4 Pemain PSM pamornya redup
Rabu, 17 April 2013 - 17:14 WIB
4 Pemain PSM pamornya redup
A
A
A
Sindonews.com ---Sejumlah pemain muda dan lapis kedua di PSM Makassar, mulai memperlihatkan performa terbaiknya dalam tim. Namun ada pula yang pamornya menurun dan terlempar dari tim utama.
Menghadapi kompetisi Indonesian Premier League (IPL) musim 2012/2013, manajemen tim Juku Eja, mendatangkan sejumlah pemain baru baik itu lokal maupun asing.
Mereka di antaranya adalah Hamdi Hamzah, Syafruddin Tahar, serta legium asing asal Montenegro Ilija Spasojevic. Harapannya, kehadiran ketiga pemain tersebut untuk menambah kekuatan pasukan Juku Eja dikompetisi musim ini.
Namun apa mau dikata, arsitek PSM Petar Segrt ternyata punya pilihan lain dalam menentukan 11 pemain yang akan diturunkan dalam setiap pertandingan. Misalnya adalah Hamdi.
Saat PSM masih berlaga di kompetisi Indonesia Super League (ISL), Hamdi selalu menjadi pilihan utama pelatih PSM saat itu. Posisinya sulit tergoyahkan oleh pemain lain.
Namun saat kembali bergabung bersama tim Juku Eja dikompetisi musim ini, pemain kelahiran Desember 1980 ini, harus bertarung dengan rekannya sendiri untuk memperebutkan satu tempat dalam tim utama.
Karena diposisi stoper, Hamdi tidak sendiri. Dia harus bersaing dengan I Ketut Mahendra, Cristian Febre, Syarifuddin Tahar, termasuk Fandy Edy yang kerap diplot diposisi tersebut.
Tidak mampu bersaing, Hamdi akhirnya lebih banyak menghuni bangku cadangan. Bahkan tidak jarang, namanya tidak masuk dalam daftar pemain pelapis.
Hal yang sama juga terjadi pada Tahar. Pemain asal Ternate ini, jarang dimasukkan dalam daftar pemain utama. Pembelian legium asing terburuk PSM musim ini adalah, Mirko Spasojevic.
Adik dari striker PSM Ilija Spasojevic ini merupakan pemain asing spesialis bangku cadangan. Kontribusinya dalam tim sangat minim. Tugas Mirko untuk merebut posisi utama memang cukup berat.
Dia harus bisa menyingkirkan kakaknya sendiri yakni Ilija Spasojevic. “Mirko pemain yang cukup bagus, namun karakternya sama dengan Spaso,” kata Asisten PSM Imran Amirullah.
Imran menegaskan, bukan berarti Spaso tidak akan dimaisukan dalam tim utama. Namun pertimbangannya adalah berdasarkan kebutuhan tim termasuk
pertimbangan lainnya. “Bisa saja dimasukkan secara bersamaan, namun harus melihat taktik dan strategi yang akan digunakan termasuk lawan yang dihadapi,” sebutnya.
Sementara itu, nama lain yang juga harus terlempar dari daftar pemain utama adalah Denny Marcel. Dimusim lalu, kiper dengan tinggi badan 180 cm ini adalah langganan tetap bawah mistar PSM.
Namun setelah PSM kalah dari Perseman Manokwari dengan skor 0-1, takluk dari Persibo Bojonegoro 0-2, serta Persepar Palangkaraya 0-1, Denny terbuang.
Saat PSM bertemu PSIR Rembang di Stadion Andi Mattalatta beberapa waktu lalu, nama Denny tidak masuk dalam daftar pemain utama dan cadangan. Kiper pilihan adalah I Komang Ngurah Arya Perdana. Sedangkan
Cadangan yang dipilih justru lapis ketiga yakni Fahrul Nurdin.Denny mengaku tidak mengerti kenapa namanya terlempar dalam daftar pemain utama.
Bahkan saat tur Aceh, juga demikian. “Soal itu saya tidak mengerti. Ini adalah hak pelatih dan tidak bisa diganggu gugat,” pungkasnya.
Menghadapi kompetisi Indonesian Premier League (IPL) musim 2012/2013, manajemen tim Juku Eja, mendatangkan sejumlah pemain baru baik itu lokal maupun asing.
Mereka di antaranya adalah Hamdi Hamzah, Syafruddin Tahar, serta legium asing asal Montenegro Ilija Spasojevic. Harapannya, kehadiran ketiga pemain tersebut untuk menambah kekuatan pasukan Juku Eja dikompetisi musim ini.
Namun apa mau dikata, arsitek PSM Petar Segrt ternyata punya pilihan lain dalam menentukan 11 pemain yang akan diturunkan dalam setiap pertandingan. Misalnya adalah Hamdi.
Saat PSM masih berlaga di kompetisi Indonesia Super League (ISL), Hamdi selalu menjadi pilihan utama pelatih PSM saat itu. Posisinya sulit tergoyahkan oleh pemain lain.
Namun saat kembali bergabung bersama tim Juku Eja dikompetisi musim ini, pemain kelahiran Desember 1980 ini, harus bertarung dengan rekannya sendiri untuk memperebutkan satu tempat dalam tim utama.
Karena diposisi stoper, Hamdi tidak sendiri. Dia harus bersaing dengan I Ketut Mahendra, Cristian Febre, Syarifuddin Tahar, termasuk Fandy Edy yang kerap diplot diposisi tersebut.
Tidak mampu bersaing, Hamdi akhirnya lebih banyak menghuni bangku cadangan. Bahkan tidak jarang, namanya tidak masuk dalam daftar pemain pelapis.
Hal yang sama juga terjadi pada Tahar. Pemain asal Ternate ini, jarang dimasukkan dalam daftar pemain utama. Pembelian legium asing terburuk PSM musim ini adalah, Mirko Spasojevic.
Adik dari striker PSM Ilija Spasojevic ini merupakan pemain asing spesialis bangku cadangan. Kontribusinya dalam tim sangat minim. Tugas Mirko untuk merebut posisi utama memang cukup berat.
Dia harus bisa menyingkirkan kakaknya sendiri yakni Ilija Spasojevic. “Mirko pemain yang cukup bagus, namun karakternya sama dengan Spaso,” kata Asisten PSM Imran Amirullah.
Imran menegaskan, bukan berarti Spaso tidak akan dimaisukan dalam tim utama. Namun pertimbangannya adalah berdasarkan kebutuhan tim termasuk
pertimbangan lainnya. “Bisa saja dimasukkan secara bersamaan, namun harus melihat taktik dan strategi yang akan digunakan termasuk lawan yang dihadapi,” sebutnya.
Sementara itu, nama lain yang juga harus terlempar dari daftar pemain utama adalah Denny Marcel. Dimusim lalu, kiper dengan tinggi badan 180 cm ini adalah langganan tetap bawah mistar PSM.
Namun setelah PSM kalah dari Perseman Manokwari dengan skor 0-1, takluk dari Persibo Bojonegoro 0-2, serta Persepar Palangkaraya 0-1, Denny terbuang.
Saat PSM bertemu PSIR Rembang di Stadion Andi Mattalatta beberapa waktu lalu, nama Denny tidak masuk dalam daftar pemain utama dan cadangan. Kiper pilihan adalah I Komang Ngurah Arya Perdana. Sedangkan
Cadangan yang dipilih justru lapis ketiga yakni Fahrul Nurdin.Denny mengaku tidak mengerti kenapa namanya terlempar dalam daftar pemain utama.
Bahkan saat tur Aceh, juga demikian. “Soal itu saya tidak mengerti. Ini adalah hak pelatih dan tidak bisa diganggu gugat,” pungkasnya.
(wbs)