Faktor keluarga turut berpengaruh

Sabtu, 30 Maret 2013 - 03:49 WIB
Faktor keluarga turut...
Faktor keluarga turut berpengaruh
A A A
Sindonews.com - Mantan petenis putra nomor dua dunia, Tommy Haas, merajut kisah yang menarik di gelaran turnamen Miami Masters 2013. Pemain berumur 34 tahun itu mencatatkan kemenangan pertama atas petenis nomor satu dunia sejak 14 tahun terakhir. Dia secara perkasa mampu menumbangkan juara bertahan dua kali, Novak Djokovic, di babak keempat, sebelum menggulingkan petenis Prancis, Gilles Simon, untuk mencapai babak semifinal melawan David Ferrer.

Performa gemilang yang ditunjukkan veteran asal Jerman itu, selama di Miami Masters hanyalah bab lain dari kebangkitan yang sangat luar biasa dari Haas di Tur Dunia ATP. Mengawali 2012 dengan berada di posisi 205 dunia, Haas berhasil nangkring di peringkat 21 dunia di penghujung tahun, sehingga ia pun mendapatkan penghargaan ATP Comeback Player Of The Year dari rekan-rekannya.

Bukan hanya mampu naik 184 strip dalam peringkat pemain, petenis yang mengawali karirnya sejak tahun 1996 itu juga sukses masuk dalam kelompok pemain yang telah mengkoleksi 500 kemenangan dan ia mampu mengalahkan Roger Federer di final Gerry Weber Terbuka di kandangnya sendiri di Jerman.

Hass, yang menempati peringkat dua dunia pada pertengahan 2002, mengalami penurunan peringkat secara drastis menyusul absen selama 14 bulan, pada Februari 2010 hingga Mei 2011. Ketika itu, dia dalam masa pemulihan dari operasi pinggul kanan dan siku kanan.

Pelatih setia Haas, Nick Bollettieri, pun menegaskan bahwa keberhasilan Haas telah ditemukan lagi dalam tahap karirnya saat ini, dan itu jauh lebih penting dibandig saat ia naik ke peringkat dua dunia hampir 11 tahun yang lalu. "Hanya beberapa atlet yang dalam kehidupannya bisa kembali ke olahraga yang ditekuninya seperti yang telah dilakukan Tommy," kata pelatih yang juga sukses membesut mantan petenis terbaik dunia Andre Agassi itu di laman resmi ATP.

Menurut pelatih berusia 81 tahun itu, terdapat dua faktor yang mempengaruhi performa Haas tetap berada di level tertinggi. Pertama, Haas mampu mengarungi semua pertandingan tanpa pernah kompromi kendati ia pernah mengalami kemunduran. Lalu, petenis dengan tinggi 188cm tersebut mendapatkan dukungan penuh dari keluarganya, terutama sang istri, Sara Foster, yang merupakan seorang artis dan adik dari musisi kenamaan David Foster.
(nug)
Berita Terkait
Akhir Pahit Pengabdian...
Akhir Pahit Pengabdian Grosjean di Haas
Luar Biasa! Aldila Sutjiadi...
Luar Biasa! Aldila Sutjiadi Harumkan Indonesia, Juara Ganda Putri WTA Cleveland 2023
Foto Seksinya Viral...
Foto Seksinya Viral di Medsos, Sofya Zhuk Kecewa Reaksi Pengikutnya
5 Prestasi Terbaik Adila...
5 Prestasi Terbaik Adila Sutjiadi: Dari WTA hingga Medali Emas yang Cetak Sejarah untuk Tenis Indonesia
Implikasi Invasi Rusia...
Implikasi Invasi Rusia Terhadap Tim Haas dan Nikita
Tim F1 Haas Depak Pembalap...
Tim F1 Haas Depak Pembalap Rusia Nikita Mazepin
Berita Terkini
Local Pride, Ini 8 Tim...
Local Pride, Ini 8 Tim Piala Dunia 2026 yang Pakai Skuad Full Kelahiran Negaranya Sendiri
45 menit yang lalu
Fakta Menarik Piala...
Fakta Menarik Piala Dunia 2026: Italia Gagal ke Piala Dunia, tapi Serie A Penyumbang Pemain Terbanyak
3 jam yang lalu
Gelandang Meksiko Gilberto...
Gelandang Meksiko Gilberto Mora Jadi Pemain Termuda di Piala Dunia 2026
4 jam yang lalu
Hasil Indonesia Open...
Hasil Indonesia Open 2026: Jafar/Felisha Menang, Fajar/Fikri Tumbang
14 jam yang lalu
Adaptasi Cepat Jadi...
Adaptasi Cepat Jadi Modal Timnas Futsal U-17 Indonesia Menuju Spanyol
18 jam yang lalu
TC Timnas Futsal Indonesia...
TC Timnas Futsal Indonesia U-17 Digeber Jelang Beraksi di Spanyol
18 jam yang lalu
Infografis
Konflik keluarga Kerajaan...
Konflik keluarga Kerajaan Inggris Makin Meruncing
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved