UEFA tambah hukuman untuk Serbia
Rabu, 26 Desember 2012 - 23:31 WIB
UEFA tambah hukuman untuk Serbia
A
A
A
Sindonews.com - Sebuah organisasi anti diskriminasi (FARE), telah mendukung keputusan Asosisasi Sepak Bola Eropa (UEFA) setelah badan tertinggi tersebut untuk meningkatkan sanksi yang diterima tim nasional (Serbia U-21) terkait bentrokan yang dialaminya saat menghadapi Inggris U-21, beberapa bulan lalu.
Sebelumnya, akibat kejadian kekerasan ini UEFA sempat memberikan denda kepada Serbia sebesar USD80.000 atau setara dengan Rp770 juta. Sedangkan sanksi yang diterima pemain serta staf adalah Goran Causic (larangan tampil empat pertandingan), Ognjen Mudrinski (tiga pertandingan), Filip Malbasic (tiga pertandingan) dan Nikola Ninkovic (dua pertandingan).
Sanksi yang diberikan Asosiasi tertinggi Eropa itu, jauh lebih ringan dibandingkan dua staff pelatih yakni Andreja Milunovic (pelatih fisik) dan Predrag Katic (asisten pelatih), keduanya mendapatkan larangan keras untuk tidak membela sepak bola Serbia selama dua tahun.
Namun, banyak kalangan menilai bahwa hukuman tersebut terlalu ringan dijatuhkan kepada Serbia U-21. Setelah banyak mengomentari keputusannya tersebut UEFA akhirnya memutuskan untuk mengajukan banding atas apa yang diberikan oleh badan disiplin mereka. FARE percaya, tindakan yang dilakukan UEFA merupakan tindakan yang tepat.
"Keputusan UEFA untuk mengajukan banding sangat tepat. Kami telah melakukan pembicaraan terkait masalah rasis ini. Jadi, apa yang dilakukan UEFA saat ini adalah tindakan yang benar," kata direktur eksekutif FARE Piara Powar seperti dilansir SportsMole, Rabu (26/12/2012).
"UEFA sekarang memiliki kesempatan untuk memperbaiki kejujuran dan mereka harus mengakui bahwa salah satu organisasi mereka keliru dalam menjatuhkan sanksi."
Sebelumnya, akibat kejadian kekerasan ini UEFA sempat memberikan denda kepada Serbia sebesar USD80.000 atau setara dengan Rp770 juta. Sedangkan sanksi yang diterima pemain serta staf adalah Goran Causic (larangan tampil empat pertandingan), Ognjen Mudrinski (tiga pertandingan), Filip Malbasic (tiga pertandingan) dan Nikola Ninkovic (dua pertandingan).
Sanksi yang diberikan Asosiasi tertinggi Eropa itu, jauh lebih ringan dibandingkan dua staff pelatih yakni Andreja Milunovic (pelatih fisik) dan Predrag Katic (asisten pelatih), keduanya mendapatkan larangan keras untuk tidak membela sepak bola Serbia selama dua tahun.
Namun, banyak kalangan menilai bahwa hukuman tersebut terlalu ringan dijatuhkan kepada Serbia U-21. Setelah banyak mengomentari keputusannya tersebut UEFA akhirnya memutuskan untuk mengajukan banding atas apa yang diberikan oleh badan disiplin mereka. FARE percaya, tindakan yang dilakukan UEFA merupakan tindakan yang tepat.
"Keputusan UEFA untuk mengajukan banding sangat tepat. Kami telah melakukan pembicaraan terkait masalah rasis ini. Jadi, apa yang dilakukan UEFA saat ini adalah tindakan yang benar," kata direktur eksekutif FARE Piara Powar seperti dilansir SportsMole, Rabu (26/12/2012).
"UEFA sekarang memiliki kesempatan untuk memperbaiki kejujuran dan mereka harus mengakui bahwa salah satu organisasi mereka keliru dalam menjatuhkan sanksi."
(wbs)