Sriwijaya FC tak mau ladeni permainan keras Persiwa
Rabu, 10 April 2013 - 15:38 WIB
Sriwijaya FC tak mau ladeni permainan keras Persiwa
A
A
A
Sindonews.com - Ada sisa empat hari bagi Sriwijaya FC untuk memaksimalkan semua strategi saat menjamu Persiwa Wamena di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring. Semua penggawa Laskar Wong Kito masih terus digenjot untuk mendalami semua materi latihan yang diberikan nakhoda SFC Kas Hartadi.
Walau dihadapkan pada program pematangan taktik dan strategi, namun pemain cukup menikmati latihan tersebut dari hari ke hari. Meski terlihat santai, tapi Kas Hartadi terus menginstruksi anak asuhnya berlatih lebih keras.
Pasalnya, SFC harus mengunci dua kemenangan kandang jika ingin mengejar Persipura. Tapi sebelum merampungkan dua partai tersebut, pelatih kepala SFC Kas Hartadi telah meramu skema khusus untuk meladeni Badai Pegunungan Tengah -julukan Persiwa-lebih dulu.
Menurut Kas Hartadi, ada yang harus diperhatikan, ketika bermain dengan tim-tim asal Papua. Karakter keras dan ngotot yang selalu ditampilkan Persiwa, membuat dirinya sangat memberikan penekanan pada Ponaryo Astaman dan kawan-kawan.
"Mereka(Persiwa) selalu bermain ngotot dan itu ditunjang dengan rata-rata fisik (body) pemain yang kuat. Gaya permainan mereka pun keras, jika pemain mengikuti cara mereka, mungkin akan sulit memenangkan pertandingan," jelasnya.
Untuk mengantisipasi cara bermain pasukan Subangkit tersebut, Kas Hartadi juga sudah meminta pada anak asuhnya untuk bermain cepat. Tidak hanya itu, meski belum mengetahui secara detil gaya permainan Persiwa, namun biasanya tim-tim asal Papau akan tampil lebih menekan di menit-menit awal pertandingan.
"Butuh passing-passing cepat dan harus menghindari kontak fisik dengan lawan. Kami bukan takut duel satu lawan satu, tapi kami harus menghadapi kekuatan keras Persiwa," sambungnya.
Pria asal Solo ini menuturkan, kemungkinan mereka akan memberikan kesempatan bagi Persiwa untuk lebih menekan dari awal pertandingan. Sedangkan pemain bertahan harus lebih bersabar dan mendisiplinkan transisi menyerang ke bertahan.
"Biarkan mereka frustrasi terlebih dulu, itu akan menguntungkan kami. Tapi yang harus ditekankan pada pemain, agar lebih disiplin dan jangan tidak tepengaruh cara Persiwa. Transisi bertahan dan menyerang atau sebaliknya, memang harus berjalan," tukasnya.
Hanya, untuk membuat frustasi Camara dan kawan-kawan bukan pekerjaan mudah dan butuh ketenangan selama pertandingan berjalan. Namun untuk merealisasikan cara tersebut dalam pertandingan nanti, Kas Hartadi telah mematok waktu, setelah 15 hingga 20 menit berjalan dibabak pertama, semua pemain harus lebih cepat.
"Saya juga harus membuat organisasi dari lini per lini lebih solid. Tapi saya juga harus menitik beratkan pada permainan passing-passing cepat," lanjutnya.
Sementara asisten manajer SFC, Muchendi Machzareki mengatakan, seluruh pemain yang akan diturunkan pelatih dari babak pertama nanti, sebaiknya tetap bermain lepas. Sekalipun lawan akan bermain keras dan mengincar kelemahan SFC.
"Karena kami bermain dikandang, tentu pemain akan lebih termotivasi untuk memenangkan pertandingan. Memang kami juga harus berhati-hati menghadapi mereka, tapi bukan berarti kami tidak bisa bermain lepas," tambah pria yang akrab di sapa Bung Endi ini.
Walau dihadapkan pada program pematangan taktik dan strategi, namun pemain cukup menikmati latihan tersebut dari hari ke hari. Meski terlihat santai, tapi Kas Hartadi terus menginstruksi anak asuhnya berlatih lebih keras.
Pasalnya, SFC harus mengunci dua kemenangan kandang jika ingin mengejar Persipura. Tapi sebelum merampungkan dua partai tersebut, pelatih kepala SFC Kas Hartadi telah meramu skema khusus untuk meladeni Badai Pegunungan Tengah -julukan Persiwa-lebih dulu.
Menurut Kas Hartadi, ada yang harus diperhatikan, ketika bermain dengan tim-tim asal Papua. Karakter keras dan ngotot yang selalu ditampilkan Persiwa, membuat dirinya sangat memberikan penekanan pada Ponaryo Astaman dan kawan-kawan.
"Mereka(Persiwa) selalu bermain ngotot dan itu ditunjang dengan rata-rata fisik (body) pemain yang kuat. Gaya permainan mereka pun keras, jika pemain mengikuti cara mereka, mungkin akan sulit memenangkan pertandingan," jelasnya.
Untuk mengantisipasi cara bermain pasukan Subangkit tersebut, Kas Hartadi juga sudah meminta pada anak asuhnya untuk bermain cepat. Tidak hanya itu, meski belum mengetahui secara detil gaya permainan Persiwa, namun biasanya tim-tim asal Papau akan tampil lebih menekan di menit-menit awal pertandingan.
"Butuh passing-passing cepat dan harus menghindari kontak fisik dengan lawan. Kami bukan takut duel satu lawan satu, tapi kami harus menghadapi kekuatan keras Persiwa," sambungnya.
Pria asal Solo ini menuturkan, kemungkinan mereka akan memberikan kesempatan bagi Persiwa untuk lebih menekan dari awal pertandingan. Sedangkan pemain bertahan harus lebih bersabar dan mendisiplinkan transisi menyerang ke bertahan.
"Biarkan mereka frustrasi terlebih dulu, itu akan menguntungkan kami. Tapi yang harus ditekankan pada pemain, agar lebih disiplin dan jangan tidak tepengaruh cara Persiwa. Transisi bertahan dan menyerang atau sebaliknya, memang harus berjalan," tukasnya.
Hanya, untuk membuat frustasi Camara dan kawan-kawan bukan pekerjaan mudah dan butuh ketenangan selama pertandingan berjalan. Namun untuk merealisasikan cara tersebut dalam pertandingan nanti, Kas Hartadi telah mematok waktu, setelah 15 hingga 20 menit berjalan dibabak pertama, semua pemain harus lebih cepat.
"Saya juga harus membuat organisasi dari lini per lini lebih solid. Tapi saya juga harus menitik beratkan pada permainan passing-passing cepat," lanjutnya.
Sementara asisten manajer SFC, Muchendi Machzareki mengatakan, seluruh pemain yang akan diturunkan pelatih dari babak pertama nanti, sebaiknya tetap bermain lepas. Sekalipun lawan akan bermain keras dan mengincar kelemahan SFC.
"Karena kami bermain dikandang, tentu pemain akan lebih termotivasi untuk memenangkan pertandingan. Memang kami juga harus berhati-hati menghadapi mereka, tapi bukan berarti kami tidak bisa bermain lepas," tambah pria yang akrab di sapa Bung Endi ini.
(aww)