Pengadilan putuskan 7 remaja bersalah tendang wasit
Selasa, 18 Juni 2013 - 00:20 WIB
Pengadilan putuskan 7 remaja bersalah tendang wasit
A
A
A
Sindonews.com - Pengadilan Belanda akhirnya memutuskan tujuh orang remaja dan seorang ayah salah satu remaja dinyatakan bersalah menendang wasit garis Richard Neiuwenhauzen hingga akhirnya meninggal dunia.
Ayah salah seorang remaja dijatuhi hukuman enam tahun penjara, sedangkan ketujuh orang remaja dijatuhi hukuman di detensi remaja antara satu hingga dua tahun.
Tim pengacara mengatakan klien mereka diperkirakan akan mengajukan atas putusan pengadilan Lelystad. BBCsport melaporkan dalam putusannya pada Senin (17/06) hakim berpendapat bahwa Richard Neiuwenhausen meninggal dunia akibat ditendang di kepala dan leher.
Richard Neiuwenhauzen, 41, diserang ketika pluit pertandingan sepak bola remaja ditiup. Peristiwa itu terjadi ketika dua tim junior, Nieuw Sloten dan Buitenboys, bertanding di dekat Amsterdam pada Desember 2012.
Putra Neiuwenhauzen bermain untuk salah satu tim yang bertanding saat itu. Seperti dilaporkan oleh Anna Holligan, para saksi mata mengatakan hakim garis diserang oleh sejumlah pemain remaja.
Ia mampu berdiri setelah ditendang tetapi ambruk lagi dan meninggal dunia di rumah sakit.
Dalam sidang, tim pengacara mereka mengatakan Richard Neiuwenhauzen telah menghina mereka dan ia meninggal dunia karena kondisi kesehatan yang ia alami sejak sebelum kejadian.
Sejak peristiwa tersebut, tim-tim amatir mengeluarkan kode aturan baru untuk mencegah kejadian serupa.
Ayah salah seorang remaja dijatuhi hukuman enam tahun penjara, sedangkan ketujuh orang remaja dijatuhi hukuman di detensi remaja antara satu hingga dua tahun.
Tim pengacara mengatakan klien mereka diperkirakan akan mengajukan atas putusan pengadilan Lelystad. BBCsport melaporkan dalam putusannya pada Senin (17/06) hakim berpendapat bahwa Richard Neiuwenhausen meninggal dunia akibat ditendang di kepala dan leher.
Richard Neiuwenhauzen, 41, diserang ketika pluit pertandingan sepak bola remaja ditiup. Peristiwa itu terjadi ketika dua tim junior, Nieuw Sloten dan Buitenboys, bertanding di dekat Amsterdam pada Desember 2012.
Putra Neiuwenhauzen bermain untuk salah satu tim yang bertanding saat itu. Seperti dilaporkan oleh Anna Holligan, para saksi mata mengatakan hakim garis diserang oleh sejumlah pemain remaja.
Ia mampu berdiri setelah ditendang tetapi ambruk lagi dan meninggal dunia di rumah sakit.
Dalam sidang, tim pengacara mereka mengatakan Richard Neiuwenhauzen telah menghina mereka dan ia meninggal dunia karena kondisi kesehatan yang ia alami sejak sebelum kejadian.
Sejak peristiwa tersebut, tim-tim amatir mengeluarkan kode aturan baru untuk mencegah kejadian serupa.
(wbs)