Tolak pemain materialistis, PSM Makassar cari loyalis
Rabu, 19 Desember 2012 - 17:33 WIB
Tolak pemain materialistis, PSM Makassar cari loyalis
A
A
A
Sindonews.com - Pelatih PSM Makassar Petar Segrt, sedang mencari sosok pemain yang tidak materialistis dan loyal terhadap klub. Manajemen tim Juku Eja sudah melakukan negosiasi dengan beberapa pemain incarannya. Seperti, duo penggawa Timnas yakni Raphael Maitimo dan Valentino Telaubun. Hanya saja, negosiasi yang dilakukan buntu.
Kedua pemain tersebut, tidak memberikan jawaban tegas, apakah siap berkostum PSM atau tidak. ''Dari beberapa pemain yang kami hubungi, rata-rata langsung bicara uang,” jelasnya.
Dia menceritakan, di awal negosiasi, semua pemain yang dihubungi langsung bertanya soal besaran gaji yang bisa dibayarkan PSM. ''Kami akan menolak pemain seperti itu. Kami butuh pemain yang loyal dan siap membela klub,” tuturnya.
Pria asal Kroasia tersebut mengakui, sulit mencari pemain seperti yang diinginkan klub. “Tidak mudah mencari pemain seperti yang kami harapkan. Namun kami akan terus berusaha,” sebutnya.
Dia mengatakan, jika tidak ditemukan, pelatih akan memaksilkan pemain muda yang ada di PSM. ''Saya akan coba berdayakan beberapa pemain muda yang saat ini ada,” katanya.
Menurutnya, sejumlah pemain muda yang musim lalu berada dilapis kedua, akan kembali diuji. ''Beberapa pemain muda punya kualitas yang bagus. Saya akan berikan kesempatan kepada mereka untuk tampil,” jelasnya.
Mantan arsitek Klub Bali Devata ini menjelaskan, pada turnamen Walikota Cup yang akan berlangsung di Ternate akhir bulan ini, dia bakal mengikutkan, beberapa pemain muda. “Saya akan lihat sejauh mana perkembangan mereka,” tutur Petar.
Jika ada perkembangan dalam uji coba tersebut, bisa jadi peluang masuk dalam line up dimusim depan sangat terbuka. “Semua pemain punya kesempatan masuk dalam tim utama,” paparnya.
Menurut dia, sulitnya klub mencari pemain berkualitas, tidak terlepas dari ketersediaan anggaran. ''Kalau anggaran terbatas, pilihannya adalah menurunkan pemain-pemain muda,” ucapnya.
CEO PSM Makassar, Rully Habibie juga mengakui, ketersediaan anggaran, masih menjadi problem serius bagi klub berusia 97 tahun ini. “Kami sudah punya dana untuk kompetisi musim mendatang. Tapi jumlahnya tidak signifikan,” jelasnya.
Menurutnya, masih diperlukan dana tambahan. Namun dia enggan menyebut secara rinci angkanya. “Kami tidak bisa sebutkan jumlahnya. Yang jelas dana yang ada saat ini belum memadai,” sebut Ruly.
Dia mengatakan, pengeluaran terbesar PSM dimusim lalu maupun musim depan adalah belanja pemain. “Porsinya mencapai 60% dan sisanya untuk kebutuhan lain-lain di luar dari pembayaran gaji,” ucapnya.
Rully berjanji, di musim ini, manajemen akan berusaha lebih efisien dalam penggunaan anggaran. ''Tidak ada pilihan lain kecuali efisiensi. Apalagi, format kompetisi musim depan belum jelas bentuknya,” tandasnya.
Kedua pemain tersebut, tidak memberikan jawaban tegas, apakah siap berkostum PSM atau tidak. ''Dari beberapa pemain yang kami hubungi, rata-rata langsung bicara uang,” jelasnya.
Dia menceritakan, di awal negosiasi, semua pemain yang dihubungi langsung bertanya soal besaran gaji yang bisa dibayarkan PSM. ''Kami akan menolak pemain seperti itu. Kami butuh pemain yang loyal dan siap membela klub,” tuturnya.
Pria asal Kroasia tersebut mengakui, sulit mencari pemain seperti yang diinginkan klub. “Tidak mudah mencari pemain seperti yang kami harapkan. Namun kami akan terus berusaha,” sebutnya.
Dia mengatakan, jika tidak ditemukan, pelatih akan memaksilkan pemain muda yang ada di PSM. ''Saya akan coba berdayakan beberapa pemain muda yang saat ini ada,” katanya.
Menurutnya, sejumlah pemain muda yang musim lalu berada dilapis kedua, akan kembali diuji. ''Beberapa pemain muda punya kualitas yang bagus. Saya akan berikan kesempatan kepada mereka untuk tampil,” jelasnya.
Mantan arsitek Klub Bali Devata ini menjelaskan, pada turnamen Walikota Cup yang akan berlangsung di Ternate akhir bulan ini, dia bakal mengikutkan, beberapa pemain muda. “Saya akan lihat sejauh mana perkembangan mereka,” tutur Petar.
Jika ada perkembangan dalam uji coba tersebut, bisa jadi peluang masuk dalam line up dimusim depan sangat terbuka. “Semua pemain punya kesempatan masuk dalam tim utama,” paparnya.
Menurut dia, sulitnya klub mencari pemain berkualitas, tidak terlepas dari ketersediaan anggaran. ''Kalau anggaran terbatas, pilihannya adalah menurunkan pemain-pemain muda,” ucapnya.
CEO PSM Makassar, Rully Habibie juga mengakui, ketersediaan anggaran, masih menjadi problem serius bagi klub berusia 97 tahun ini. “Kami sudah punya dana untuk kompetisi musim mendatang. Tapi jumlahnya tidak signifikan,” jelasnya.
Menurutnya, masih diperlukan dana tambahan. Namun dia enggan menyebut secara rinci angkanya. “Kami tidak bisa sebutkan jumlahnya. Yang jelas dana yang ada saat ini belum memadai,” sebut Ruly.
Dia mengatakan, pengeluaran terbesar PSM dimusim lalu maupun musim depan adalah belanja pemain. “Porsinya mencapai 60% dan sisanya untuk kebutuhan lain-lain di luar dari pembayaran gaji,” ucapnya.
Rully berjanji, di musim ini, manajemen akan berusaha lebih efisien dalam penggunaan anggaran. ''Tidak ada pilihan lain kecuali efisiensi. Apalagi, format kompetisi musim depan belum jelas bentuknya,” tandasnya.
(aww)