Wenger pesimistis Arsenal tembus empat besar
Senin, 04 Maret 2013 - 03:03 WIB
Wenger pesimistis Arsenal tembus empat besar
A
A
A
Sindonews.com - Hasil mengecewakan yang diraih Arsenal saat menjalani laga derby London Utara melawan Tottenham Hotspur, membuat pelatih Arsenal, Arsene Wenger, semakin pesimistis bisa finish di peringkat empat klasemen Liga Premier Inggris.
Pelatih berpaspor Prancis itu mengakui sangat sulit untuk timnya bisa menembus empat besar di akhir kompetisi nanti, menyusul kekalahan 2-1 dari Spurs, Minggu (3/3) malam waktu setempat. "Tim saya mengeluarkan banyak energi dan keinginan, tapi kami tidak cukup baik dalam area penalti," tandas pelatih berusia 63 tahun itu kepada BBC Sport.
"Saya meminta maaf kepada tim dan para penggemar. Sulit untuk menerima (kekalahan). Kami harus tetap fight. Itu memang cukup sulit untuk menembus empat besar sekarang, saat kami membuang-buang poin, kami tidak mau terus menurun."
Di laga selanjutnya, The Gunners harus berjibaku di perdelapan final Liga Champions kontra raksasa Jerman, Bayern Muenchen, di Allianz-Arena, pada 14 Maret mendatang. Misi Arsenal dalam pertandingan itu cukup berat, pasalnya mereka harus memenangkan pertandingan dengan selisih tiga gol agar bisa terus bertahan di kompetisi tertinggi Eropa tersebut.
Pelatih berpaspor Prancis itu mengakui sangat sulit untuk timnya bisa menembus empat besar di akhir kompetisi nanti, menyusul kekalahan 2-1 dari Spurs, Minggu (3/3) malam waktu setempat. "Tim saya mengeluarkan banyak energi dan keinginan, tapi kami tidak cukup baik dalam area penalti," tandas pelatih berusia 63 tahun itu kepada BBC Sport.
"Saya meminta maaf kepada tim dan para penggemar. Sulit untuk menerima (kekalahan). Kami harus tetap fight. Itu memang cukup sulit untuk menembus empat besar sekarang, saat kami membuang-buang poin, kami tidak mau terus menurun."
Di laga selanjutnya, The Gunners harus berjibaku di perdelapan final Liga Champions kontra raksasa Jerman, Bayern Muenchen, di Allianz-Arena, pada 14 Maret mendatang. Misi Arsenal dalam pertandingan itu cukup berat, pasalnya mereka harus memenangkan pertandingan dengan selisih tiga gol agar bisa terus bertahan di kompetisi tertinggi Eropa tersebut.
(nug)