Gagal rebut tiga poin, penggawa PSIS dihantui pencoretan
Selasa, 26 Maret 2013 - 17:07 WIB
Gagal rebut tiga poin, penggawa PSIS dihantui pencoretan
A
A
A
Sindonews.com - Hasil imbang tanpa gol yang diraih PSIS Semarang saat menjamu Persiku Kudus pada partai terakhir putaran pertama grup II Divisi Utama PT LI, Senin (25/3), sangat mengecewakan. Di tengah upaya untuk mengukuhkan diri di puncak klasmen sementara, PSIS justru hanya mampu mendapatkan satu poin.
Yang lebih mengecewakan lagi, hasil tersebut didapat dari tim lemah Persiku Kudus, yang secara statistik berada jauh di bawah PSIS. Hasil imbang tanpa gol, tersebut mematahkan rekor tak pernah kalah di kandang sendiri.
Hasil kurang baik tersebut jelas menunjukan PSIS tidak cerdas dalam mengantisipasi setiap lawannya. Firmandoyo sebagai pelatih gagal mengarahkan anak-anak asuhnya untuk mengantisipasi permainan Persiku yang menerapkan pola negatif football.
General Manajer PSIS Ferdinand Hindiarto mengaku sangat kecewa dengan hasil akhir yang hanya mampu mendapatkan satu poin. Padahal targetnya adalah poin penuh. Menurutnya, hasil kurang memuaskan di partai terakhir putaran pertama itu tidak perlu disesali terlalu lama. Itu mengingat putaran kedua akan mulai bergulir 26 April mendatang.
''Memang kami dari manajemen kecewa, karena gagal memperoleh poin penuh. Terlebih kita bermain di kandang sendiri dengan dukungan ribuan suporter. Kami jelas kecewa. Kami minta maaf kepada seluruh pendukung tidak bisa memberikan hasil sempurna di akhir putaran pertama,” katanya.
Dengan berakhirnya laga putaran pertama bagi PSIS, Ferdinand meminta jajaran pelatih untuk langsung melakukan evaluasi secara menyeluruh, baik secara individu pemain maupun secara tim. Hasil evaluasi dari tim pelatih akan menjadi acuan untuk manajemen untuk menentukan langkah selanjutnya untuk menghadapi putaran kedua, termasuk untuk mencari tambahan pemain atau mencoret pemain.
''Rabu (27/3) tim pelatih kami minta untuk menyerahkan hasil evaluasi selama putaran pertama. Baik evaluasi tim maupun evaluasi pemain. Jika memang harus ada yang coret akan kami coret, dan akan kami carikan penggantinya,'' katanya.
Sementara itu, asisten pelatih PSIS Eko Purjianto mengaku, belum memastikan apakah pada putaran kedua nanti akan ada pemain yang dicoret atau tidak. Namun dia memastikan bakal mencari tambahan satu atau dua pemain.
Menurutnya, skuad PSIS sangat membutuhkan seorang pemain tengah dan pemain belakang. Sejumlah nama pemain pun dikabarkan sudah siap untuk dipanggil manajemen guna memperkuat tim. ''Kami masih terus melakukan evaluasi dan secepatnya hasil evaluasi akan kami serahkan kepada manajemen, untuk ditindak lanjuti,” ujarnya.
Yang lebih mengecewakan lagi, hasil tersebut didapat dari tim lemah Persiku Kudus, yang secara statistik berada jauh di bawah PSIS. Hasil imbang tanpa gol, tersebut mematahkan rekor tak pernah kalah di kandang sendiri.
Hasil kurang baik tersebut jelas menunjukan PSIS tidak cerdas dalam mengantisipasi setiap lawannya. Firmandoyo sebagai pelatih gagal mengarahkan anak-anak asuhnya untuk mengantisipasi permainan Persiku yang menerapkan pola negatif football.
General Manajer PSIS Ferdinand Hindiarto mengaku sangat kecewa dengan hasil akhir yang hanya mampu mendapatkan satu poin. Padahal targetnya adalah poin penuh. Menurutnya, hasil kurang memuaskan di partai terakhir putaran pertama itu tidak perlu disesali terlalu lama. Itu mengingat putaran kedua akan mulai bergulir 26 April mendatang.
''Memang kami dari manajemen kecewa, karena gagal memperoleh poin penuh. Terlebih kita bermain di kandang sendiri dengan dukungan ribuan suporter. Kami jelas kecewa. Kami minta maaf kepada seluruh pendukung tidak bisa memberikan hasil sempurna di akhir putaran pertama,” katanya.
Dengan berakhirnya laga putaran pertama bagi PSIS, Ferdinand meminta jajaran pelatih untuk langsung melakukan evaluasi secara menyeluruh, baik secara individu pemain maupun secara tim. Hasil evaluasi dari tim pelatih akan menjadi acuan untuk manajemen untuk menentukan langkah selanjutnya untuk menghadapi putaran kedua, termasuk untuk mencari tambahan pemain atau mencoret pemain.
''Rabu (27/3) tim pelatih kami minta untuk menyerahkan hasil evaluasi selama putaran pertama. Baik evaluasi tim maupun evaluasi pemain. Jika memang harus ada yang coret akan kami coret, dan akan kami carikan penggantinya,'' katanya.
Sementara itu, asisten pelatih PSIS Eko Purjianto mengaku, belum memastikan apakah pada putaran kedua nanti akan ada pemain yang dicoret atau tidak. Namun dia memastikan bakal mencari tambahan satu atau dua pemain.
Menurutnya, skuad PSIS sangat membutuhkan seorang pemain tengah dan pemain belakang. Sejumlah nama pemain pun dikabarkan sudah siap untuk dipanggil manajemen guna memperkuat tim. ''Kami masih terus melakukan evaluasi dan secepatnya hasil evaluasi akan kami serahkan kepada manajemen, untuk ditindak lanjuti,” ujarnya.
(aww)