Mencaci wasit, Meireles diskors 11 pertandingan
Jum'at, 21 Desember 2012 - 16:36 WIB
Mencaci wasit, Meireles diskors 11 pertandingan
A
A
A
Sindonews.com - Gelandang Fenerbahce Raul Meireles harus menuai ganjaran skors 11 pertandingan atas ulahnya mencaci wasit. Aksinya itu dilakukan ketika dia diganjar kartu kuning kedua yang membuatnya harus keluar lapangan ketika timnya dikalahkan Galatasaray 1-2.
Mantan gelandang Liverpool dan Chelsea itu sempat bersitegang dengan wasit Halis Ozkahya. Dia bahkan dilaporkan mencaci wasit dengan menyebutnya gay.
Seperti dikutip dailymail, Federasi sepak bola Turki langsung bereaksi keras dan mengganjarkan larangan bermain sebanyak 11 pertandingan atau sampai pekan terakhir bulan Februari 2012. Meireles sendiri sebelumnya membantah semua tudingan tersebut.
’’Saya terganggu dengan tuduhan yang menyebutkan adanya adu mulut dengan wasit. Saya memiliki anak berusia delapan tahun dan Anda bisa membayangkan jika bersekolah ada anak yang mengatakan jika ayah Anda bertengkar dengan wasit. Ini sama dengan merusak reputasi saya di mata anak saya,”ujar Meireles.
Adapun gestur tangan yang dilakukan Meireles ketika itu dilakukannya sama sekali tidak bertujuan menghina kaum gay.
’’Saya tidak tahu apa gesture tangan kepada seseorang untuk disebut gay di Turki.”
Mantan gelandang Liverpool dan Chelsea itu sempat bersitegang dengan wasit Halis Ozkahya. Dia bahkan dilaporkan mencaci wasit dengan menyebutnya gay.
Seperti dikutip dailymail, Federasi sepak bola Turki langsung bereaksi keras dan mengganjarkan larangan bermain sebanyak 11 pertandingan atau sampai pekan terakhir bulan Februari 2012. Meireles sendiri sebelumnya membantah semua tudingan tersebut.
’’Saya terganggu dengan tuduhan yang menyebutkan adanya adu mulut dengan wasit. Saya memiliki anak berusia delapan tahun dan Anda bisa membayangkan jika bersekolah ada anak yang mengatakan jika ayah Anda bertengkar dengan wasit. Ini sama dengan merusak reputasi saya di mata anak saya,”ujar Meireles.
Adapun gestur tangan yang dilakukan Meireles ketika itu dilakukannya sama sekali tidak bertujuan menghina kaum gay.
’’Saya tidak tahu apa gesture tangan kepada seseorang untuk disebut gay di Turki.”
(aww)