Derrick Rose mulai sentuh bola basket (lagi)
Jum'at, 21 Desember 2012 - 10:14 WIB
Derrick Rose mulai sentuh bola basket (lagi)
A
A
A
Sindonews.com - Awalnya, superstar Chicago Bulls, Derrick Rose tidak terlalu diharapkan bisa kembali ke lapangan pada musim ini, namun penggemar Chicago Bulls kembali memiliki semangat untuk segera kembali melihat bintangnya itu setelah coach Tom Thibodeau mengungkapkan bahwa pemain berposisi point guard itu mengalami kemajuan pesat dalam proses rehabilitasi cederanya.
Dalam sebuah wawancara dengan Radio ESPN, baru-baru ini, Thibodeau mengatakan bahwa mantan Most Valuable Player tersebut telah melakukan banyak kegiatan yang berhubungan dengan basket, namun belum diizinkan untuk berpartisipasi dalam latihan kontak. Sang pelatih mengatakan bahwa mereka akan berhati-hati dalam kembalinya Rose, tapi dia berharap Rose akan kembali di beberapa titik di paruh kedua musim.
"Dia telah melakukan banyak hal, tapi dia tidak melakukan apa-apa saat latihan kontak. Jadi kami akan melakukannya selangkah demi selangkah. Pertama, dia harus masuk ke dalam latihan dan dia harus berlatih dengan baik untuk sementara waktu. Dan kemudian kami akan lanjut ke langkah selanjutnya. Semoga di beberapa titik selama paruh kedua musim, ia akan bergabung kembali dengan kami."
Namun, saat ditanya kapan tepatnya Rose bakal kembali, Thibodeau masih belum bisa memastikan. Ia hanya mengatakan jika Rose akan kembali sesuai dengan jadwalnya. "Itu tidak akan lebih cepat dari jadwal, juga tak lebih lama dari jadwal. Kami harus sabar. Ini adalah jenis cedera yang harus menyita waktu Anda dalam jangka waktu yang panjang. Dan ketika dia sudah siap untuk datang kembali, dia akan siap untuk kembali. Tidak ada waktu yang dijadwalkan untuk itu," papar pelatih berusia 54 tahun itu.
Rose mengalami robek pada ACL dalam satu permainan putaran pertama seri playoff melawan Philadelphia 76ers di musim lalu, yang menyebabkannya keluar lebih awal untuk kompetisi basket paling bergengsi di dunia itu. Superstar berusia 24 tahun, yang menjalani operasi pada 12 Mei, tersebut, diproyeksikan menepi sekitar delapan hingga 12 bulan. Rose telah mulai mampu melakukan shoting dan berlari selama beberapa minggu terakhir, dan juga mulai mengatasi cedera lutut pada bulan lalu. Selama tanpa kehadiran Rose, Bulls saat ini memegang rekor menang-kalah 14-10, yang merupakan rekor terbaik di Divisi Central.
Dalam sebuah wawancara dengan Radio ESPN, baru-baru ini, Thibodeau mengatakan bahwa mantan Most Valuable Player tersebut telah melakukan banyak kegiatan yang berhubungan dengan basket, namun belum diizinkan untuk berpartisipasi dalam latihan kontak. Sang pelatih mengatakan bahwa mereka akan berhati-hati dalam kembalinya Rose, tapi dia berharap Rose akan kembali di beberapa titik di paruh kedua musim.
"Dia telah melakukan banyak hal, tapi dia tidak melakukan apa-apa saat latihan kontak. Jadi kami akan melakukannya selangkah demi selangkah. Pertama, dia harus masuk ke dalam latihan dan dia harus berlatih dengan baik untuk sementara waktu. Dan kemudian kami akan lanjut ke langkah selanjutnya. Semoga di beberapa titik selama paruh kedua musim, ia akan bergabung kembali dengan kami."
Namun, saat ditanya kapan tepatnya Rose bakal kembali, Thibodeau masih belum bisa memastikan. Ia hanya mengatakan jika Rose akan kembali sesuai dengan jadwalnya. "Itu tidak akan lebih cepat dari jadwal, juga tak lebih lama dari jadwal. Kami harus sabar. Ini adalah jenis cedera yang harus menyita waktu Anda dalam jangka waktu yang panjang. Dan ketika dia sudah siap untuk datang kembali, dia akan siap untuk kembali. Tidak ada waktu yang dijadwalkan untuk itu," papar pelatih berusia 54 tahun itu.
Rose mengalami robek pada ACL dalam satu permainan putaran pertama seri playoff melawan Philadelphia 76ers di musim lalu, yang menyebabkannya keluar lebih awal untuk kompetisi basket paling bergengsi di dunia itu. Superstar berusia 24 tahun, yang menjalani operasi pada 12 Mei, tersebut, diproyeksikan menepi sekitar delapan hingga 12 bulan. Rose telah mulai mampu melakukan shoting dan berlari selama beberapa minggu terakhir, dan juga mulai mengatasi cedera lutut pada bulan lalu. Selama tanpa kehadiran Rose, Bulls saat ini memegang rekor menang-kalah 14-10, yang merupakan rekor terbaik di Divisi Central.
(nug)