Atlet olimpiade AS pilih jadi pelacur
Selasa, 25 Desember 2012 - 19:22 WIB
Atlet olimpiade AS pilih jadi pelacur
A
A
A
Sindonews.com - Sungguh memilukan kisah atlet lari jarak menengah Amerika Serikat, Suzy Favor Hamilton memilih terjun ke dunia prostitusi. Keputusannya diambil, karena wanita yang pernah tiga kali juara olimpiade, yaitu tahun 1992, 1996, dan 2000 ingin lari dari persoalan hidup dan pernikahannya.
Dirinya mengaku bahwa ia pernah menjalani hidup rahasia sebagai seorang wanita panggilan di Las Vegas. "Ini pelarian dari perjuangan hidup. Semacam kehidupan ganda," kata Suzy seperti dilansir The Smoking Gun
Wanita berusia 44 tahun ini, menjadi wanita panggilan kelas atas di Las Vegas dengan tarif 600 dolar AS per jam (Rp5,5 juta). Bahkan, pekerjaan sampingan ibu tiga anak yang dilakoni sejak Desember 2011 lalu itu diketahui suaminya. Suzy bergabung dengan satu mucikari yang melayani hingga Las Vegas, Chicago, dan Houston.
Dengan nama samaran Kelly Lundy, identitas Suzy justru diungkapkannya kepada seorang klien. Setelah kisahnya tampil di media internet, dalam akun twitter, Suzy Favor Hamilton menyampaikan penjelasan kepada 3.183 pengikutnya.
Soal suaminya yang kini memberikan satu anak, Suzy mengakui, hal itu diketahuinya. "Dia berusaha. Dia berusaha menghentikan saya. Dia tidak mendukung sama sekali," kata Suzy.
Kini Suzy mengaku mencari pertolongan psikologis untuk mengatasi persoalannya. "Saya ingin kembali menjadi ibu yang baik, istri, putri dan teman," tulisnya di twitter.
"Saya sadar telah mengambil pilihan yang sangat tidak rasional dan saya bertanggung jawab penuh atasnya. Saya bukan seorang korban dan saya tahu apa yang saya lakukan," ujarnya.
"Saya terjerumus ke dunia pramutamu sebagian besar karena pekerjaan itu membantu saya mengatasi stres ketika saya melalui banyak tantangan dalam kehidupan dan perkawinan saya. Pekerjaan itu memberikan pelepasan dari sebuah kehidupan dimana saya terpuruk didalamnya. Itu adalah kehidupan ganda.
"Saya tak berharap orang lain akan memahami ini, namun alasan-alasan untuk melakukan ini masuk akal bagi saya pada saat itu dan berkaitan erat dengan depresi.
"Saya tahu itu gila, saya tidak pernah berpikir hal itu akan terbongkar, sehingga tidak akan pernah menyakiti orang lain.
"Saya telah mencari bantuan dari ahli psikologi selama beberapa pekan terakhir dan akan terus melakukannya hingga saya bisa menyelesaikan masalah ini.
"Permohonan maaf kepada siapapun yang tersakiti karena tindakan saya tidak akan pernah cukup dan saya sangat menghargai dukungan dari keluarga dan orang-orang terdekat. Saya sangat ingin berubah dan kembali menjadi ibu, istri, anak dan teman yang baik."
Suzy pernah membintangi iklan Nike tahun 2000 dan juga Disney. Salah satu aksinya di Olimpiade Sydney 2000 adalah ketika terjatuh pada nomor lomba 1.500 meter dan mengandaskan harapannya mempersembahkan medali bagi mendiang kakaknya yang bunuh diri tahun 1999.
Dirinya mengaku bahwa ia pernah menjalani hidup rahasia sebagai seorang wanita panggilan di Las Vegas. "Ini pelarian dari perjuangan hidup. Semacam kehidupan ganda," kata Suzy seperti dilansir The Smoking Gun
Wanita berusia 44 tahun ini, menjadi wanita panggilan kelas atas di Las Vegas dengan tarif 600 dolar AS per jam (Rp5,5 juta). Bahkan, pekerjaan sampingan ibu tiga anak yang dilakoni sejak Desember 2011 lalu itu diketahui suaminya. Suzy bergabung dengan satu mucikari yang melayani hingga Las Vegas, Chicago, dan Houston.
Dengan nama samaran Kelly Lundy, identitas Suzy justru diungkapkannya kepada seorang klien. Setelah kisahnya tampil di media internet, dalam akun twitter, Suzy Favor Hamilton menyampaikan penjelasan kepada 3.183 pengikutnya.
Soal suaminya yang kini memberikan satu anak, Suzy mengakui, hal itu diketahuinya. "Dia berusaha. Dia berusaha menghentikan saya. Dia tidak mendukung sama sekali," kata Suzy.
Kini Suzy mengaku mencari pertolongan psikologis untuk mengatasi persoalannya. "Saya ingin kembali menjadi ibu yang baik, istri, putri dan teman," tulisnya di twitter.
"Saya sadar telah mengambil pilihan yang sangat tidak rasional dan saya bertanggung jawab penuh atasnya. Saya bukan seorang korban dan saya tahu apa yang saya lakukan," ujarnya.
"Saya terjerumus ke dunia pramutamu sebagian besar karena pekerjaan itu membantu saya mengatasi stres ketika saya melalui banyak tantangan dalam kehidupan dan perkawinan saya. Pekerjaan itu memberikan pelepasan dari sebuah kehidupan dimana saya terpuruk didalamnya. Itu adalah kehidupan ganda.
"Saya tak berharap orang lain akan memahami ini, namun alasan-alasan untuk melakukan ini masuk akal bagi saya pada saat itu dan berkaitan erat dengan depresi.
"Saya tahu itu gila, saya tidak pernah berpikir hal itu akan terbongkar, sehingga tidak akan pernah menyakiti orang lain.
"Saya telah mencari bantuan dari ahli psikologi selama beberapa pekan terakhir dan akan terus melakukannya hingga saya bisa menyelesaikan masalah ini.
"Permohonan maaf kepada siapapun yang tersakiti karena tindakan saya tidak akan pernah cukup dan saya sangat menghargai dukungan dari keluarga dan orang-orang terdekat. Saya sangat ingin berubah dan kembali menjadi ibu, istri, anak dan teman yang baik."
Suzy pernah membintangi iklan Nike tahun 2000 dan juga Disney. Salah satu aksinya di Olimpiade Sydney 2000 adalah ketika terjatuh pada nomor lomba 1.500 meter dan mengandaskan harapannya mempersembahkan medali bagi mendiang kakaknya yang bunuh diri tahun 1999.
(wbs)