko.
Joko setidaknya bisa sedikit tenang dengan usahanya terus memutar jalannya roda kompetisi. Karena Task Force (TF) bentukan pelaksana tugas sementara (Plt) Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Agung Laksono, juga sangat memperhatikan kondisi klub-klub sepak bola di Tanah Air yang ingin sebuah kompetisi yang teratur dan baik.
Perhatian khusus pada kelangsungan sebuah kompetisi, disampaikan langsung oleh sekretaris TF, Agum Gumelar. Pria yang juga mantan ketua umum (ketum) PSSI periode 1999 - 2003 ini menegaskan, jika semua pihak harus menghargai kerja keras klub. Semua permasalahan yang selama ini membelit persepak bolaan Indonesia, klub bisa dibilang menjadi pihak yang paling dirugikan.
"Kita harus menghargai klub, karena mereka yang memiliki suara. Mereka juga sebenarnya sudah jenuh dan mereka ingin bersatu. Mereka ingin adanya kompetisi yang baik. Untuk itu, yang harus kita perjuangkan adalah nasib mereka. Bagaimana mereka bisa berkompetisi dengan baik tanpa ada masalah," jelas Agum.
(aww)