Pesepakbola wanita di Nigeria dipaksa jual diri
Selasa, 16 Juli 2013 - 13:33 WIB
Pesepakbola wanita di Nigeria dipaksa jual diri
A
A
A
Sindonews.com - Pesepakbola wanita di Nigeria yang bermain di klub Federal Capital Territory (FCT) Queens terpaksa mengemis dan menjual diri untuk bertahan hidup. Hal ini dikarenakan pihak klub tidak membayar gaji pemainnya yang berkompetisi di Women Football League itu.
Investigasi yang dilakukan oleh Aderonke Ogunleye dari Nigeria's Premium Times menyatakan bahwa para pemain FCT tidak mendapatkan gaji selama lebih dari 18 bulan. Klub FCT merupakan klub milik pemerintah kota Abuja, ibukota Nigeria. Sementara itu, tim dipimpin oleh Dilichukwu Onyedimma
"Terakhir kali mereka membayar kami pada Maret tahun lalu meskipun mereka membayar tunggakan tiga tahun untuk beberapa pemain. 18 bulan kami tidak dibayar sepeser pun oleh klub," ujar salah satu pemain dikutip dari Inside World Football.
"Kami tidak diberi makan selama dua tahun sehingga kami mencari makan sendiri. Kadang kami patungan masing-masing 50 Naira (mata uang Nigeria) untuk membeli makan dan bertahan. Kami makan sehari sekali. Mereka mengharapkan kita bermain baik padahal perut dalam keadaan kosong," sambungnya.
Beberapa pemain dikabarkan tidur di jalanan dalan beberapan kesempatan. Selain itu, pemain juga tidak mendapatkan asuransi kesehatan atau hak lainnya. Pemain FCT Queens itu seharusnya diberi gaji 155-310 dolar atau sekitar 1,5-3,1 juta rupiah per bulan.
"Kami wanita tapi tidak ada jaminan keamanan di kamp. Kita juga tidak bisa membeli pembalut. Kami memiliki keluarga yang harus dirawat sehingga kami mengemis karena tidak bisa makan. Tolong bantu kami untuk memberitahu mereka agar membayar kami."
"Mereka berjanji Desember tahun lalu tetapi tidak ada yang terjadi. Hal itu tidak adil. Bahkan mereka memaksa kami untuk masuk ke dalam prostitusi."
Investigasi yang dilakukan oleh Aderonke Ogunleye dari Nigeria's Premium Times menyatakan bahwa para pemain FCT tidak mendapatkan gaji selama lebih dari 18 bulan. Klub FCT merupakan klub milik pemerintah kota Abuja, ibukota Nigeria. Sementara itu, tim dipimpin oleh Dilichukwu Onyedimma
"Terakhir kali mereka membayar kami pada Maret tahun lalu meskipun mereka membayar tunggakan tiga tahun untuk beberapa pemain. 18 bulan kami tidak dibayar sepeser pun oleh klub," ujar salah satu pemain dikutip dari Inside World Football.
"Kami tidak diberi makan selama dua tahun sehingga kami mencari makan sendiri. Kadang kami patungan masing-masing 50 Naira (mata uang Nigeria) untuk membeli makan dan bertahan. Kami makan sehari sekali. Mereka mengharapkan kita bermain baik padahal perut dalam keadaan kosong," sambungnya.
Beberapa pemain dikabarkan tidur di jalanan dalan beberapan kesempatan. Selain itu, pemain juga tidak mendapatkan asuransi kesehatan atau hak lainnya. Pemain FCT Queens itu seharusnya diberi gaji 155-310 dolar atau sekitar 1,5-3,1 juta rupiah per bulan.
"Kami wanita tapi tidak ada jaminan keamanan di kamp. Kita juga tidak bisa membeli pembalut. Kami memiliki keluarga yang harus dirawat sehingga kami mengemis karena tidak bisa makan. Tolong bantu kami untuk memberitahu mereka agar membayar kami."
"Mereka berjanji Desember tahun lalu tetapi tidak ada yang terjadi. Hal itu tidak adil. Bahkan mereka memaksa kami untuk masuk ke dalam prostitusi."
(dka)