Dinpora Jateng cari bibit unggul taekwondo
Sabtu, 22 Desember 2012 - 22:48 WIB
Dinpora Jateng cari bibit unggul taekwondo
A
A
A
Sindonews.com - sebanyak 210 atlet Taekwondo tingkat pelajar dari seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Tengah saling adu kemampuan dalam kejuaraan daerah Taekwondo tingkat Provinsi Jateng, di lapangan tenis Indor Komplek GOR Jatidiri, Semarang.
Dalam Kejurda yang digelar selama dua hari (Rabu-Kamis), diikuti oleh pelajar SD,SMP,SMA dan Sederajat. Untuk event kali ini, dibagi dalam beberapa kelas diantaranya untuk putra kelas under 48 kg, under 55kg, under 63kg, dan kelas under 75 kg untuk pelajar SMA. Sementara untuk kelompok putri kelas yang dipertandingkan adalah kelas Putri under 44Kg, under 49kg, under 55, dan kelas under 63kg.
Kepala dinas Pemuda dan Olah raga (Dinpora) Jateng Budi Santoso mengatakan, kejuaraan tersebut digelar untuk mencari bibit-bibit unggul cabang olah raga (cabor) Taekwondo dari seluruh pelosok daerah di Jawa Tengah. “Seluruh peserta merupakan yang terbaik di masing-masing daerah, dan kita tarungkan diajang kejurda ini untuk mencari yang terbaik,” katanya.
Budi Santoso menyatakan, Taekwondian terbaik akan rekrut untuk masuk dalam pelatihan daerah (pelatda) di Pusat Pembinaan dan Latihan Pelajar (PPLP), untuk dibina lebih jauh.”Yang terbaik akan masuk PPLP, dan akan dilakukan pembinaan sampai menjadi atlet yang mampu berkiprah ditingkat Nasional maupun Internasional,” tambahnya.
Dia mengatakan dalam event kejurda kali ini juga bisa digunakan oleh masing-masing daerah untuk mengetahui sejauh mana pembinaan cabor Taekwondo telah dilakukan, sehingga bisa melakukan perbaikan pembinaan. “Selain itu, ajang ini juga bisa dimanfaatkan masing-masing daerah untuk persiapan event Porprov (pekan olah raga provinsi) yang akan digelar di Banyuman, 2012 mendatang. Dari sini akan diketahui apa saja kekurangannya sehingga pada saat Porprov benar-benar siap,” tandasnya.
Budi menambahkan, even kali ini juga sebagai bentuk menyediakan kegiatan positif, dan kompetitif bagi pelajar, sarana peningkatan kualitas dan, evaluasi dan pembinaan, pencarian bibit unggul.” Diharapkan, dengan kegitan positif seperti ini para pelajar terhindar dari pergaulan bebas, narkoba, maupun tawuran,” imbuhnya.
Kepala Bidan Keolahragaan Dinpora Jateng yang juga ketua Panitia Agus Raharjo mengatakan, Juara 1 pada masing-masing kelas dalam ajang ini akan mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 10juta, Rp7,5 Juta untuk juara dua dan Rp5 juta untuk juara ketiga.
Dalam Kejurda yang digelar selama dua hari (Rabu-Kamis), diikuti oleh pelajar SD,SMP,SMA dan Sederajat. Untuk event kali ini, dibagi dalam beberapa kelas diantaranya untuk putra kelas under 48 kg, under 55kg, under 63kg, dan kelas under 75 kg untuk pelajar SMA. Sementara untuk kelompok putri kelas yang dipertandingkan adalah kelas Putri under 44Kg, under 49kg, under 55, dan kelas under 63kg.
Kepala dinas Pemuda dan Olah raga (Dinpora) Jateng Budi Santoso mengatakan, kejuaraan tersebut digelar untuk mencari bibit-bibit unggul cabang olah raga (cabor) Taekwondo dari seluruh pelosok daerah di Jawa Tengah. “Seluruh peserta merupakan yang terbaik di masing-masing daerah, dan kita tarungkan diajang kejurda ini untuk mencari yang terbaik,” katanya.
Budi Santoso menyatakan, Taekwondian terbaik akan rekrut untuk masuk dalam pelatihan daerah (pelatda) di Pusat Pembinaan dan Latihan Pelajar (PPLP), untuk dibina lebih jauh.”Yang terbaik akan masuk PPLP, dan akan dilakukan pembinaan sampai menjadi atlet yang mampu berkiprah ditingkat Nasional maupun Internasional,” tambahnya.
Dia mengatakan dalam event kejurda kali ini juga bisa digunakan oleh masing-masing daerah untuk mengetahui sejauh mana pembinaan cabor Taekwondo telah dilakukan, sehingga bisa melakukan perbaikan pembinaan. “Selain itu, ajang ini juga bisa dimanfaatkan masing-masing daerah untuk persiapan event Porprov (pekan olah raga provinsi) yang akan digelar di Banyuman, 2012 mendatang. Dari sini akan diketahui apa saja kekurangannya sehingga pada saat Porprov benar-benar siap,” tandasnya.
Budi menambahkan, even kali ini juga sebagai bentuk menyediakan kegiatan positif, dan kompetitif bagi pelajar, sarana peningkatan kualitas dan, evaluasi dan pembinaan, pencarian bibit unggul.” Diharapkan, dengan kegitan positif seperti ini para pelajar terhindar dari pergaulan bebas, narkoba, maupun tawuran,” imbuhnya.
Kepala Bidan Keolahragaan Dinpora Jateng yang juga ketua Panitia Agus Raharjo mengatakan, Juara 1 pada masing-masing kelas dalam ajang ini akan mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 10juta, Rp7,5 Juta untuk juara dua dan Rp5 juta untuk juara ketiga.
(wbs)