Pukul KO Molina, Amir Khan batal pensiun
Minggu, 16 Desember 2012 - 14:03 WIB
Pukul KO Molina, Amir Khan batal pensiun
A
A
A
Sindonews.com - Amir Khan akhirnya menunda keputusannya untuk pensiun setelah memukul KO juara kelas welter junior Carlos Molina pada ronde kesepuluh, di Los Angeles Sports Arena, Sabtu (15/12/2012) malam atau Minggu pagi WIB. Petinju berusia 26 tahun itu mengaku dirinya sangat fokus menghadapi Molina.
Ia tidak ingin memberikan ruang sedikitpun kepada Molina untuk melakukan serangan. Strategi itu berhasil dan Kahn mampu mendominasi pertarungan.
"Anda dapat melihat cara saya berjuang dengan penuh kesabaran. Saya tidak pernah kehilangan rencana permainan saya, tidak pernah mendapatkan tekanan dari Molina. Namun, saya menyadari bahwa dia merupakan petinju yang tangguh," akui Kahn usai pertarungan.
Kemenangan itu juga seakan menegaskan keputusannya mengganti pelatih dari Freddie Roach ke Virgil Hunter sebagai keputusan yang tepat.
Saat Khan masih ditangani oleh Roach, dia sempat kehilangan gelar kelas welter ringan WBA dan IBF setelah dikalahkan Danny Garcia dan Lamont Peterson. Karena itulah Khan tak lupa untuk menyanjung dan berterima kasih atas peran Hunter.
"Hunter adalah pelatih yang hebat. Saya ingin berterima kasih atas segala keberhasilan ini. Dia mengajari saya bagaimana untuk bersabar bahkan ia mengajarkan saya bagaimana memahami tinju," katanya.
"Sebelumnya, kecepatan pukulan saya ketika di latih Roach kurang begitu baik. Namun, kini saya berhasil memperbaiki itu semua. Jadi, jika ini terus dilakukan maka tidak ada seorang petinju manapun yang berhasil mengalahkan saya. Dengan keberhasilan ini saya siap untuk menghadapi Garcia kembali, di mana saja."
Dengan kemenangan ini, Khan mampu memperbaiki rekornya menjadi 27-3 (18 KO). Jelang pertarungan, ia mengaku sempat khawatir jika kekalahan kembali akan dialaminya. "Setelah perkelahian saya dengan Garcia dan Lamont Peterson, saya berpikir untuk segera mengakhir karir tinju. Tapi, itu akhirnya pudar saat saya menyadari bahwa kekalahan itu merupakan kesalahan saya sendiri."
Ia tidak ingin memberikan ruang sedikitpun kepada Molina untuk melakukan serangan. Strategi itu berhasil dan Kahn mampu mendominasi pertarungan.
"Anda dapat melihat cara saya berjuang dengan penuh kesabaran. Saya tidak pernah kehilangan rencana permainan saya, tidak pernah mendapatkan tekanan dari Molina. Namun, saya menyadari bahwa dia merupakan petinju yang tangguh," akui Kahn usai pertarungan.
Kemenangan itu juga seakan menegaskan keputusannya mengganti pelatih dari Freddie Roach ke Virgil Hunter sebagai keputusan yang tepat.
Saat Khan masih ditangani oleh Roach, dia sempat kehilangan gelar kelas welter ringan WBA dan IBF setelah dikalahkan Danny Garcia dan Lamont Peterson. Karena itulah Khan tak lupa untuk menyanjung dan berterima kasih atas peran Hunter.
"Hunter adalah pelatih yang hebat. Saya ingin berterima kasih atas segala keberhasilan ini. Dia mengajari saya bagaimana untuk bersabar bahkan ia mengajarkan saya bagaimana memahami tinju," katanya.
"Sebelumnya, kecepatan pukulan saya ketika di latih Roach kurang begitu baik. Namun, kini saya berhasil memperbaiki itu semua. Jadi, jika ini terus dilakukan maka tidak ada seorang petinju manapun yang berhasil mengalahkan saya. Dengan keberhasilan ini saya siap untuk menghadapi Garcia kembali, di mana saja."
Dengan kemenangan ini, Khan mampu memperbaiki rekornya menjadi 27-3 (18 KO). Jelang pertarungan, ia mengaku sempat khawatir jika kekalahan kembali akan dialaminya. "Setelah perkelahian saya dengan Garcia dan Lamont Peterson, saya berpikir untuk segera mengakhir karir tinju. Tapi, itu akhirnya pudar saat saya menyadari bahwa kekalahan itu merupakan kesalahan saya sendiri."
(aww)