Target IPL, Persis bajak dua pilar PSMS LPIS
Selasa, 12 Februari 2013 - 17:11 WIB
Target IPL, Persis bajak dua pilar PSMS LPIS
A
A
A
Sindonews.com - Keseriusan Persis Solo versi PT LPIS untuk promosi ke Indonesian Premier League (IPL) membuat manajemen melakukan segala cara dalam menyiapkan tim. Mereka tidak segan-segan memakai cara membajak pemain berkualitas dari klub lain.
Manajemen tim Laskar Sambernyawa pun sudah resmi 'membajak' dua pilar PSMS Medan versi Benny Sihotang, Donny Fernando Siregar dan Romy Agustiawan. Manajer Persis LPIS Joni Sofyan Erwandi mengatakan, Donny dan Romy menyatakan kesanggupannya bergabung dengan tim kebanggaan publik Solo.
"Sabtu (9/2) lalu, kami saling berkomunikasi. Donny minta waktu tiga hari, dan jawabannya positif. Dia hari ini datang ke Solo, termasuk bersama Romy," katanya, kemarin.
Menurut Joni, usahanya dalam mendatangkan kedua mantan PSIS Semarang itu tidak menyalahi aturan. Meski Donny dan Romy sudah menjalani seleksi dan diberi tanda jadi kontrak oleh manajemen PSMS 'Birokrat', namun keduanya masih berstatus free transfer.
"Intinya, kami sudah memberi penjelasan kepada keduanya. Kalau belum resmi diikat kontrak, datanglah ke Solo. Tapi kalau sudah resmi dikontrak, jangan datang ke Solo," jelasnya.
Sejauh ini, Donny dan Romy memang sudah menjadi bagian dari PSMS yang berlaga di segunda division di bawah operator PT LPIS. Keduanya juga sudah diberi uang muka atau DP 10% dari total nilai kontrak selama satu musim. Namun, sejauh ini dari manajemen PSMS LPIS belum mengontraknya secara permanen. Peluang inilah yang dimanfaatkan manajemen Persis LPIS untuk 'membajaknya'.
Jika Donny dan Romy resmi menjadi bagian Laskar Sambernyawa, managemen PSMS Medan pasti akan meminta tanda jadi pra kontrak 10% yang sudah diberikan untuk dikembalikan. Persis LPIS belum memberikan respon seputar hal itu. Apakah pengembalian 10% pra kontrak itu menjadi tanggung jawab si pemain atau klub yang 'membajaknya'. "Kita akan mencari win-win solutionnya," imbuhnya.
Kedua pemain ini memang tidak asing bagi publik Kota Bengawan. Meski belum pernah menjadi bagian tim yang berdiri sejak 1923, namun keduanya sudah menjadi idola bagi publik Solo, khususnya Pasoepati (julukan suporter Persis Solo). Keduanya familiar di publik Solo karena pada pra musim pernah berseragam Solo Selection di ajang Batik Cup, akhir Oktober lalu.
Keduanya juga hampir deal dengan membela Persis LPIS musim 2011-2012 lalu. Namun, pergerakan manajemen tim yang bermarkas di Stadion Manahan ini kalah sigap dengan tim asal ibukota Jawa Tengah, PSIS Semarang. Akhirnya Dony dan Romy memilih bergabung dengan tim berjuluk Mahesa Jenar.
Manajemen tim Laskar Sambernyawa pun sudah resmi 'membajak' dua pilar PSMS Medan versi Benny Sihotang, Donny Fernando Siregar dan Romy Agustiawan. Manajer Persis LPIS Joni Sofyan Erwandi mengatakan, Donny dan Romy menyatakan kesanggupannya bergabung dengan tim kebanggaan publik Solo.
"Sabtu (9/2) lalu, kami saling berkomunikasi. Donny minta waktu tiga hari, dan jawabannya positif. Dia hari ini datang ke Solo, termasuk bersama Romy," katanya, kemarin.
Menurut Joni, usahanya dalam mendatangkan kedua mantan PSIS Semarang itu tidak menyalahi aturan. Meski Donny dan Romy sudah menjalani seleksi dan diberi tanda jadi kontrak oleh manajemen PSMS 'Birokrat', namun keduanya masih berstatus free transfer.
"Intinya, kami sudah memberi penjelasan kepada keduanya. Kalau belum resmi diikat kontrak, datanglah ke Solo. Tapi kalau sudah resmi dikontrak, jangan datang ke Solo," jelasnya.
Sejauh ini, Donny dan Romy memang sudah menjadi bagian dari PSMS yang berlaga di segunda division di bawah operator PT LPIS. Keduanya juga sudah diberi uang muka atau DP 10% dari total nilai kontrak selama satu musim. Namun, sejauh ini dari manajemen PSMS LPIS belum mengontraknya secara permanen. Peluang inilah yang dimanfaatkan manajemen Persis LPIS untuk 'membajaknya'.
Jika Donny dan Romy resmi menjadi bagian Laskar Sambernyawa, managemen PSMS Medan pasti akan meminta tanda jadi pra kontrak 10% yang sudah diberikan untuk dikembalikan. Persis LPIS belum memberikan respon seputar hal itu. Apakah pengembalian 10% pra kontrak itu menjadi tanggung jawab si pemain atau klub yang 'membajaknya'. "Kita akan mencari win-win solutionnya," imbuhnya.
Kedua pemain ini memang tidak asing bagi publik Kota Bengawan. Meski belum pernah menjadi bagian tim yang berdiri sejak 1923, namun keduanya sudah menjadi idola bagi publik Solo, khususnya Pasoepati (julukan suporter Persis Solo). Keduanya familiar di publik Solo karena pada pra musim pernah berseragam Solo Selection di ajang Batik Cup, akhir Oktober lalu.
Keduanya juga hampir deal dengan membela Persis LPIS musim 2011-2012 lalu. Namun, pergerakan manajemen tim yang bermarkas di Stadion Manahan ini kalah sigap dengan tim asal ibukota Jawa Tengah, PSIS Semarang. Akhirnya Dony dan Romy memilih bergabung dengan tim berjuluk Mahesa Jenar.
(aww)