PSM minta LPIS fleksibel
Kamis, 28 Februari 2013 - 14:33 WIB
PSM minta LPIS fleksibel
A
A
A
Sindonews.com ---Manajemen PSM Makassar meminta operator liga yakni PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS), lebih fleksibel dalam menjalankan aturan.
Permintaan ini disampaikan CEO PSM Rully Habibie, terkait larangan izin bermain untuk dua punggawa tim Juku Eja yakni Cristian Febre dan I Ngurah Komang Arya Perdana, kerna persoalan administrasi.
Menurutnya, klub tidak bisa selamanya disalahkan. Begitu juga LPIS, tidak harus kaku dalam mejalankan aturannya. "Tidak maksimalnya klub dalam melakukan persiapan juga karena kacaunya regulasi, manual liga dari LPIS dengan keterbatasan itu seharusnya lebih fleksibel," tegasnya.
Dia mencotohkan soal pendaftaran pemain. Saat LPIS mengeluarkan surat agar semua kontestan IPL mendaftar, saat itu juga PSM memasukan nama-nama skuadnya.
Awalnya, yang didaftar sebanyak 25 orang pemain. Kemudian sisanya menyusul hingga kemudian berjumlah total 32 orang. "Kami ikut prosedur dari operator liga, dan semua aturan kami patuhi, tegasnya.
Rully menceritakan, saat PSM mendaftarkan 25 pemainnya, baru tiga klub yang terdaftar. Saat itu hanya Semen Padang, Pro Duta, termasuk PSM.
Klub lainnya menurut dia, tidak jelas perkembangannya. Bahkan hingga berjalannya liga, masih ada yang bermasalah dan bahkan baru seleksi. "Masalah ini tidak terlepas dari tanggungjawab LPIS yang tidak konsisten," tegasnya.
Dia mencotohkan, mulai dari manual liga, jadwal pertandingan, termasuk beberapa regulasi lainnya banyak yang bermasalah. Bahkan, jadwal kompetisi juga selalu berubah-ubah.
Rully berharap, jika LPIS mau konsisten, harus dimulai dari awal dan tidak pilih kasih. "Tapi kenyataannya seperti saat ini. Saat ada masalah diklub, semua angkat tangan. Contoh, apakah ada yang menjelaskan, bagaimana kelanjutan beberapa jadwal pertandingan yang ditunda," jelasnya.
Menurut dia, masalah tersebut harus disampaikan ke klub lain agar statusnya jelas. "Tapi sampai sekarang tidak jelas apa status dari pertandingan yang ditunda tersebut. Ini sangat kacau," pungkasnya.
Permintaan ini disampaikan CEO PSM Rully Habibie, terkait larangan izin bermain untuk dua punggawa tim Juku Eja yakni Cristian Febre dan I Ngurah Komang Arya Perdana, kerna persoalan administrasi.
Menurutnya, klub tidak bisa selamanya disalahkan. Begitu juga LPIS, tidak harus kaku dalam mejalankan aturannya. "Tidak maksimalnya klub dalam melakukan persiapan juga karena kacaunya regulasi, manual liga dari LPIS dengan keterbatasan itu seharusnya lebih fleksibel," tegasnya.
Dia mencotohkan soal pendaftaran pemain. Saat LPIS mengeluarkan surat agar semua kontestan IPL mendaftar, saat itu juga PSM memasukan nama-nama skuadnya.
Awalnya, yang didaftar sebanyak 25 orang pemain. Kemudian sisanya menyusul hingga kemudian berjumlah total 32 orang. "Kami ikut prosedur dari operator liga, dan semua aturan kami patuhi, tegasnya.
Rully menceritakan, saat PSM mendaftarkan 25 pemainnya, baru tiga klub yang terdaftar. Saat itu hanya Semen Padang, Pro Duta, termasuk PSM.
Klub lainnya menurut dia, tidak jelas perkembangannya. Bahkan hingga berjalannya liga, masih ada yang bermasalah dan bahkan baru seleksi. "Masalah ini tidak terlepas dari tanggungjawab LPIS yang tidak konsisten," tegasnya.
Dia mencotohkan, mulai dari manual liga, jadwal pertandingan, termasuk beberapa regulasi lainnya banyak yang bermasalah. Bahkan, jadwal kompetisi juga selalu berubah-ubah.
Rully berharap, jika LPIS mau konsisten, harus dimulai dari awal dan tidak pilih kasih. "Tapi kenyataannya seperti saat ini. Saat ada masalah diklub, semua angkat tangan. Contoh, apakah ada yang menjelaskan, bagaimana kelanjutan beberapa jadwal pertandingan yang ditunda," jelasnya.
Menurut dia, masalah tersebut harus disampaikan ke klub lain agar statusnya jelas. "Tapi sampai sekarang tidak jelas apa status dari pertandingan yang ditunda tersebut. Ini sangat kacau," pungkasnya.
(wbs)