Queiroz perpanjang kontrak tangani Iran
Sabtu, 22 Juni 2013 - 09:00 WIB
Queiroz perpanjang kontrak tangani Iran
A
A
A
Sindonews.com – Pelatih Carlos Queiroz diperpanjang kontraknya dengan tim nasional Iran sampai Piala Dunia 2014. Perpanjangan kontrak itu menjadi ganjaran buat pelatih asal Portugal ini setelah sukses mengantarkan Iran lolos ke putaran final Piala Dunia 2014.
Tiket ke Brasil diraih Iran usai mengalahkan Korea Selatan 1-0 pada hari Selasa (18/6/2013). Di Brasil nanti akan menjadi penampilan Iran keempat di Piala Dunia, sejak pertama kali di Jerman tahun 2006.
"Kontrak saya berjalan langkah demi langkah sesuai dengan kepentingan federasi sepak bola Iran," ujar pelatih berusia 60 tahun itu mengatakan kepada Fars.
"Setelah kualifikasi untuk Piala Dunia kini telah diperpanjang sampai akhir kompetisi tersebut."
Kemenangan Iran sempat diwarnai aksi adu mulut dan nyaris terjadi perkelahian dengan pemain Korsel. Bahkan Queiroz sempat beradu mulut dengan pelatih Korsel Choi Kang-hee yang kini telah mengundurkan diri usai kekalahan tersebut.
“Pelatih Korsel menciptakan atmosfer yang tidak biasa sebelum pertandingan. Selama 32 tahun saya melatih saya belum pernah menghadapi kondisi ini,”ujarnya.
“Perang mulut, balas dendam dan darah adalah tidak normal. Pelatih Korsel ingin memberikan tekanan kepada pemain kami dengan perang mulut tapi kami menjadikan itu sebagai motivasi.”
Tiket ke Brasil diraih Iran usai mengalahkan Korea Selatan 1-0 pada hari Selasa (18/6/2013). Di Brasil nanti akan menjadi penampilan Iran keempat di Piala Dunia, sejak pertama kali di Jerman tahun 2006.
"Kontrak saya berjalan langkah demi langkah sesuai dengan kepentingan federasi sepak bola Iran," ujar pelatih berusia 60 tahun itu mengatakan kepada Fars.
"Setelah kualifikasi untuk Piala Dunia kini telah diperpanjang sampai akhir kompetisi tersebut."
Kemenangan Iran sempat diwarnai aksi adu mulut dan nyaris terjadi perkelahian dengan pemain Korsel. Bahkan Queiroz sempat beradu mulut dengan pelatih Korsel Choi Kang-hee yang kini telah mengundurkan diri usai kekalahan tersebut.
“Pelatih Korsel menciptakan atmosfer yang tidak biasa sebelum pertandingan. Selama 32 tahun saya melatih saya belum pernah menghadapi kondisi ini,”ujarnya.
“Perang mulut, balas dendam dan darah adalah tidak normal. Pelatih Korsel ingin memberikan tekanan kepada pemain kami dengan perang mulut tapi kami menjadikan itu sebagai motivasi.”
(irc)