Taklukkan China, Korsel juara Asia
Senin, 17 Desember 2012 - 17:42 WIB
Taklukkan China, Korsel juara Asia
A
A
A
Sindonews.com - Korea Selatan menjadi yang terbaik dalam Piala Asia Bola Tangan di GOR UNY. Di partai final, Minggu malam (16/12), Korsel sukses menaklukkan China 40-22 yang membuatnya keluar sebagai juara.
Sukses ini sekaligus membalas kegagalan Korsel dua tahun lalu. Pada Piala Asia 2010, Korsel gagal menjadi kampiun setelah ditekuk Kazakhstan di partai puncak. Namun, Korsel berhasil melakukan revans di semifinal.
Sebagai kampiun, Korsel berhak tampil di Piala Dunia Bola Tangan tahun depan di Serbia. Selain Korsel, China sebagai runner-up dan Jepang yang menduduki peringkat tiga juga berhak ambil bagian di Piala Dunia. Hasil ini sekaligus menunjukkan dominasi Asia Timur di cabang bola tangan.
Bagi Korsel, kemanangan ini cukup mengejutkan. Sebab, China sempat merepotkan Korsel di penyisihan grup. Saat itu, Korsel menang tipis 30-28. ''Di laga penyisihan, Cina banyak bertahan. Akibatnya kami mengalami kesulitan mencetak gol. Di final, China bermain terbuka. Ini memudahkan kami memaksimalkan serangan,” kata Pelatih Korsel, Lim Young-Chul.
Dia mengatakan, sebelum bertanding dirinya sudah membuat beberapa alternatif, termasuk jika China bermain terbuka. Hanya saja, jika skema ini yang dipilih, dia optimistis menang besar karena kelemahan lawan sudah dipelajari dengan baik.
''Saya puas dengan keberhasilan ini. Apalagi, tim yang dibawa ke Yogyakarta berbeda dengan tim yang menduduki peringkat empat di Olimpiade 2012 London. Materi pemainnya yang tampil di Piala Asia sebagian besar masih berusia muda,” sambungnya.
''Di Piala Dunia, kami berusaha tampil sebaik mungkin. Kami tak menargetkan hasil muluk. Yang terpenting bisa melangkah sejauh-jauhnya,” tambahnya.
Sebelumnya, Jepang menjadi tim pertama yang memastikan lolos ke Piala Dunia setelah menaklukkan Kazakhstan 21-20. Kapten Jepang Megumi Takahashi mengatakan, keberhasilan menduduki peringkat tiga sudah sesuai target. Diakuinya dengan materi tim saat ini dan persiapan yang dilakukan, Jepang tidak menargetkan juara.
''Terpenting, kami bisa menduduki peringkat tiga sebagai syarat lolos ke Piala Dunia. Namun kami tak menyangka bakal bertemu Kazakhstan. Mereka tim juara bertahan. Beruntung, kami bisa mengalahkan mereka,” tandas Takahashi.
Sukses ini sekaligus membalas kegagalan Korsel dua tahun lalu. Pada Piala Asia 2010, Korsel gagal menjadi kampiun setelah ditekuk Kazakhstan di partai puncak. Namun, Korsel berhasil melakukan revans di semifinal.
Sebagai kampiun, Korsel berhak tampil di Piala Dunia Bola Tangan tahun depan di Serbia. Selain Korsel, China sebagai runner-up dan Jepang yang menduduki peringkat tiga juga berhak ambil bagian di Piala Dunia. Hasil ini sekaligus menunjukkan dominasi Asia Timur di cabang bola tangan.
Bagi Korsel, kemanangan ini cukup mengejutkan. Sebab, China sempat merepotkan Korsel di penyisihan grup. Saat itu, Korsel menang tipis 30-28. ''Di laga penyisihan, Cina banyak bertahan. Akibatnya kami mengalami kesulitan mencetak gol. Di final, China bermain terbuka. Ini memudahkan kami memaksimalkan serangan,” kata Pelatih Korsel, Lim Young-Chul.
Dia mengatakan, sebelum bertanding dirinya sudah membuat beberapa alternatif, termasuk jika China bermain terbuka. Hanya saja, jika skema ini yang dipilih, dia optimistis menang besar karena kelemahan lawan sudah dipelajari dengan baik.
''Saya puas dengan keberhasilan ini. Apalagi, tim yang dibawa ke Yogyakarta berbeda dengan tim yang menduduki peringkat empat di Olimpiade 2012 London. Materi pemainnya yang tampil di Piala Asia sebagian besar masih berusia muda,” sambungnya.
''Di Piala Dunia, kami berusaha tampil sebaik mungkin. Kami tak menargetkan hasil muluk. Yang terpenting bisa melangkah sejauh-jauhnya,” tambahnya.
Sebelumnya, Jepang menjadi tim pertama yang memastikan lolos ke Piala Dunia setelah menaklukkan Kazakhstan 21-20. Kapten Jepang Megumi Takahashi mengatakan, keberhasilan menduduki peringkat tiga sudah sesuai target. Diakuinya dengan materi tim saat ini dan persiapan yang dilakukan, Jepang tidak menargetkan juara.
''Terpenting, kami bisa menduduki peringkat tiga sebagai syarat lolos ke Piala Dunia. Namun kami tak menyangka bakal bertemu Kazakhstan. Mereka tim juara bertahan. Beruntung, kami bisa mengalahkan mereka,” tandas Takahashi.
(aww)