Modal cekak, PSCS tak gentar
Selasa, 25 Desember 2012 - 13:49 WIB
Modal cekak, PSCS tak gentar
A
A
A
Sindonews.com - PSCS Cilacap tidak gentar menyongsong bergulirnya Divisi Utama Liga Indonesia (Liga) musim depan. Meski klub berjuluk Laskar Nusakambangan ini kurang memiliki modal finansial yang mumpuni, namun tetap optimistis bisa bersaing.
Pelatih PSCS Cilacap Gatot Barnowo mengatakan, kekuatan modal keuangan tim kebanggaan publik Cilacap memang tidak sebanding dengan yang dimiliki klub tetangga yang berlaga di Divisi Utama Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) Persibangga Purbalingga. "Jangan bandingkan dengan Persibangga yang banyak duit. Itu wajar karena mereka (Persibangga) baru pertama kali dalam sejarah klub berlaga di kompetisi Divisi Utama. Namun, kami tetap percaya diri musim depan," katanya, Selasa (25/12/2012).
Berdasarkan pembagian grup Divisi Utama Liga Indonesia 2012-2013, tim yang juga berjuluk Hiu Selatan ini berada di Grup 2. Di grup tersebut bercokol PSIM Yogyakarta, Persitara, Persikabo, Persikad, Persitema, PSIS, Persiku, Persipur dan Persis. "Bukan soal modal, tapi dengan materi yang kami miliki, kami siap bersian bersaing," tegasnya.
Optimisme PSCS dilatarbelakangi dengan skuad yang dimiliki pada season 2012-2013 mendatang. Sampai saat ini, sudah 19 pemain yang deal membela PSCS musim depan. Pemain yang sudah deal tersebut semuanya pemain domestik. "Sementara masih (pemain) domestik yang sudah deal. Kualitasnya mumpuni, itu yang membuat kami optimis," ungkapnya.
Dia mengatakan, sampai sejauh ini, memang belum ada pemain asing yang resmi berseragam PSCS. Namun, managemen terus mencari ekspatriat untuk menambah kekuatan tim. "Sejumlah pemain asing sudah kita coba, tapi belum ada yang deal soal harga. Selain itu juga karena kualitasnya kurang bagus untuk ukuran pemain asing," ungkapnya.
Gatot tidak menampik minimnya anggaran yang dimiliki membuat PSCS kurang cepat bisa mendapatkan pemain impor. Dia enggan menyebutkan modal untuk belanja pemain asing, namun yang jelas jumlahnya jauh di bawah Persibangga yang sudah mengalokasi Rp1 miliar khusus mendatangkan pemain asing. "Ya mungkin karena itu (modal cekak) membuat kami harus bersabar mengontrak pemain asing," ujarnya.
Pelatih PSCS Cilacap Gatot Barnowo mengatakan, kekuatan modal keuangan tim kebanggaan publik Cilacap memang tidak sebanding dengan yang dimiliki klub tetangga yang berlaga di Divisi Utama Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) Persibangga Purbalingga. "Jangan bandingkan dengan Persibangga yang banyak duit. Itu wajar karena mereka (Persibangga) baru pertama kali dalam sejarah klub berlaga di kompetisi Divisi Utama. Namun, kami tetap percaya diri musim depan," katanya, Selasa (25/12/2012).
Berdasarkan pembagian grup Divisi Utama Liga Indonesia 2012-2013, tim yang juga berjuluk Hiu Selatan ini berada di Grup 2. Di grup tersebut bercokol PSIM Yogyakarta, Persitara, Persikabo, Persikad, Persitema, PSIS, Persiku, Persipur dan Persis. "Bukan soal modal, tapi dengan materi yang kami miliki, kami siap bersian bersaing," tegasnya.
Optimisme PSCS dilatarbelakangi dengan skuad yang dimiliki pada season 2012-2013 mendatang. Sampai saat ini, sudah 19 pemain yang deal membela PSCS musim depan. Pemain yang sudah deal tersebut semuanya pemain domestik. "Sementara masih (pemain) domestik yang sudah deal. Kualitasnya mumpuni, itu yang membuat kami optimis," ungkapnya.
Dia mengatakan, sampai sejauh ini, memang belum ada pemain asing yang resmi berseragam PSCS. Namun, managemen terus mencari ekspatriat untuk menambah kekuatan tim. "Sejumlah pemain asing sudah kita coba, tapi belum ada yang deal soal harga. Selain itu juga karena kualitasnya kurang bagus untuk ukuran pemain asing," ungkapnya.
Gatot tidak menampik minimnya anggaran yang dimiliki membuat PSCS kurang cepat bisa mendapatkan pemain impor. Dia enggan menyebutkan modal untuk belanja pemain asing, namun yang jelas jumlahnya jauh di bawah Persibangga yang sudah mengalokasi Rp1 miliar khusus mendatangkan pemain asing. "Ya mungkin karena itu (modal cekak) membuat kami harus bersabar mengontrak pemain asing," ujarnya.
(wbs)