Gadaikan sertifikat untuk persiapan pembentukan tim
Jum'at, 21 Desember 2012 - 15:03 WIB
Gadaikan sertifikat untuk persiapan pembentukan tim
A
A
A
Sindonews.com – Persipur Purwodadi membutuhan investor untuk menyupalai pendanaan klub untuk mengarungi kompetisi Divisi Utama musim kompetisi 2013. Pasalnya, setelah promosi ke divisi utama klub berjuluk Laskar Petir ini praktis sudah tidak bisa mengandalakan pendanaan dari APBD.
Sebagai klub yang belum memiliki pengalaman di Divisi Utama tentu tidak mudah bagi manajemen untuk menggaet investor. Terbukti, sampai saat ini belum satupun investor yang bisa meraka gaet untuk mendani klub kebanggaan warga Kabupaten Grobogan tersebut.
“Kita sudah mengajukan proposal ke beberapa perusahaan, tetapi sampai saat ini belum ada yang tembus,” kata Ketua Umum Persipur Mulyadi.
Mantan kepala PDAM Kabupaten Grobogan ini mengaku, untuk mendanai persiapan tim mulai dari perekrutan pemain, dan sebagainya, Manajemen terpaksa merogok kocek masing-masing dengan cara menggadaikan sertifikat tanah.
Hal ini terpaksa dilakukan oleh manajemen karena memang klub saat ini tidak memiliki anggaran untuk persiapan. Manajemen tidak ingin, meski berstatus tim debutan persiapan tim tidak matang oleh sebab itu manajemen melakukan apapun untuk mempersiapkan tim.”Ya apapun kita lakukan supaya persiapan tidak terhambat, karena dengan kita (Persipur) Promosi ke Divisi Utama adalah harapan semua masyarakat Grobogan,” jelasnya.
Mulyadi mengaku, untuk bisa menggaet invesetor, majemen juga telah melakukan konsultasi dengan sejumlah klub yang berpengalaman. Salah satunya yang dimintai konslutasi adalah PSIS Semarang. “Saat ini belum ada investor, dan kita baru mau sekolah sama teman-teman (klub lain), nanti kita akan menghadiri Manajer Meating di Solo dan dalam kesempatan itu akan kita gunakan untuk berkonsultasi dengan klub-klub yang lebih pengalaman,” katanya.
Berdasarkan rencana anggaran pembiayaan klub, Persipur Purwodadi membutuhkan anggaran sebesar kurang lebih Rp 3,2 miliar. Rencana anggaran ini memang cukup kecil untuk membiayai sebuah klub terlebih untuk menjalani kompetisi Divisi Utama.
Dengan rencana anggaran yang cukup terbatas manajemen pun hanya berani mencari pemain-pemain lokal Purwodadi dan saat ini sudah ada 28 pemain yang siap untuk bergabung. Namun dari 28 pemain tersebut hanya akan diambil 25 pemain.
Sejumlah pemain yang sudah memastikan diri siap membela Persipur diantaranya, Bangun, Parjono, Dani, Munadi (eks Persik Kendal) dan lainnya. Semua pemain ini adalah pemain lokal Grobogan.
Kabupaten Grobogan sebenarnya memiliki banyak talenta berbakat. Sebagai misal bek Herry Susilo yang musim lalu memperkuat Barito Putra. Namun karena persoalan dana, manajemen tidak bisa menggunakan jasanya.
Sebagai klub yang belum memiliki pengalaman di Divisi Utama tentu tidak mudah bagi manajemen untuk menggaet investor. Terbukti, sampai saat ini belum satupun investor yang bisa meraka gaet untuk mendani klub kebanggaan warga Kabupaten Grobogan tersebut.
“Kita sudah mengajukan proposal ke beberapa perusahaan, tetapi sampai saat ini belum ada yang tembus,” kata Ketua Umum Persipur Mulyadi.
Mantan kepala PDAM Kabupaten Grobogan ini mengaku, untuk mendanai persiapan tim mulai dari perekrutan pemain, dan sebagainya, Manajemen terpaksa merogok kocek masing-masing dengan cara menggadaikan sertifikat tanah.
Hal ini terpaksa dilakukan oleh manajemen karena memang klub saat ini tidak memiliki anggaran untuk persiapan. Manajemen tidak ingin, meski berstatus tim debutan persiapan tim tidak matang oleh sebab itu manajemen melakukan apapun untuk mempersiapkan tim.”Ya apapun kita lakukan supaya persiapan tidak terhambat, karena dengan kita (Persipur) Promosi ke Divisi Utama adalah harapan semua masyarakat Grobogan,” jelasnya.
Mulyadi mengaku, untuk bisa menggaet invesetor, majemen juga telah melakukan konsultasi dengan sejumlah klub yang berpengalaman. Salah satunya yang dimintai konslutasi adalah PSIS Semarang. “Saat ini belum ada investor, dan kita baru mau sekolah sama teman-teman (klub lain), nanti kita akan menghadiri Manajer Meating di Solo dan dalam kesempatan itu akan kita gunakan untuk berkonsultasi dengan klub-klub yang lebih pengalaman,” katanya.
Berdasarkan rencana anggaran pembiayaan klub, Persipur Purwodadi membutuhkan anggaran sebesar kurang lebih Rp 3,2 miliar. Rencana anggaran ini memang cukup kecil untuk membiayai sebuah klub terlebih untuk menjalani kompetisi Divisi Utama.
Dengan rencana anggaran yang cukup terbatas manajemen pun hanya berani mencari pemain-pemain lokal Purwodadi dan saat ini sudah ada 28 pemain yang siap untuk bergabung. Namun dari 28 pemain tersebut hanya akan diambil 25 pemain.
Sejumlah pemain yang sudah memastikan diri siap membela Persipur diantaranya, Bangun, Parjono, Dani, Munadi (eks Persik Kendal) dan lainnya. Semua pemain ini adalah pemain lokal Grobogan.
Kabupaten Grobogan sebenarnya memiliki banyak talenta berbakat. Sebagai misal bek Herry Susilo yang musim lalu memperkuat Barito Putra. Namun karena persoalan dana, manajemen tidak bisa menggunakan jasanya.
(wbs)