Persib butuh pede kelas tinggi ke Papua
Selasa, 22 Januari 2013 - 17:32 WIB
Persib butuh pede kelas tinggi ke Papua
A
A
A
Sindonews.com - Kemenangan Persib Bandung atas Persiwa Wamena (4-2) tidak diraih dengan luar biasa. Maung Bandung bahkan sempat dibuat panik oleh Persiwa saat keunggulan 3-0 nyaris dikejar Persiwa di babak kedua. Tapi kemenangan tersebut, tetap diharapkan bakal berdampak besar terhadap kepercayaan diri pemain.
Ya, Maung Bandung membutuhkan kepercayaan diri tinggi dalam menghadapi tur Papua. Meski diatas kertas Persib lebih diunggulkan dari Persiram Raja Ampat dan Persidafon Dafonsoro. Namun, berkaca pada pengalaman sejak Liga Indonesia musim 2005. Persib memiliki rasio hasil tandang yang cukup buruk.
Jika diakumulasikan sejak Ligina 2005, Persib sudah memainkan 112 pertandingan tandang di kompetisi Liga. Dari seluruh laga di luar kandang tersebut, Maung Bandung hanya mencatat 20 kemenangan. Jika dipersentasekan maka Persib hanya mampu mengkonversi 17,85% pertandingan tandang jadi kemenangan. Sementara 60 pertandingan atau 53,57% berakhir dengan kekalahan.
Situasi ini bukan tanpa disadari pelatih Djadjang Nurdjaman. Pelatih kelahiran Sumedang 30 Maret 1958 tersebut, tahu diri jika tur Papua kali ini bakal jadi ujian mental bagi anak buahnya. Bermain tanpa dukungan penuh Bobotoh dan arena yang berbeda, jadi tantangan buat Persib.
Meski begitu musim ini, buat Djanur jika ingin tetap berada di jalur juara. Maka laga tandang harus dijadikan momentum bagi Persib untuk mendongkrak rasio kemenangan tandang yang tergolong rendah. Hanya dengan menyeimbangkan raihan hasil di kandang maupun tandang, Persib bisa bersaing di level atas.
"Yang kita butuhkan adalah kesiapan mental. Bagaimanapun atmosfer pertandingan tandang berbeda dibandingkan kandang. Tekanan biasanya lebih besar saat main tandang dan para pemain saya harap menunjukkan kesiapan tersebut. Sebab mental jadi faktor utama buat tim yang berstatus tamu," ujar Djanur.
Meski Persiram dan Persidafon pada dua laga sebelumnya menelan kekalahan. Namun, Djanur yakin kedua tim tersebut bakal menunjukkan penampilan berbeda karena bermain di kandang sendiri. "Mereka tahu kalau status sebagai tuan rumah bakal jadi keuntungan psikologis buat mereka karena bakal bermain di depan pendukungnya sendiri," ucap Djanur.
Sementara itu, mantan pemain dan pelatih Persib, Risnandar Soendoro mengharapkan, Atep dan kawan-kawan bisa lebih percaya diri menghadapi dua laga tandang di Papua, Kamis(31/1) dan Persidafon Dafonsoro, Senin (4/2) mendatang. Apalagi jika melihat materi pemain yang menghuni skuad Maung Bandung saat ini, menurutnya para pemain Persib tidak perlu merasa gentar.
"Saya masih melihat adanya perasaan takut setiap menghadapi laga tandang. Takut dirugikan wasit, cuaca dan lain sebagainya. Tapi kali ini, saya berharap, pemain bisa lebih percaya diri," ucap Risnandar.
Dikatakan Risnandar, dengan modal kepercayaan diri yang sudah terbangun, Persib bukan tidak mungkin bisa meraih poin penuh di dua laga di tanah Papua. Ia mencontohkan, pada musim lalu, Persib bisa mengalahkan Persiram Raja Ampat di kandangnya sendiri dengan skor 2-1.
Ya, Maung Bandung membutuhkan kepercayaan diri tinggi dalam menghadapi tur Papua. Meski diatas kertas Persib lebih diunggulkan dari Persiram Raja Ampat dan Persidafon Dafonsoro. Namun, berkaca pada pengalaman sejak Liga Indonesia musim 2005. Persib memiliki rasio hasil tandang yang cukup buruk.
Jika diakumulasikan sejak Ligina 2005, Persib sudah memainkan 112 pertandingan tandang di kompetisi Liga. Dari seluruh laga di luar kandang tersebut, Maung Bandung hanya mencatat 20 kemenangan. Jika dipersentasekan maka Persib hanya mampu mengkonversi 17,85% pertandingan tandang jadi kemenangan. Sementara 60 pertandingan atau 53,57% berakhir dengan kekalahan.
Situasi ini bukan tanpa disadari pelatih Djadjang Nurdjaman. Pelatih kelahiran Sumedang 30 Maret 1958 tersebut, tahu diri jika tur Papua kali ini bakal jadi ujian mental bagi anak buahnya. Bermain tanpa dukungan penuh Bobotoh dan arena yang berbeda, jadi tantangan buat Persib.
Meski begitu musim ini, buat Djanur jika ingin tetap berada di jalur juara. Maka laga tandang harus dijadikan momentum bagi Persib untuk mendongkrak rasio kemenangan tandang yang tergolong rendah. Hanya dengan menyeimbangkan raihan hasil di kandang maupun tandang, Persib bisa bersaing di level atas.
"Yang kita butuhkan adalah kesiapan mental. Bagaimanapun atmosfer pertandingan tandang berbeda dibandingkan kandang. Tekanan biasanya lebih besar saat main tandang dan para pemain saya harap menunjukkan kesiapan tersebut. Sebab mental jadi faktor utama buat tim yang berstatus tamu," ujar Djanur.
Meski Persiram dan Persidafon pada dua laga sebelumnya menelan kekalahan. Namun, Djanur yakin kedua tim tersebut bakal menunjukkan penampilan berbeda karena bermain di kandang sendiri. "Mereka tahu kalau status sebagai tuan rumah bakal jadi keuntungan psikologis buat mereka karena bakal bermain di depan pendukungnya sendiri," ucap Djanur.
Sementara itu, mantan pemain dan pelatih Persib, Risnandar Soendoro mengharapkan, Atep dan kawan-kawan bisa lebih percaya diri menghadapi dua laga tandang di Papua, Kamis(31/1) dan Persidafon Dafonsoro, Senin (4/2) mendatang. Apalagi jika melihat materi pemain yang menghuni skuad Maung Bandung saat ini, menurutnya para pemain Persib tidak perlu merasa gentar.
"Saya masih melihat adanya perasaan takut setiap menghadapi laga tandang. Takut dirugikan wasit, cuaca dan lain sebagainya. Tapi kali ini, saya berharap, pemain bisa lebih percaya diri," ucap Risnandar.
Dikatakan Risnandar, dengan modal kepercayaan diri yang sudah terbangun, Persib bukan tidak mungkin bisa meraih poin penuh di dua laga di tanah Papua. Ia mencontohkan, pada musim lalu, Persib bisa mengalahkan Persiram Raja Ampat di kandangnya sendiri dengan skor 2-1.
(aww)